• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 17 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Analisis Kebijakan Politik yang Mendukung UMKM di Kota Parepare

Oleh: Cindy Friti Sandra (Mahasiswa KPI IAIN Parepare)

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
22 Juni 2025
di Opini

OPINI-Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kota Parepare. UMKM berperan besar dalam menyerap tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Keberadaan UMKM juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat struktur ekonomi yang lebih inklusif. Oleh karena itu, kebijakan politik yang mendukung pengembangan UMKM sangat penting untuk menjamin keberlangsungan dan pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan.

Di Kota Parepare, pemerintah daerah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang diarahkan untuk memberdayakan pelaku UMKM. Upaya ini dilakukan melalui beberapa program yang fokus pada pemberian pelatihan, pengembangan produk, peningkatan akses pasar, serta penyediaan modal usaha. Kebijakan yang dirancang berorientasi pada penciptaan iklim usaha yang kondusif agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Salah satu kebijakan yang sangat berarti bagi pelaku UMKM adalah pembebasan biaya perizinan usaha. Dengan langkah ini, pemerintah menghilangkan salah satu hambatan utama yang selama ini dirasakan pelaku UMKM, yaitu biaya dan prosedur perizinan yang rumit. Bebas biaya ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk melakukan legalisasi usaha mereka, sehingga memberikan perlindungan hukum dan membuka akses terhadap berbagai fasilitas pemerintah.

Pemerintah daerah aktif menyelenggarakan bazar dan pameran produk UMKM di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat kecamatan hingga regional. Kegiatan ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat, sekaligus membuka jaringan bisnis baru. Pameran juga menjadi ajang strategis untuk memperkuat brand produk lokal serta memacu daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Pentingnya adaptasi teknologi juga menjadi perhatian pemerintah Kota Parepare. Dorongan untuk memanfaatkan platform digital, seperti e-commerce dan media sosial, semakin intensif dilakukan agar pelaku UMKM tidak tertinggal dalam perkembangan pasar modern. Pendampingan teknis diberikan agar UMKM dapat mengelola pemasaran digital dengan baik, mulai dari pembuatan konten hingga transaksi online.

Berita Terkait

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Peran politik dalam menguatkan kebijakan tersebut sangat vital. DPRD Kota Parepare dan pemerintah daerah secara aktif mengalokasikan anggaran serta merumuskan regulasi yang mendukung pengembangan UMKM. Partai politik pun kerap memasukkan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari agenda utama mereka, khususnya dalam masa kampanye. Hal ini mendorong lahirnya berbagai program pro-UMKM yang lebih intensif dan komprehensif.

Namun, dalam pelaksanaannya sejumlah tantangan masih menghambat efektivitas kebijakan tersebut. Proses perizinan, meskipun sudah diberi pembebasan biaya, masih memerlukan waktu yang relatif lama dan sosialisasi yang kurang memadai. Banyak pelaku UMKM yang enggan mengurus izin usaha secara resmi karena merasa prosedurnya membingungkan dan menyita waktu.

Akses permodalan menjadi kendala utama lainnya karena bank dan lembaga keuangan sering kali menerapkan persyaratan yang ketat, sehingga pelaku usaha kecil sulit memenuhi kriteria kredit. Kondisi ini membuat banyak UMKM harus bergantung pada sumber modal informal yang rentan terhadap risiko tinggi. Program dana bergulir dan kredit mikro dari pemerintah yang ada saat ini belum merata dan belum sepenuhnya menjangkau pelaku UMKM di wilayah pinggiran atau desa.

Kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital disebabkan banyaknya pelaku usaha yang belum memiliki pengetahuan memadai untuk memasarkan produk secara online, padahal pemasaran digital kini menjadi kunci utama untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Ketertinggalan ini dapat membuat UMKM sulit bersaing, khususnya dengan produk-produk dari daerah lain yang sudah lebih dulu menguasai teknologi.

