PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Pemerintah Kota Parepare bersama Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Makassar, serta Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Bakti Sosial World Heart Day 2026. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) di sejumlah lokasi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Kegiatan mengusung tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang menekankan bahwa penyakit jantung dapat terjadi tanpa menunjukkan gejala yang mudah dikenali.
Kegiatan senam jantung sehat dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) bersama Fakultas Kedokteran Unhas digelar di Lapangan Andi Makkasau, Parepare. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Parepare, Tasming Hamid.
Tasming mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian Bakti Sosial World Heart Day 2026. Dia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung.
“Semoga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung,” kata Tasming.
Selain senam jantung sehat dan pelatihan BHD, panitia juga menyiapkan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat yang dipusatkan di Lapangan Andi Makkasau. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pencegahan penyakit jantung serta langkah pertolongan pertama dalam kondisi darurat.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi seminar kesehatan bagi tenaga kesehatan (nakes) di Auditorium Rajab Wali Kota serta pemeriksaan atau skrining penyakit jantung bawaan (PJB) dan penyakit jantung rematik (PJR) di Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie.
Skrining penyakit jantung bawaan juga menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD). Orang tua diimbau memperhatikan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai, seperti bibir atau kuku yang tampak kebiruan, terutama saat anak menangis atau beraktivitas, mudah lelah atau sesak napas ketika bermain, berat badan sulit bertambah, serta pneumonia berulang.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali faktor risiko, mewaspadai gejala, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara tepat. Upaya edukasi dan deteksi dini tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kepedulian masyarakat Parepare terhadap kesehatan jantung.











