PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Sittiaman (50), penjual putu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli. Ia menduga beberapa penyebab kurangnya pembeli karena program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab sejak adanya program tersebut pendapatan hariannya kini tak lagi seperti sebelumnya.
Sittiaman (50), yang sehari-harinya berjualan di sekitar gerbang Pasar Senggol, Jalan Hasanuddin, Parepare, mengatakan pendapatannya sebelum adanya program MBG bisa mencapai Rp 500 ribu. Namun, kini hasil penjualannya hanya berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu perharinya.
“Pendapatan sekarang tidak seperti dulu. Pembeli juga sudah berkurang,” ungkap Sittiaman.
Ia juga menilai kondisi Pasar Senggol yang semakin sepi turut memengaruhi penjualan putunya. Aktivitas di sekitar lokasi berjualan yang tidak seramai sebelumnya membuat pendapatan hariannya ikut menurun.
Sittiaman mengaku telah lama menekuni pekerjaan sebagai penjual putu. Meski tidak mengingat secara pasti sejak tahun berapa mulai berjualan, ia mengatakan sudah menjalani pekerjaan tersebut sejak anaknya masih satu orang.
Sebagai warga asli Parepare, Sittiaman mengaku tetap ingin bertahan dengan pekerjaannya. Baginya, berjualan putu merupakan mata pencaharian yang telah lama dijalani untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam menjalankan usahanya, ia juga dibantu oleh anaknya. Meski menghadapi penurunan pendapatan, Sittiaman tidak ingin beralih profesi dan berharap tetap bisa berjualan seperti biasa.
“Ya, semoga bisa terus menjual seperti ini,” ujarnya.
Reporter: Akbar B. (Mahasiswa Magang PPL STAIN Majene)