Koordinasi antar instansi pemerintah terkait pemberdayaan UMKM juga masih perlu ditingkatkan karena program-program yang ada terkadang berjalan sendiri-sendiri, bahkan saling tumpang tindih sehingga sumber daya dan anggaran tidak digunakan secara optimal. Hal ini menyebabkan dampak dari kebijakan yang sudah dibuat belum maksimal terasa di masyarakat.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, pemerintah perlu melakukan penyederhanaan dan percepatan proses perizinan, serta meningkatkan sosialisasi agar pelaku UMKM benar-benar memahami manfaat dan tata cara pengurusan izin usaha. Pemanfaatan layanan perizinan secara daring bisa menjadi solusi efektif untuk meminimalkan birokrasi yang berbelit. Memperluas akses permodalan menjadi langkah penting berikutnya dengan begitu pemerintah bisa menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan non-bank, koperasi, dan lembaga pembiayaan lainnya untuk menyediakan pinjaman yang mudah diakses dengan bunga ringan dan persyaratan fleksibel. Program dana bergulir perlu diperkuat dan diperluas cakupannya agar menjangkau lebih banyak pelaku usaha di berbagai wilayah.

Pelatihan dan pendampingan yang menyasar kemampuan manajemen usaha dan pemasaran digital harus diperbanyak dengan berkolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta dapat menjadi solusi efektif untuk memberikan pelatihan yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan pasar.

Peningkatan koordinasi antar instansi juga sangat penting agar kebijakan yang ada berjalan selaras dan terintegrasi dengan car pembentukan forum lintas sektor yang fokus pada pengembangan UMKM dapat menjadi wadah komunikasi, evaluasi, dan perencanaan bersama sehingga program-program pemberdayaan dapat berjalan sinergis dan berdampak lebih besar.

Kebijakan yang inklusif sangat diperlukan agar semua pelaku UMKM, termasuk mereka yang berasal dari kelompok rentan dan wilayah terpencil, mendapatkan kesempatan yang setara untuk mendapatkan program pemberdayaan. Hal ini penting untuk mendorong pemerataan pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Dukungan dari masyarakat, akademisi, dan sektor swasta juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku UMKM, dan berbagai elemen masyarakat akan memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Dengan begitu, UMKM dapat berkembang menjadi sektor ekonomi yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Berdasarkan penjelasan diatas maka kebijakan politik yang mendukung UMKM di Kota Parepare sudah berada pada jalur yang tepat. Berbagai program dan kebijakan telah memberikan manfaat yang nyata, namun masih ada ruang perbaikan agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan. Dengan perhatian serius terhadap berbagai tantangan yang dihadapi, serta dukungan berbagai pihak, UMKM di Parepare dapat menjadi motor penggerak perekonomian daerah yang berdaya saing dan inklusif.

Pemberdayaan UMKM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Keterlibatan sektor swasta dalam pembinaan dan pengembangan UMKM, serta kontribusi akademisi dalam riset dan inovasi, akan menjadi pendukung kuat agar kebijakan dan program pemberdayaan UMKM dapat berjalan efektif dan membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat Kota Parepare. (*)

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi.PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Terkait: OpiniUMKM

TerkaitBerita

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

BeritaTerkini

Ramadhan Fair Vol.5 Resmi Ditutup, Tasming Hamid Apresiasi HIPMI Parepare

Editor: Muhammad Tohir
16 Maret 2026

Bukber Bersama Jurnalis, Wali Kota Parepare: Kita Ingin Suasana Lebih Akrab, Makanya Tanpa Protokoler

Bukber Bersama Jurnalis, Wali Kota Parepare: Kita Ingin Suasana Lebih Akrab, Makanya Tanpa Protokoler

Editor: Muhammad Tohir
16 Maret 2026

Bersama Forkopimda, Wali Kota Parepare Pantau Arus Mudik di Pelabuhan

Editor: Muhammad Tohir
16 Maret 2026

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan