• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 9 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Jackie Chan dan Jet Li versus Pesilat Bugis di Pamanca The Movie

Editor: Ibrah La Iman
9 Maret 2017
di Sulselbar
Jackie Chan dan Jet Li versus Pesilat Bugis di Pamanca The Movie

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM – Kehadiran dua aktor laga Asia, Jackie Chan dan Jet Li dalam film garapan anak Makassar, yakni Pamanca The Movie sudah dalam tahap pemberian skenario kepada keduanya. Namun apa peran mereka dalam film bergenre action ini?

Penulis skenario ‘Pamanca the Movie’ Barnadi Zakaria mengatakan film ini mengadopsi sejarah yang terjadi di Sulawesi Selatan pada tahun 1800an, di mana tokoh pamanca akan bertemu berbagai pedagang berbagai negara, termusuk pedagang dari Tionghoa. Nah, bisa jadi karakter pedangan dari Tionghoa inilah yang akan diisi oleh Jackie Chan dan Jet Li.

Meski demikian Barnadi belum berani memastikan apakah karakter asal Tionghoa itu akan diisi oleh kedua aktor silat level dunia itu. Karena menurutnya, dirinya hanya mengurusi skenario jalannya cerita.

BeritaTerkait

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026

“Soal nanti siapa yg mengisi pemeran itu (tokoh Tionghoa), kita akan lihat. Yang pasti ada beberapa tokoh akan diisi oleh orang Tionghoa, ” kata Barnadi.

Barnadi juga menjelaskan mengenai bagaimana Produser Eksekutif Pamanca the Movie, Muhammad Basir alias Den Raffy mampu mendatangkan aktor termahal kedua dunia serta peraih piala Oscar itu ke dalam film serat kebudayaan Sulawesi Selatan. Menurutnya, soal bayaran kepada Jackie Chan sudah pasti Den Raffy tidak mampu.

“Namun jika keinginan kita dalam rangka mengembangkan perfilman Indonesia lewat jaringan Den Raffy dan semua potensial yang kami miliki, tentu kami dorong semua agar bisa mewujudkan apa yang diharapkan.” ucapnya.

Dia berharap film yang tengah dalam tahap pra produksi ini berhasil menunjukan entitas dan identitas kebudayaan Sulawesi Selatan dalam seni bela diri Pamanca yang mungkin saat ini sudah mulai ditinggalkan orang.

Secara literal, kata Barnadi, pemanca adalah pesilat khas Makassar-Bugis dan kental disebut sebagai istila manca’. Film ini meminjam latar sejarah sebagai tempat untuk memunculkan tokoh dan mempertemukan tokoh dengan tokoh yang lain.

“Tetapi kami tidak ingin menyebut filim ini sebagai film sejarah karena kami ingin menghindari perdebatan alot ditengah masyarakat soal sejarah.” ujarnya lagi.

Film ini juga yang membedakan dengan film-film garapan anak Makassar yang lebih dulu tayang di bioskop. Seperti Film Uang Panai, Film Silariang karya Rere Art2tonic (menyusul Silariang karya Ichwan Persada) dan lainnya.

“Film action ini membedakan dengan film-film yabg lebih dulu tayang di Makassar. Ini genre action dan mungkin film pertama action di Indonesia Timur. ”

Nuansa film ini menggabungkan empat referensi film, kata Barnadi, pertama film action seperti Grand Master, film romantis seperti Habibie-Ainun dan film berlatar sejarah seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan dan fantasinya seperti Lord of the Ring.

(gon/ris)

Terkait: FilmMakassarSilat

BeritaTerkait

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Editor: Muhammad Tohir
5 Juli 2026

...

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Editor: Muhammad Tohir
30 Januari 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi