• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 4 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pariwisata

Ficer : Terapkan Prokes, Wisatawan Takjub Lihat Pesona Pantai Dato’ Majene

Editor: Alfiansyah Anwar
12 November 2020
di Pariwisata, Sulselbar
Pantai Dato

Suasana rombongan wisatawan asal Lampa Pinrang yang umumnya memakai masker saat berfoto di salah satu spot di Pantai Dato Majene, Sulbar. --Foto Alfiansyah Anwar/PIJARNEWS--

Pantai Dato Majene
Susana Pantai Dato Majene dari atas bukit. –Foto Alfiansyah Anwar/PIJARNEWS–

Namanya tempat wisata, tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Salah seorang pengunjung, Rahmah (42) menyarankan agar pengunjung senantiasa menjaga kebersihan Pantai Dato’. Sebab pengelola sudah menyiapkan tempat sampah di sejumlah titik. Pengelola juga diharap segera membersihkan bila ada sampah yang berserakan. Utamanya, sampah plastik dan popok bayi yang dibuang pengunjung di bibir pantai. Sehingga wisatawan bisa lebih nyaman saat berenang atau berendam di bibir pantai.     

Perempuan yang berprofesi sebagai sanitarian di sebuah rumah sakit ini berharap pengelola juga menambah fasilitas umum MCK alias Mandi, Cuci, Kakus. Sebab di lokasi wisata ini hanya terdapat dua toilet. Satu untuk perempuan dan satu untuk pria. Sehingga jika wisatawan banyak yang datang, maka antrean cukup lama.

Pengunjung lainnya, Anwar (70) juga menyarankan agar harga sewa pemakaian toilet juga perlu direvisi. Ia malah menyarankan, harga tiket masuk orang dewasa dinaikkan saja dari Rp3 ribu menjadi Rp5 ribu. Tetapi gratis menggunakan fasilitas umum seperti toilet.

“Sejumlah pengunjung terbebani dengan pembayaran tersebut. Sebab sekali buang air kecil harus bayar Rp2 ribu. Sedangkan untuk buang air besar Rp5 ribu. Nah, setiap pengunjung umumnya datang berkali-kali ke toilet karena mereka makan-minum di lokasi wisata ini,” ujar pensiunan tenaga kependidikan ini.

BeritaTerkait

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026
Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

31 Mei 2026

Di depan toilet, terdapat kotak tempat menyetor uang usai menggunakan toilet tersebut. Ada seorang pria paruh baya dan sesekali ada anak di bawah umur yang berjaga di dekat kotak tersebut. Mereka hanya memantau dari kisaran 5 meter. Pengunjung pun tanpa diminta, mereka menyetor uang secara sukarela. Sebab sudah ada tulisan di papan mengenai harga sewa pemakaian toilet. 

Penulis menduga, dana swadaya masyarakat tersebut digunakan untuk ongkos membersihkan toilet atau untuk membeli air PDAM.     

Hingga saat ini, lokasi wisata alam ini masih terus dibenahi. Di dekat jembatan menuju ke karang yang menjulang tinggi, terdapat sejumlah tukang batu sedang beraktivitas. Mereka memperbaiki tangga naik ke anjungan berbentuk karang. Tertulis di papan proyek pengerjaan lokasi wisata dengan nilai puluhan juta rupiah. Sumbernya berasal dari dana APBD Kabupaten Majene. Semoga usai Pandemi Covid-19, wisata Pantai Dato’ ini semakin mempesona setelah dibenahi oleh pengelola. (*) 

Penulis : Alfiansyah Anwar     

 

Pembaca juga bisa menonton video pesona alam Pantai Dato’ berikut fasilitasnya. 

Laman 3 dari 3
sebelumnya123
Terkait: Biota LautPantai Dato' MajenePasir PutihWisata Alam

BeritaTerkait

Kalibiru, Destinasi Wisata Alam Favorit Saat Musim Buah

Kalibiru, Destinasi Wisata Alam Favorit Saat Musim Buah

Editor: Muhammad Tohir
29 Januari 2024

...

Mispala IAIN Parepare Sukses Gelar Wisata Alam di Latimojong

Mispala IAIN Parepare Sukses Gelar Wisata Alam di Latimojong

Editor: Tim Redaksi
28 Desember 2023

...

Wisata Alam Lejja Lebih Ramah Anak, Anggaran Pembangunan Dibantu Pemprov Sulsel Rp32 M

Wisata Alam Lejja Lebih Ramah Anak, Anggaran Pembangunan Dibantu Pemprov Sulsel Rp32 M

Editor: Muhammad Tohir
8 Juli 2023

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi