PAREPARE, PIJARNEWS.COM–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi siswa tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Kebijakan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi kesehatan peserta didik dari paparan kabut asap yang mengandung partikel halus PM2,5. Partikel tersebut berisiko mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan anak-anak.
Saat ditemui dikantornya pada, Kamis (15/10/2026) Kepala Disdikbud Kota Parepare, Andriani Idrus, melalui sekretaris Disdikbud Johansyah, S.Pd., M.Pd mengatakan pembelajaran daring diberlakukan untuk sementara waktu sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.
Pembelajaran daring dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Sementara itu, keputusan mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Senin mendatang akan ditentukan berdasarkan perkembangan kondisi udara selama akhir pekan.
Disdikbud Parepare akan mengevaluasi kondisi tersebut untuk menentukan apakah siswa sudah dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka atau masih harus belajar secara daring.
Di sisi lain, Disdikbud Parepare tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring, termasuk untuk memenuhi kebutuhan akses internet siswa.
Sekretaris Disdikbud Kota Parepare, Johansyah, mengatakan teknis pelaksanaan pembelajaran daring diserahkan kepada masing-masing sekolah.
“Sekolah daring ini dilakukan supaya anak-anak didik kita tidak terdampak kabut asap yang terjadi sekarang. Jadi, sekolah bebas memberikan pembelajaran kepada siswa selama kegiatan daring,” ujar Johansyah.
Dengan kebijakan tersebut, setiap sekolah memiliki keleluasaan untuk menentukan metode pembelajaran yang sesuai selama kegiatan belajar mengajar berlangsung secara daring.
Sementara itu, pemerintah daerah masih perlu memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Reporter: Akbar B. (Mahasiswa Magang PPL STAIN Majene)












