PAREPARE,PIJARNEWS.COM— Mifda Hilmiyah, M.I.Kom. merupakan dosen dan peneliti di bidang Ilmu Komunikasi yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.
Perempuan kelahiran Makassar, 10 Desember 1989 tersebut memiliki latar belakang pendidikan di bidang komunikasi. Ia menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2008.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Mifda melanjutkan pendidikan magister di Universitas Diponegoro pada Program Studi Ilmu Komunikasi dan menyelesaikannya pada 2012. Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi bekal dalam menekuni dunia akademik dan penelitian di bidang komunikasi.
Sebelum menjadi dosen, Mifda telah memiliki pengalaman dalam dunia jurnalistik. Ia pernah aktif selama empat tahun di Lembaga Pers Universitas Hasanuddin (Unhas) dan pernah menjalankan tugas sebagai koordinator liputan.
Pengalaman tersebut turut memperkuat ketertarikannya terhadap bidang komunikasi, khususnya kajian media dan culture studies. Ketertarikannya kemudian berkembang ke berbagai bidang kajian, seperti komunikasi Islam, jurnalisme, media dan masyarakat, komunikasi digital, media studies, gender dan media, komunikasi lingkungan, ekoteologi, hingga transformasi komunikasi di era digital.
Mifda mulai mendaftarkan diri sebagai dosen di IAIN Parepare pada 2017. Dalam perjalanan akademiknya, ia bertugas dan tercatat sebagai Dosen Jurnalistik Islam di IAIN Parepare.
Saat ini, selain menjalankan tugas sebagai dosen dan peneliti, Mifda dipercaya sebagai Ketua Program Studi KPI pada 3 Juni 2026 dan dilantik sebagai Fungsional Lektor pada tanggal 1 November 2024 dengan pangkat/golongan Penata/III/c.
Dalam menjalankan amanah tersebut, salah satu fokus Mifda adalah mengembangkan profil lulusan Prodi KPI agar mahasiswa memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Profil lulusan yang dikembangkan mencakup bidang broadcasting, desain, dan public relations.
“Kita ingin profil lulusan KPI itu tidak hanya berhenti pada kemampuan akademik, tetapi mahasiswa juga punya keterampilan yang memang bisa digunakan ketika masuk ke dunia kerja. Karena itu, kita mengembangkan beberapa bidang seperti broadcasting, desain, dan public relations,” ujar Mifda, saat dikonfirmasi pada Rabu (30/09/2026).
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pendidikan secara akademik, tetapi juga perlu memiliki keterampilan yang sesuai dengan bidang yang ditekuni.
“Mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan yang sesuai dengan bidangnya. Tidak cukup hanya memahami teori komunikasi, tetapi bagaimana teori itu bisa diterapkan dalam bentuk keterampilan,” jelasnya.
Kemampuan dalam mengelola pesan dan desain menjadi salah satu keterampilan yang perlu diperkuat selama proses pendidikan.
“Kemampuan mengelola pesan, membuat desain, sampai bagaimana menyampaikan informasi dengan baik itu menjadi bagian yang perlu diperkuat. Harapannya, mahasiswa punya bekal ketika nantinya terjun ke dunia kerja,” katanya.
Pengembangan kompetensi mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya agar lulusan Prodi KPI dapat bekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Perhatian Mifda terhadap mahasiswa juga dirasakan dalam kesehariannya saat berinteraksi dengan mahasiswa Prodi KPI.
Ahmad Jumain, salah seorang mahasiswa menilai Mifda merupakan sosok yang peduli terhadap mahasiswa dan terbuka dalam mendengarkan berbagai keluhan maupun kebutuhan mahasiswa.
“Menurut saya, Ibu Mifdah selalu peduli dengan mahasiswa. Beliau selalu berusaha mendengarkan keluhan dan memahami kebutuhan mahasiswa. Jadi, sebagai mahasiswa, kami merasa nyaman ketika bertemu atau berbicara dengan Ibu Mifdah karena beliau terbuka dan mau mendengarkan apa yang kami sampaikan,” ujar mahasiswa KPI itu.
Namun, dalam mengelola program studi, Mifda juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan sistem administratif yang menjadi bagian dari proses pengawalan dan pengembangan Prodi KPI.
“Tantangannya tentu ada, salah satunya dari sisi administrasi. Pengelolaan program studi membutuhkan banyak hal yang harus dikawal, sehingga semuanya harus berjalan secara bertahap dan terarah,” ungkapnya.
Selain persoalan administratif, tantangan lainnya adalah melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat mendukung pencapaian profil lulusan serta mempersiapkan proses akreditasi Prodi KPI yang direncanakan pada 2027.
“Kami juga mulai mempersiapkan berbagai hal untuk mendukung profil lulusan dan menghadapi proses akreditasi yang direncanakan pada 2027. Jadi, kegiatan yang dilakukan sekarang sebisa mungkin diarahkan untuk mendukung kebutuhan tersebut,” tutur Mifda.
Berbagai tantangan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dihadapi dalam upaya mengembangkan program studi. Kegiatan akademik, penguatan kompetensi mahasiswa, serta pengembangan program kerja menjadi hal yang terus didorong agar Prodi KPI dapat berkembang sesuai kebutuhan zaman.
Ke depan, Mifda memiliki harapan besar terhadap perkembangan Prodi KPI IAIN Parepare. Ia berharap program studi tersebut dapat mencapai akreditasi unggul, meningkatkan publikasi internasional, serta memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Harapannya tentu Prodi KPI bisa mencapai akreditasi unggul. Selain itu, publikasi internasional juga perlu kita tingkatkan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga harus diperkuat,” kata Mifda.
Menurutnya, publikasi dan pengabdian perlu terus ditingkatkan sebagai bagian dari pengembangan akademik dan kontribusi Prodi KPI kepada masyarakat.
“Publikasi dan pengabdian itu menjadi bagian penting dalam pengembangan program studi. Jadi, bukan hanya bagaimana kita mengembangkan mahasiswa di dalam kampus, tetapi juga bagaimana Prodi KPI bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat,” tambahnya.
Dengan pengalaman di bidang jurnalistik, komunikasi, dan akademik, Mifda Hilmiyah kini melanjutkan perannya dalam mengembangkan Prodi KPI IAIN Parepare. Fokusnya tidak hanya pada pengelolaan program studi, tetapi juga pada bagaimana mahasiswa dapat memiliki kompetensi dan keahlian yang sesuai dengan bidang komunikasi yang mereka tekuni.
Penulis: Amelia Sri Wahyuni











