SIDRAP, PIJARNEWS.COM– Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mendorong perangkat desa tidak hanya fokus pada pelayanan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dan pengembangan potensi lokal. Dia meminta setiap desa memiliki ciri khas atau branding sesuai dengan potensi unggulannya masing-masing.
Hal itu disampaikan Syaharuddin saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Sidrap periode 2026-2031 di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Kamis (29/10/2026).
Dalam kegiatan bertema ‘Mengabdi dari Desa, Berkarya untuk Sidrap’ tersebut, Ketua PPDI Sulawesi Selatan, Taba Halilintar, melantik Muhammad Saharuddin sebagai Ketua PPDI Kabupaten Sidrap bersama jajaran pengurus lainnya.
Sebanyak 127 pengurus dan anggota dari 68 desa turut dilantik dan dikukuhkan. Prosesi tersebut disaksikan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah. Hadir pula perwakilan Forkopimda, pejabat Pemkab Sidrap, serta sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan dan organisasi lainnya.
Dalam sambutannya, Syaharuddin menegaskan pentingnya kolaborasi antara PPDI dan pemerintah desa. Menurutnya, kedua pihak harus saling mendukung, bukan justru menjadi kompetitor.
“Organisasi PPDI bersama pemerintah desa tidak boleh menganggap sebagai kompetitor. Kita harus menganggap ini sebagai kolaborasi. Misi utamanya adalah memperjuangkan kesejahteraan perangkat desa,” tegas Syaharuddin.
Dia mengatakan, perangkat desa memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan perangkat desa perlu menjadi perhatian untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan desa.
Selain itu, Syaharuddin meminta setiap desa menggali dan mengembangkan potensi unggulan masing-masing. Dia ingin desa-desa di Sidrap memiliki identitas yang jelas melalui konsep branding berbasis potensi lokal.
“Saya mau mendorong setiap desa harus punya branding desa masing-masing. Harus punya potensi desa yang berbeda-beda berdasarkan tematik desanya,” ujarnya.
Menurut Syaharuddin, pengembangan desa tidak cukup hanya berorientasi pada sektor ekonomi. Penataan lingkungan juga harus menjadi perhatian agar desa terlihat bersih, tertata, asri, dan memiliki daya tarik.
“Bagaimana membuat desa-desa kita menjadi bersih, tertata rapi, asri, estetik, instagramable, supaya orang-orang datang dengan prestasi-prestasi yang diraih oleh desa kita,” katanya.
Dia berharap setiap desa mampu mengoptimalkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi sekaligus sumber kebanggaan masyarakat. Dengan begitu, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga mampu tampil sebagai pusat inovasi dan kreativitas.
Syaharuddin juga mengajak pengurus PPDI yang baru dilantik untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program pembangunan dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PPDI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun desa. Mari kita bekerja bersama, berkolaborasi, dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tuturnya.
Melalui kepengurusan PPDI periode 2026-2031, diharapkan solidaritas perangkat desa semakin kuat, kualitas pelayanan publik meningkat, serta lahir berbagai inovasi yang mendorong desa-desa di Sidrap menjadi lebih maju, mandiri, dan memiliki keunggulan sesuai potensi masing-masing.












