PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Pemerintah Kota Parepare memperkuat kolaborasi lintas daerah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan. Komitmen tersebut mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona III Sulawesi Selatan di Auditorium B.J. Habibie, Kota Parepare, Selasa (15/9/2026).
Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Wakil Wali Kota Hermanto P menghadiri pertemuan tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai daerah. Forum ini menjadi momentum untuk menyelaraskan strategi pengendalian inflasi, khususnya melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi pangan antardaerah.
Tasming menegaskan pentingnya sinergi antardaerah di kawasan Ajatappareng dalam menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
“Pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama. Karena itu, kami di kawasan Ajatappareng perlu memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari menjaga ketersediaan pasokan pangan, memperlancar distribusi, hingga memastikan data neraca pangan akurat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” demikian usulan kutipan pernyataan Wali Kota Tasming Hamid yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber.
Menurutnya, penguatan koordinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sehingga distribusi dari daerah sentra produksi ke wilayah konsumen dapat berjalan lebih optimal.
Pendekatan berbasis zona diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara daerah penghasil dan daerah yang membutuhkan pasokan. Dengan demikian, potensi ketimpangan pasokan dapat diantisipasi dan tekanan kenaikan harga di pasar bisa diminimalkan.
Dalam pertemuan tersebut, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Oki Hermawan, turut menyampaikan arahan mengenai perkembangan inflasi di Sulawesi Selatan.
Dia memaparkan inflasi Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,86 persen. Angka tersebut berada di atas target indikatif sebesar 2,33 persen dan target nasional sebesar 2,51 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena pengendalian inflasi membutuhkan langkah yang konsisten, terukur, dan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga terkait, pelaku distribusi, serta sektor produksi perlu memperkuat koordinasi agar ketersediaan komoditas tetap terjaga.
HLM dan Capacity Building TPID Zona III Sulawesi Selatan juga menjadi ruang untuk memperkuat pemanfaatan data dalam perumusan kebijakan. Data neraca pangan yang akurat diperlukan untuk memetakan kebutuhan, mengidentifikasi potensi kekurangan pasokan, serta menentukan langkah intervensi secara lebih tepat.
Melalui penguatan koordinasi TPID dan kerja sama antardaerah di kawasan Ajatappareng, Pemerintah Kota Parepare berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga. Upaya tersebut sekaligus ditujukan untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.











