PAREPARE, PIJARNEWS.COM– Tiga Sekolah Dasar (SD) di Kota Parepare, yakni SDN 55, SDN 5, dan SDN 1, rutin melaksanakan salat Dhuha bersama setiap Jumat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah membiasakan siswa menjalankan ibadah sunnah sekaligus menanamkan karakter dan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Kepala SDN 55 Kota Parepare, Sirhamdi Ibrahim, S.Pd., mengatakan pelaksanaan salat Dhuha rutin dilatarbelakangi keinginan sekolah untuk membangun kebiasaan positif dalam diri siswa.
Menurutnya, pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan pembentukan karakter dan nilai keagamaan.
“Kami tidak ingin pendidikan di sekolah hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan,” ujar Sirhamdi.
Ia menjelaskan, kegiatan salat Dhuha tersebut mulai dilaksanakan sejak 2023. Meski program tersebut tidak lagi menjadi kebijakan yang berjalan secara umum, tiga sekolah tersebut tetap mempertahankan pelaksanaan salat Dhuha setiap Jumat hingga kini.
Kegiatan dilaksanakan secara serentak di SDN 55, SDN 5, dan SDN 1 Kota Parepare. Siswa mengikuti salat Dhuha bersama dengan didampingi para guru.
Sebelum salat dimulai, siswa diarahkan mempersiapkan diri dan mengambil wudu. Setelah itu, mereka melaksanakan salat Dhuha secara berjamaah dengan pendampingan dan pengawasan guru agar kegiatan berlangsung tertib.
“Tujuan utamanya adalah membentuk kebiasaan positif dan meningkatkan kesadaran keagamaan siswa. Kami berharap melalui salat Dhuha ini siswa tidak hanya mengetahui tata cara beribadah, tetapi juga memahami pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, ketenangan dan kebersamaan,” katanya.
Sirhamdi mengatakan, pembentukan karakter melalui kegiatan tersebut memang tidak dapat dilihat secara instan. Namun, pihak sekolah mulai melihat perubahan pada kebiasaan siswa, terutama dalam kedisiplinan dan keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan.
Guru Agama SDN 55 Kota Parepare, Nurhayati, S.Ag., mengatakan guru memiliki peran penting dalam membimbing siswa selama pelaksanaan salat Dhuha.
Menurutnya, guru tidak hanya memberikan arahan kepada siswa, tetapi juga ikut memberikan contoh dengan terlibat langsung dalam kegiatan.
“Kalau kami sebagai guru agama, tentu ikut mengarahkan dan membimbing siswa. Biasanya sebelum salat Dhuha dimulai, kami mengingatkan siswa untuk segera ke tempat salat dan mempersiapkan diri. Kami juga ikut mengawasi supaya kegiatan berjalan dengan tertib. Jadi bukan hanya menyuruh siswa, tetapi guru juga ikut memberikan contoh,” ujar Nurhayati.
Ia menyebut siswa secara umum cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Meski begitu, beberapa siswa masih perlu diingatkan agar tetap fokus dan tertib selama pelaksanaan salat.
“Alhamdulillah, secara umum siswa cukup antusias mengikuti salat Dhuha. Memang ada beberapa siswa yang kadang masih perlu diingatkan, terutama kalau sedang asyik bermain atau berbicara dengan temannya. Tapi kalau sudah diarahkan, mereka biasanya ikut dan kegiatan bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Nurhayati menilai kegiatan tersebut memberikan sejumlah manfaat bagi siswa, terutama dalam membangun kebiasaan beribadah dan kedisiplinan.
“Menurut saya, manfaatnya cukup banyak. Anak-anak jadi terbiasa meluangkan waktu untuk beribadah dan belajar disiplin. Selain itu, salat Dhuha juga bisa mengajarkan mereka untuk lebih tenang dan mengingat Allah sebelum mengikuti kegiatan belajar,” ujarnya.
Salah seorang siswa SDN 55, Abid Aqila Rajendra, mengatakan kegiatan salat Dhuha memberinya tambahan wawasan keagamaan sekaligus menjadi kesempatan untuk menjalankan amalan sunnah.
“Karena bisa menambah wawasan agama dan mendapatkan pahala dari salat sunnah. Saya juga jadi terbiasa rajin beribadah,” kata Abid.
Hal senada disampaikan siswa lainnya, Azkayra Faziya Rahman. Ia menilai kegiatan tersebut membantunya mengenal dan menerapkan nilai-nilai Islam.
Penulis: Amelia Sri Wahyuni Alex











