• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 19 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Heboh, Pendiri Whatsapp Menyatakan Saatnya Menghapus Facebook

Adil Abdillah Editor: Adil Abdillah
22 Maret 2018
di Peristiwa, Teknologi
whatsapp

PIJARNEWS.COM — Masih tentang merebaknya isu skandal Facebook dengan Cambridge Analytica, sebuah konsultan politik yang diduga menyalah-gunakan data pribadi puluhan juta pengguna Facebook.

Di antara banyaknya suara yang meminta untuk menghapus Facebook, satu akun yang paling menonjol adalah: Brian Acton, salah satu pendiri layanan pesan WhatsApp, yang sekarang ini, telah dimiliki Facebook.

Acton membuat tweet  “Ini adalah waktunya. #deletefacebook”, pada hari Selasa (21/03/2018). Hashtag yang ia gunakan di twitter ini menjadi tren sejak skandal akhir pekan itu menjadi heboh.

Tweet Brian Acton tentang facebook (20/3/2018). Gambar: twitter.com

Sebagaimana dilansir dari media Fortune.com, hari Rabu, (21/3/2018), Harga saham Facebook turun lebih dari 11% sejak laporan akhir pekan lalu terkait dengan isu skandal ini. Media Sosial Facebook ini sekarang menghadapi desakan keras dari pihak regulator di Amerika serikat dan Eropa dan juga tekanan investor berkaitan dengan turunnya harga saham tersebut.

Banyak pihak menganggap bahwa Cambridge Analytica menggunakan data Facebook dengan cara yang tidak biasa. Konsultan ini diduga ingin mempengaruhi pengguna facebook dan melakukan propaganda yang bisa mempengaruhi hasil pemilihan Presiden tahun 2016 lalu.

Berita Terkait

Modusnya Ini Agar Link Penipuan di Download Target, Hingga Tabungan Warga Enrekang Ini Terkuras

Wakil Ketua DPRD Sidrap Kaget, Dalam 5 Jam Ratusan Orang Menelpon, Ini Sebabnya

Biaya Parkir di Pelabuhan Parepare Dikeluhkan Warga

Kominfo Wajo Berguru ke Kominfo Soppeng

Acton adalah seorang insinyur dan eksekutif di Yahoo sebelum dia mendirikan WhatsApp pada tahun 2009. Facebook membeli aplikasi messaging ini pada tahun 2014, yang membuat Acton menjadi seorang miliuner dan bertahan hingga November tahun lalu.

Saat ini, Acton memimpin Yayasan bernama Signal Foundation. Yayasan ini merupakan saingan dari WhatsApp. Yang mana selama beberapa tahun terakhir, Whatsapp menggunakan teknologi enkripsi yang bersifat open souce dari Signal, yang dikembangkan oleh pendiri Signal yaitu Moxie Marlinspike dan timnya di Open Whisper Systems.

Marlinspike mengatakan “Brian Acton meninggalkan WhatsApp dan Facebook tahun lalu, dan menghabiskan tenaga dan masa depannya untuk membangun teknologi nirlaba untuk kepentingan publik,”.

Acton bukanlah pengguna aktif  Twitter, dia malah hanya melakukan tweet dua kali di tahun ini dan dua kali di tahun 2016. Terlepas dari tweet “WhatsApp” acak di tahun 2012, dia sepertinya tidak menggunakan layanan ini sejak tahun 2010 dan baru menggunakannya lagi sejak munculnya isu skandal penyalah-gunaan data pribadi pengguna facebook. (adl)

Terkait: cambridge analyticaFacebook

TerkaitBerita

Berbagi di IWD 2026, Koalisi Perempuan Indonesia dan PWI Pangkep Gaungkan Pesan Perlindungan Perempuan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

...

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

Editor: Muhammad Tohir
3 Februari 2026

...

Detik-detik Evakuasi Pekerja Bangunan di Pinrang yang Tersengat Listrik

Editor: Muhammad Tohir
28 Januari 2026

...

Larang Buka Paket COD Sebelum Bayar, Seorang Kurir di Pinrang Mengaku Dipukul dan Dicakar

Editor: Muhammad Tohir
17 Desember 2025

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan