• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 14 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Lingkungan

Abrasi Sungai Saddang Kian Meluas, Warga Sebut Sejak 2018- Sekarang Belum Ada Tindakan

Editor: Tohir Muhammad
30 Mei 2024
di Lingkungan, Sulselbar

Foto Terbaru Abrasi Telah Memakan Lahan Warga (Rabu 29/5/2024)

PINRANG, PIJARNEWS.COM – “Kami tidak tahu mau berbuat apa, karena sejak tahun 2018 Warga mendatangi kantor DPRD Pinrang untuk berdialog, 2020 warga juga melakukan aksi damai untuk berdialog dengan DPRD, namun sampai sekarang tak ada tindakan penanganan,”.

Demikian ungkapan keresahan salah seorang warga Kelurahan Teppo, Kabupaten Pinrang, Muhammad Taufik, setelah segala upaya swadaya serta koordinasi terkait abrasi sungai Saddang dengan pihak terkait telah dilakukan oleh warga, namun hasilnya masih nihil hingga saat ini.

Abrasi sungai Saddang terus terjadi dan semakin parah. Dampak dari abrasi tersebut sekira 200 hektare lebih lahan perkebunan dan persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat kelurahan Teppo telah hilang.

Sementara itu, Kurang dari 250 meter lagi pemukiman warga juga akan habis jika tidak ditangani dengan cepat.

BeritaTerkait

Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

12 Juli 2026
Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

12 Juli 2026
Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026

Taufik menambahkan, selain itu pihaknya juga telah melaporkan kepada kepala Lurah, akan tetapi kelurahan juga tidak memiliki daya dalam menangani abrasi.

Taufik yang juga merupakan Tokoh Pemuda ini, mengungkapkan bahwa peristiwa abrasi sungai Saddang sesungguhnya telah bermula sejak dia masih kecil.

“Sungai saddang mulai abrasi sekitar tahun 1996, karena di pinggiran sungai saddang dulunya tempat bermain mencari udang dan ikan bagi anak. Cuman diakhir tahun 2014 warga mulai mengalami keresahan tinggi karena melihat pinggiran sungai saddang yang terkadang mengalami longsor kecil-kecilan di luar dari musim hujan,” katanya.

“Apa lagi jika terjadi musim hujan air sungai saddang dapat menghilangkan tanah perkebunan dan persawahan warga sekitar 5 meter perjam,” lanjutnya.

Taufik menjelaskan bahwa hingga saat ini jika terjadi abrasi, warga hanya sekedar diam tak bisa apa-apa dan pasrah dengan apa yang terjadi.

Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa turun tangan mengatasi persoalan tersebut. “Terkait adanya abrasi ini, setidaknya ditangani secepatnya bukan sekedar janji lagi, sebelum pemukiman warga juga ikut terdampak,” harapnya.

Ditempat terpisah, Lurah Teppo, Abdullah menyebut, pihaknya sudah melakukan upaya menghadirkan langsung DPRD Pinrang juga pemerintah terkait untuk meninjau Abrasi Sungai di Kelurahan Masolo.

“Kami sudah mendatangkan ketua DPRD Pinrang, untuk kunjungan bersama dengan anggotanya dilokasi kejadian, setelah itu kami langsung ke Makassar tepatnya di Jeneberang, bagaimana supaya dikerjakan secepatnya,” katanya.

Sehingga pada diakhir April lalu, pihak balai sungai juga turun melihat kondisi.

“Untuk sementara saya masih menunggu lagi dari komisi II anggota DPRD kabupaten Pinrang, untuk melihat kondisi,” kata Abdullah.

Abdullah berharap, abrasi sungai tersebut segera ditangani, jika tidak warga semakin resah dan juga akan berdampak lebih luas.

“Saya kira kedepannya harus dikerjakan, karena jika penanganannya terlambat, maka akan lebih parah lagi, karena abrasi ini sudah sangat dekat dengan pemukiman warga,” harapnya.

Reporter: Rizkyanti

Terkait: AbrasiDPRDPinrangSungai Saddang

BeritaTerkait

Pesta Nelayan Ujung Labuang Jadi Daya Tarik Wisata, Dongkrak Ekonomi Warga

Pesta Nelayan Ujung Labuang Jadi Daya Tarik Wisata, Dongkrak Ekonomi Warga

Editor: Tohir Muhammad
9 Juli 2026

...

DPRD dan Pemkot Parepare Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

DPRD dan Pemkot Parepare Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Editor: Tohir Muhammad
7 Juli 2026

...

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Tohir Muhammad
19 Juni 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi