• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 10 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Ini Penjelasan Walikota Soal Bantuan Korban Gempa Sulteng yang Belum Tersalur

Editor: Alfiansyah Anwar
13 November 2018
di Sulselbar
Konfrensi Pers

Suasana Konfrensi Pers,

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Bantuan yang menumpuk di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare hingga sebagian mengalami kerusakan dibantah Walikota Parepare, Taufan Pawe.

Taufan juga membantah jika bantuan bahan makanan yang menumpuk di Kantor BPBD Parepare rusak karena terkena air hujan.

Hal itu diungkapkan Taufan Pawe saat menggelar konfrensi pers didampingi Sekretaris Daerah Iwan Asaad dan Kepala Dinas Sosial Parepaere, Muhlis Salam beserta jajaran Pemerintah Kota Parepare di Kafe Teras Empang, Senin 12 November 2108.

Taufan menjelaskan, bantuan yang menumpuk itu adalah pakaian bekas, bukan bahan makanan dan makanan bayi. “Yang anda lihat menumpuk secara kasak mata kalau ke BPBD itu adalah pakaian bekas bukan makanan. Jumlah pakaian bekas tersebut ada 100 karung lebih dan ditampung di BPBD, Eks Swalayan Cahaya Ujung dan Kantor Dinas Pendidikan.  Kalau bahan makanan seperti susu dan bubur tidak rusak. Jadi hanya pakaian bekas yang sebagian basah tapi setelah diangin-anginkan sudah kering,” jelasnya.

BeritaTerkait

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026

Meski demikian, Taufan juga mengungkap dua jenis makanan yang memang diduga kedaluarsa atau ekspayer. “Jangan-jangan yang dimaksudkan rusak tersebut adalah barang-barang yang expayer seperti roti dan biskuit. Saya punya catatan sendiri dari laporan BPBD,” kata Taufan.

Selain itu, Taufan juga mengakui jika bantuan barang begitu banyaknya, tidak memungkinkan untuk semuanya tertangani dengan baik. “Tapi saya harus katakan, barang yang begitu banyak tidak mungkin bisa tertangani dengan baik, jadi kalau ada yang mengkritik kenapa itu tidak ditampung, yah itulah tugasnya media,” tutupnya.

Taufan berjanji akan kembali berkunjung ke Palu, Sulteng pada 23 November 2018 mendatang.

Sebelumnya diberitakan, bantuan yang berasal dari sejumlah dermawan menumpuk di Kantor BPBD Kota Parepare dan dibiarkan rusak. Bantuan tersebut kini belum disalurkan ke Sulteng dan sejumlah warga yang menjadi korban gempa di kota tersebut.

Dari pantauan PIJARNEWS dengan cara memotret serta merekam suasana di Kantor BPBD menemukan sejumlah bantuan bahan makanan dan minuman yang rusak terkena air hujan, diantaranya gula pasir dan mie instan serta sejumlah susu bayi.

Penyebab masuknya air hujan karena tempat penyimpanan bantuan tersebut bocor pada bagian atap dan plafon. Saat itu, petugas BPBD Parepare terpaksa segera memisahkan bantuan yang rusak tersebut.

Koordinator Siaga Bencana Kota Parepare, Andi Erwin Pallawarukka mengakui jika sejumlah bantuan makanan itu rusak karena terkena air hujan yang disebabkan atap gudang penyimpanan bantuan tersebut bocor.

“Atap Kantor BPBD Parepare memang ada yang bocor, jadi air hujan masuk,” terang Erwin saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Walikota Parepare, Kamis, 8 November 2018 lalu.

Erwin juga menjelaskan penyaluran bantuan gempa Palu gelombang kedua rencananya baru akan dilakukan pada 23 November mendatang.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Parepare telah menyalurkan bantuan gelombang pertama untuk korban gempa Palu, Sigi, dan Donggala yang dilepas langsung oleh Walikota Parepare, Taufan Pawe. Selain itu, pemerintah kota juga membebaskan biaya perawatan korban gempa palu yang berobat di Rumah Sakit Andi Makkasau. (amr/alf)

 

Terkait: Bantuan Korban GempaBPBD Parepare

BeritaTerkait

Masuki Musim Penghujan, BPBD Parepare Imbau Cuaca Ekstrem

Masuki Musim Penghujan, BPBD Parepare Imbau Cuaca Ekstrem

Editor: Tohir Muhammad
3 Desember 2023

...

Angin Kencang Landa Parepare, 5 Rumah Rusak 16 Pohon Tumbang

Angin Kencang Landa Parepare, 5 Rumah Rusak 16 Pohon Tumbang

Editor: Tohir Muhammad
20 Agustus 2023

...

BPBD

Mobil BPBD Parepare Serempet Pengendara Motor Perempuan

Editor: Mulyadi Ma'ruf
26 Maret 2021

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi