• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Lingkungan

Abrasi Sungai Saddang Kian Meluas, Warga Sebut Sejak 2018- Sekarang Belum Ada Tindakan

Editor: Tohir Muhammad
30 Mei 2024
di Lingkungan, Sulselbar

Foto Terbaru Abrasi Telah Memakan Lahan Warga (Rabu 29/5/2024)

PINRANG, PIJARNEWS.COM – “Kami tidak tahu mau berbuat apa, karena sejak tahun 2018 Warga mendatangi kantor DPRD Pinrang untuk berdialog, 2020 warga juga melakukan aksi damai untuk berdialog dengan DPRD, namun sampai sekarang tak ada tindakan penanganan,”.

Demikian ungkapan keresahan salah seorang warga Kelurahan Teppo, Kabupaten Pinrang, Muhammad Taufik, setelah segala upaya swadaya serta koordinasi terkait abrasi sungai Saddang dengan pihak terkait telah dilakukan oleh warga, namun hasilnya masih nihil hingga saat ini.

Abrasi sungai Saddang terus terjadi dan semakin parah. Dampak dari abrasi tersebut sekira 200 hektare lebih lahan perkebunan dan persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat kelurahan Teppo telah hilang.

Sementara itu, Kurang dari 250 meter lagi pemukiman warga juga akan habis jika tidak ditangani dengan cepat.

BeritaTerkait

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
PLN Peduli dan Yayasan Dampak Rappo Indonesia Perkuat Pengelolaan Bank Sampah Unit Makkio Baji Bagi Warga Lokal

PLN Peduli dan Yayasan Dampak Rappo Indonesia Perkuat Pengelolaan Bank Sampah Unit Makkio Baji Bagi Warga Lokal

20 Agustus 2026
Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

19 Agustus 2026

Taufik menambahkan, selain itu pihaknya juga telah melaporkan kepada kepala Lurah, akan tetapi kelurahan juga tidak memiliki daya dalam menangani abrasi.

Taufik yang juga merupakan Tokoh Pemuda ini, mengungkapkan bahwa peristiwa abrasi sungai Saddang sesungguhnya telah bermula sejak dia masih kecil.

“Sungai saddang mulai abrasi sekitar tahun 1996, karena di pinggiran sungai saddang dulunya tempat bermain mencari udang dan ikan bagi anak. Cuman diakhir tahun 2014 warga mulai mengalami keresahan tinggi karena melihat pinggiran sungai saddang yang terkadang mengalami longsor kecil-kecilan di luar dari musim hujan,” katanya.

“Apa lagi jika terjadi musim hujan air sungai saddang dapat menghilangkan tanah perkebunan dan persawahan warga sekitar 5 meter perjam,” lanjutnya.

Taufik menjelaskan bahwa hingga saat ini jika terjadi abrasi, warga hanya sekedar diam tak bisa apa-apa dan pasrah dengan apa yang terjadi.

Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa turun tangan mengatasi persoalan tersebut. “Terkait adanya abrasi ini, setidaknya ditangani secepatnya bukan sekedar janji lagi, sebelum pemukiman warga juga ikut terdampak,” harapnya.

Ditempat terpisah, Lurah Teppo, Abdullah menyebut, pihaknya sudah melakukan upaya menghadirkan langsung DPRD Pinrang juga pemerintah terkait untuk meninjau Abrasi Sungai di Kelurahan Masolo.

“Kami sudah mendatangkan ketua DPRD Pinrang, untuk kunjungan bersama dengan anggotanya dilokasi kejadian, setelah itu kami langsung ke Makassar tepatnya di Jeneberang, bagaimana supaya dikerjakan secepatnya,” katanya.

Sehingga pada diakhir April lalu, pihak balai sungai juga turun melihat kondisi.

“Untuk sementara saya masih menunggu lagi dari komisi II anggota DPRD kabupaten Pinrang, untuk melihat kondisi,” kata Abdullah.

Abdullah berharap, abrasi sungai tersebut segera ditangani, jika tidak warga semakin resah dan juga akan berdampak lebih luas.

“Saya kira kedepannya harus dikerjakan, karena jika penanganannya terlambat, maka akan lebih parah lagi, karena abrasi ini sudah sangat dekat dengan pemukiman warga,” harapnya.

Reporter: Rizkyanti

Terkait: AbrasiDPRDPinrangSungai Saddang

BeritaTerkait

DPRD dan Pemkab Sidrap Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Jadi Landasan Penyusunan APBD

DPRD dan Pemkab Sidrap Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Jadi Landasan Penyusunan APBD

Editor: Tohir Muhammad
14 Agustus 2026

...

Festival Literasi Pinrang Digelar 5 Hari, Dorong Budaya Baca dan Gerakkan Ekonomi UMKM

Festival Literasi Pinrang Digelar 5 Hari, Dorong Budaya Baca dan Gerakkan Ekonomi UMKM

Editor: Tohir Muhammad
12 Agustus 2026

...

Kompetisi Basket 3×3 di Pinrang Berakhir, Bupati Dorong Jadi Agenda Tahunan

Kompetisi Basket 3×3 di Pinrang Berakhir, Bupati Dorong Jadi Agenda Tahunan

Editor: Tohir Muhammad
10 Agustus 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi