PINRANG, PIJARNEWS.COM – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan anggota kepolisian yang hanyut terseret arus di Kampung Rampusa, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai yang meluap.
Koordinator SAR Parepare, Agussalim, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat korban berupaya menyeberangi sungai yang posisinya berada di dekat jalan raya. Kondisi cuaca yang buruk menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap ke area sekitar.
“Untuk kronologis kejadian, satu orang korban terseret arus di Kabupaten Pinrang. Kondisi sungai yang meluap dan korban menyeberang di kondisi sungai tersebut,” ujar Agussalim dalam keterangannya kepada Pijarnews.com, Senin (9/3/2026).
Setelah pencarian intensif dilakukan, jasad korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Titik penemuan berada cukup jauh dari lokasi awal korban dilaporkan terjatuh dan terseret arus deras.
“Untuk korban ditemukan Tim SAR Gabungan, kurang lebih jaraknya 1,2 kilometer dari titik korban terjatuh dan terseret arus,” lanjut Agussalim.
Meskipun jasad korban telah ditemukan, proses evakuasi menuju titik aman menghadapi tantangan berat. Agussalim menyebutkan bahwa selain kendala jaringan komunikasi di lokasi kejadian, tim di lapangan harus melewati medan yang sangat ekstrem.
Petugas harus mengangkut jenazah melewati tebing sungai dengan kemiringan yang sangat curam untuk mencapai jalur utama.
“Hambatan yang pertama kondisi di lokasi tidak ada jaringan sehingga komunikasi kami dengan posko terjadi kendala. Kemudian medan yang kita lewati itu kemiringan daripada tebing mencapai 65 sampai 70 derajat,” jelasnya.
Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Otoritas setempat mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi luapan sungai, terutama saat melintasi jalur yang berdekatan dengan arus air di musim hujan. (*)
Reporter: Faizal Lupphy
















