GOWA, PIJARNEWS.COM – Tim PPK Ormawa UKM Kewirausahaan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan program “Transformasi Desa Wirausaha melalui Inovasi Hilirisasi dan Diversifikasi Jagung menuju Kemandirian Ekonomi di Desa Romangloe, Kabupaten Gowa.”
Program ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan
Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek, mendapat dukungan dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan dilaksanakan selama 4 bulan.

Tim mahasiswa diketuai oleh Aurel Wulandari P didampingi Ir. St. Hajrah Mansyur, S.Kom., M.Cs. sebagai dosen pendamping. Program menyasar 28 mitra, terdiri atas 13 petani sebagai mitra produktif dan 15 anggota Dasawisma sebagai mitra nonproduktif.
Tim PPK Ormawa UKM Kewirausahaan UMI, Aurel Wulandari mengatakan, Desa Romangloe memiliki 24 kelompok tani dengan 600 lebih petani. Luas lahan, katanya, sekira 520 hektare lahan jagung hibrida, serta potensi produksi sekitar 6.240 ton per tahun.

“Melalui pelatihan dan pendampingan, tim mengembangkan tiga produk utama, yaitu Tepung Jagung, Toralle (Keripik Tortilla Jagung/Biralle), dan BasSreal (Bassang Sereal), serta diversifikasi tambahan berupa Dodol Jagung,” kata Aurel.
Dosen Pendamping, Ir. St. Hajrah Mansyur, S.Kom., M.Cs menambahkan, program ini juga mencakup penguatan sanitasi dan higienitas pangan, pengemasan, branding, manajemen usaha, HPP, pencatatan keuangan, pemasaran digital, serta pemanfaatan Biralle.Apps sebagai media promosi dan katalog produk.

Ia mengatakan, hingga 13 Agustus 2026, keterlaksanaan program mencapai 76% atau 19 dari 25 sesi kegiatan unik. Nilai rata-rata mitra meningkat dari 36,37 menjadi 76,73, atau naik 40,36 poin. Sebanyak 27 dari 28 mitra atau 96,43% mencapai nilai minimal 70, dan 96,43% mitra mampu mempraktikkan keterampilan yang diberikan, melampaui target minimal 80 %.
“Pada aspek pemasaran, berdasarkan pembaruan capaian program, sebanyak 320
produk telah terjual, terdiri atas 178 Toralle, 128 BasSreal, dan 14 Tepung Jagung,” ungkap Hajrah.
Ia mengakatan, promosi dan pemasaran dilakukan melalui kegiatan PATPI–ITP Universitas Hasanuddin, Pasar Bili-Bili Gowa, serta pameran di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa.
“Kegiatan tersebut menjadi sarana promosi, penjualan, pengujian penerimaan pasar, sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk masyarakat. Pelaksanaan program juga diperkuat melalui dukungan berbagai pihak,” katanya.
Hajrah mengatakan, Pemerintah
Desa Romangloe berperan sebagai fasilitator kegiatan dan mendukung penguatan kelembagaan serta keberlanjutan usaha masyarakat.
Sementara itu, lanjutnya, jejaring eksternal melalui PATPI–ITP Universitas Hasanuddin dan Polbangtan Gowa membuka ruang
promosi, pameran, dan pengenalan produk kepada pasar yang lebih luas, sedangkan Pasar Bili-Bili Gowa menjadi salah satu saluran pemasaran langsung dan pengujian
pasar.
“Tim juga melakukan audiensi dengan mitra eksternal untuk memperkuat jejaring kolaborasi dan peluang keberlanjutan pemasaran produk. Keberlanjutan program diarahkan pada pembentukan minimal 10 pelaku usaha individu dan satu usaha kelompok, penguatan kelembagaan, pencatatan HPP dan omzet, pemanfaatan Biralle.Apps secara aktif,” ujarnya.
Hajrah juga mengatakan, program tersebut juga meningkatkan penguatan rantai usaha yang menghubungkan petani sebagai pemasok bahan baku, Dasawisma sebagai pengolah dan pelaku usaha, pemerintah desa sebagai fasilitator, serta jejaring eksternal sebagai pendukung promosi dan perluasan pasar.
“Melalui sinergi Belmawa Kemendiktisaintek, Universitas Muslim Indonesia, UKM
Kewirausahaan UMI, Pemerintah Desa Romangloe, masyarakat, dan jejaring mitra eksternal, program PPK Ormawa ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah jagung lokal sekaligus mendorong Desa Romangloe menuju Desa Wirausaha yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” kunci Hajrah. (adv/alf)










