• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

Dari Anak Panti Asuhan Hingga Jadi Guru Besar: Liku Perjuangan Prof. Usman yang Menginspirasi

Editor: Tohir Muhammad
12 Juli 2026
di Pendidikan

SIDRAP, PIJARNEWS.COM– Momen pengukuhan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Prof. Dr. Usman, M.S.Pd., S.IP., M.Pd., tak hanya menjadi tonggak sejarah bagi kampus, tetapi juga menghadirkan kisah perjuangan yang menginspirasi.

Dalam prosesi Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UMS Rappang yang berlangsung di Auditorium H. Zaini Razak, Sabtu (11/7/2026), Prof. Usman mengungkap liku perjalanan hidupnya yang penuh keterbatasan sebelum akhirnya menyandang jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar.

Acara tersebut dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Ambo Asse, perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerussalem, S.T., M.T., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Dr. Andi Lukman, Ketua Ikatan Alumni UMS Rappang yang juga Bupati Sidenreng Rappang H. Syaharuddin Alrif, serta sivitas akademika dan para tamu undangan.

Dengan dikukuhkannya Prof. Usman, UMS Rappang kini memiliki empat guru besar. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai bukti meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan pengembangan akademik di lingkungan kampus.

BeritaTerkait

Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

22 Oktober 2026
Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
SMAN 5 Parepare Gelar Open House Virtual, Kenalkan Program Sekolah Unggul Garuda Transformatif

SMAN 5 Parepare Gelar Open House Virtual, Kenalkan Program Sekolah Unggul Garuda Transformatif

18 Oktober 2026
Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Usman tidak hanya memaparkan gagasan tentang pengembangan model pembelajaran sesuai bidang kepakarannya. Ia juga membagikan kisah hidup menginspirasi.

Ia mengaku merupakan alumni Panti Asuhan Sejati Rappang yang tumbuh dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Bahkan, demi bisa melanjutkan pendidikan, ia harus bekerja mencari rotan di hutan untuk dijual agar memiliki ongkos perjalanan ke panti.

“Kalau pulang ke Rappang, sering kali saya tidak punya ongkos. Saya masuk hutan mengambil rotan, kemudian dijual supaya bisa naik mobil,” kenangnya.

Ia juga mengenang pengalaman berjalan kaki puluhan kilometer dari Tanru Tedong menuju Compong hanya karena tidak memiliki uang Rp5.000 untuk membayar ongkos kendaraan.

“Saya pernah berjalan kaki sekitar 30 kilometer pada malam hari. Saat itu saya hanya punya uang Rp5.000. Sopir tidak mau mengantar kalau ongkosnya kurang. Uang itu akhirnya dipakai membeli biskuit karena kami lapar, sehingga kami memilih berjalan kaki sampai tujuan,” tuturnya.

Perjalanan tersebut harus ditempuh melewati jalan setapak yang gelap, bahkan beberapa kali berpapasan dengan hewan liar. Namun, kondisi itu tidak pernah mematahkan semangatnya untuk terus menempuh pendidikan.

Prof. Usman juga mengungkapkan bahwa saat meninggalkan kampung halamannya untuk tinggal di panti asuhan, ia nyaris tidak memiliki apa pun selain pakaian sekolah yang dikenakannya. Dari kehidupan sederhana itulah ia mulai membangun mimpi melalui pendidikan.

Menurutnya, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia mengajak generasi muda agar tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan untuk berhenti belajar.

“apa yang dikatakan Pak Rektor, boleh kita tinggal di kampung, bukan berarti kita harus berpikiran kampungan. Pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan,” ujarnya.
Di akhir orasi, Prof. Usman menyampaikan rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dilaluinya. Ia menilai setiap tantangan menjadi bagian dari proses yang mengantarkannya hingga berhasil meraih gelar profesor. Prof Usman juga tak lupa menymapikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, Istri dan anak, Keluarga, civitas akademika UMS Rappang serta Rektor UMS Rappang Prof.Dr. H.Jamaluddin Ahmad.
“Betul apa yang dikatakan pak Rektor bahwa, pemimpin itu Adalah yang tau jalan, melihat jalan dan mengajak jalan Bersama,” tutupnya.

Terkait: Anak PantiGuru BesarProfUMS Rappang

Berita Terkait

Wabup Sidrap Minta Guru Terus Upgrade Kompetensi dan Profesionalisme

Wabup Sidrap Minta Guru Terus Upgrade Kompetensi dan Profesionalisme

Editor: Tohir Muhammad
28 September 2026

...

UMS Rappang Siapkan English Competition 2026, Bupati Sidrap Ajak Pelajar Ikut Mendaftar

UMS Rappang Siapkan English Competition 2026, Bupati Sidrap Ajak Pelajar Ikut Mendaftar

Editor: Tohir Muhammad
24 September 2026

...

Lepas Mahasiswa Adminkes UMS Rappang Terjun ke Enrekang, WR I Ungkap Sejarah La Kamummu (warna ungu)

Lepas Mahasiswa Adminkes UMS Rappang Terjun ke Enrekang, WR I Ungkap Sejarah La Kamummu (warna ungu)

Editor: Tohir Muhammad
28 Juli 2026

...

Berita Populer

  • Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Santri di Pentas Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kenal Lelah, Kakek 70 Tahun di Parepare Tetap Kayuh Becak demi Nafkah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi