• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 27 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Peristiwa

Awalnya Dikira Kayu Besar, Begitu Didekati Ternyata Bangkai Ikan Paus

Editor: Abdillah MS
14 Februari 2018
di Peristiwa, Sulselbar
Bangkai ikan paus

Sejumlah warga menyaksikan adanya bangkai ikan paus yang terdampar di pesisir pantai Mallusetasi Barru (foto: Amiruddin Pujo/ pijar).

BARRU, PIJARNEWS.COM —  Warga Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan adanya bangkai ikan paus yang tedampar di pinggiran pantai. Ikan paus berukuran sekira 7 meter dan berat lebih dari 50 ton itu,  diperkirakan mati sejak sebulan lalu dan diduga karena hantaman ombak yang cukup keras, sehingga terdampar ke pesisir pantai.

Ardan, salah seorang warga setempat mengaku, awalnya mengira jika bangkai ikan paus tersebut hanya kayu besar, setelah dirinya semakin mendekat, ternyata yang ia temukan itu adalah ikan paus yang sudah mati dan telah mengelurkan aroma kurang sedap yang menyengat.

” Pertamanya saya kira hanya kayu besar, karena terseret ombak sehinngga ikan paus ini semakin dekat di perahu saya, ternyata bangkai ikan paus yang sudah baunya menyengat, panjangnya kira-kira 7 sampai 10 meterlah, kalau beratnya kira-kira 50 ton begitu,” terang Ardan, saat ditemui pijar, Rabu (14/2/2018).

Lebih lanjut Ardan mengatakan, saat pertama kali ia temukan, bangkai ikan paus ini dalam keadaan mengapung di atas perairan Mallusetasi, dengan kondisi kulit sudah mulai terkelupas dan ditumbuhi karang. Akibat mengelurkan aroma kurang sedap yang menyengat, warga pesisir pantai merasa sangat terganggu. (amr/abd)

BeritaTerkait

Dua Rumah Panggung di Jalan Syamsul Bahri Parepare Ludes Terbakar

Dua Rumah Panggung di Jalan Syamsul Bahri Parepare Ludes Terbakar

16 Juli 2026
UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

16 Juli 2026
Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

12 Juli 2026
Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

12 Juli 2026
Terkait: Desa Kupaikan pausKabupaten BarruKecamatan Mallusetasi

BeritaTerkait

“Perjuangan” Nikmati Tiram Bakar di Barru

“Perjuangan” Nikmati Tiram Bakar di Barru

Editor: Tim Redaksi
10 September 2023

...

Jabat Wakapolres Barru, Kompol Akbar Usman Siap Bantu Pimpinan

Jabat Wakapolres Barru, Kompol Akbar Usman Siap Bantu Pimpinan

Editor: Tohir Muhammad
30 Juli 2022

...

Mahasiswi IAIN Parepare Geluti Jasa Lukis Henna Art, Yuk Intip Penghasilannya

Mahasiswi IAIN Parepare Geluti Jasa Lukis Henna Art, Yuk Intip Penghasilannya

Editor: Tim Redaksi
26 Juni 2022

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi