MAROS, PIJARNEWS.COM-– Tim Deputi Kementerian Koordinator Pangan (Kemenko Pangan) melakukan kunjungan ke salah satu lokasi pengembangan garam di Desa Ampekale, Kabupaten Maros, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan ini dipimpin oleh Dr. Masrizal, S.E., M.Si yang hadir bersama 5 anggota staf dari Kemenkopangan, Dinas Perikanan Kabupaten Maros dan juga staf dan aparat dari kantor Desa Ampekale.
Dalam kunjungan ini, tim berdiskusi dengan tim Garam Unhas yang diwakili oleh Dr. Andi Muhammad Anshar. Dalam penjelasannya kepada tim Kemenko Pangan, Ashar menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah hilirisasi hasil riset teman-teman peneliti garam yang tergabung dalam Tim Garam Unhas yang diketuai oleh Prof. Indah Raya, Ph.D.
Penelitian mengenai bagaimana mengolah air laut menjadi garam yang layak dikonsumsi, garam industri atau garam farmasi yang sebelumnya telah lama dilakukan oleh Prof Indah Raya beserta tim yaitu mulai sekitar tahun 2012 di laboratorium Fakultas MIPA Unhas Departemen Kimia.
Dengan adanya kegiatan tahun 2023 yang dibuat oleh Kemendikti maka riset mengenai garam mulai dihilirisasi dan mendapatkan penghargaan sebagai Inovasi Terbaik Tahun 2023 kategori Ekonomi Biru pada Kegiatan Kedaireka yang dilaksanakan oleh Kemendikti Ristek.
Anshar menambahkan bahwa di tahun ini melalui skema Dorongan Teknologi pada Program Hiliriset yang bermitra dengan Pemda Maros melalui Dinas Perikanan maka dilakukan pembuatan garam krosok di Desa Ampekale. Pengolahan garam ini menggunakan teknologi sederhana namun efektif dalam meningkatkan kualitas garam.
Unhas hadir sebagai penggagas teknologi atau inventor teknologi dan masyarakat yang tergabung dalam KUGAR Pajje Ampekale sebagai masyarakat yang melaksanakan atau menerapkan teknologi t didampingi Mahasiswa KKNT yang ada di Desa Ampekale.
Setelah berkeliling melihat proses pembuatan garam, Dr. Masrizal, S.E., M.Si. sebagai ketua rombongan mengatakan bahwa ini adalah lokasi pembuatan garam menggunakan Greenhouse Salt Tunnel (GST) serta Geomembran yang paling rapi dan baik.
Masrizal lebih jauh mengatakan bahwa potensi pengembangan garam di Ampekale sangat besar melihat dari jumlah lahan tambak yang ada dan berpotensi digunakan sebagai lahan membuat garam.
Lebih lanjut Masrizal mengatakan bahwa untuk kebutuhan garam nasional masih kekurangan 3 juta ton. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto sangat peduli tentang swasembada garam dan Pemkab Maros mendukung upaya-upaya dalam memproduksi garam tersebut. (rls)









