• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 10 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kado Istimewa di Bulan Istimewa

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
21 Mei 2018
di Khazanah, Sulselbar
Ramadan

--int--

PIJARNEWS.COM — Apa yang menyebabkan puasa, atau shaum menjadi begitu istimewa di mata Allah Ta’ala? Apa sebenarnya tujuan puasa?

Al-Qur’an menyebutkan bahwa tujuan puasa adalah agar bertakwa (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183), ini tentu benar. Itu tujuan akhir. Tapi, bagaimana hubungannya, bagaimana penjelasannya, sehingga puasa bisa membuat seseorang menjadi ber-taqwa?

Puasa pada hakikatnya adalah salah satu bentuk pengosongan diri. Insan, dalam berpuasa, sebenarnya sedang menafikan kehendak syahwat dan hawa nafsunya. Lapar dan haus diabaikan.

Syahwat tak dipedulikan. Ia singkirkan bangga diri, amarah, dan tidak melawan jika harga diri direndahkan—ingat hadits riwayat Bukhari, ‘jika kau dicaci, katakan bahwa engkau sedang berpuasa’.

Jika seorang hamba berusaha menentang dan mengendalikan syahwat dan hawa nafsu, dan berupaya untuk lepas dari keinginan-keinginan diri yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, artinya seorang hamba sedang ‘meniadakan diri’. Ia menafikan segala keinginan yang ada dalam dirinya, selain yang sesuai dengan kehendak Allah.

Berita Terkait

RSUD Andi Makkasau Beberkan Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Lindungi Masyarakat, Dinkes Parepare Awasi Penjualan Takjil

Penanggung Jawab Gizi RSUD Andi Makkasau Berbagi Tips Asupan Agar Stamina Terjaga Saat Puasa

Dokter Gigi RS Hasri Ainun Habibie Berbagi Tips Cegah Bau Mulut Selama Berpuasa

Ia berupaya agar dalam dirinya tidak ada apapun selain apa-apa yang Allah kehendaki atau Allah ridhoi. Dengan kata lain, ia sedang berupaya untuk ‘mengosongkan dirinya’ dari selain Allah.

Upaya-upaya untuk melepaskan diri dari dominasi syahwat dan hawa nafsu, dan dari keinginan diri yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, sebenarnya adalah upaya meniadakan diri. Puasa pun sebenarnya adalah salah satu upaya yang sesuai syari’at untuk meniadakan diri dari selain-Nya.

Sekarang, kalau kita mencermati ayat-ayat kauniyah di alam semesta, kita akan melihat natur tertentu. Misalnya, natur keberpasangan. Gelap berpasangan dengan terang. Siang dan malam akan saling mengisi.

Dingin akan menarik panas, dan sebaliknya. Pria berjodoh dengan wanita. Positif dan negatif akan saling mengunci. Semua berpasangan.

Hidup dan mati, lapang dan sempit. Ada dan tiada. Sama.

Nah, Allah itu Maha Wujud. Maha Ada. Sesuai natur keberpasangan tadi, pasangan sifat Wujud justru adalah ‘ketiadaan’. Fana.

Itulah sebabnya, hamba-hamba yang ‘kosong’ dan telah ‘tiada’ tadi, yang telah lenyap dari dirinya sendiri dan hawa nafsunya, jadi sangat berharga di mata-Nya.

Puasa, adalah sebentuk upaya mengosongkan diri, meniadakan diri. Itulah sebabnya Dia akan memperlakukan upaya-upaya pengosongan diri dan peniadaan diri si hamba tersebut jadi hal yang personal bagi-Nya. Yang Maha Wujud tentu akan mencari kekosongan.

Dia memiliki segalanya. Maha Kaya, tidak butuh pada sesuatu pun. Tidak ada lagi yang bernilai dan berharga bagi-Nya, karena Dia memiliki segalanya. Nah, sebagai seorang hamba, apa yang bisa kita persembahkan kepada-Nya, jika Dia telah memiliki segalanya? Apa yang mungkin masih cukup berharga bagi-Nya?

Kita mempersembahkan dari diri kita apa-apa yang mustahil Dia miliki, yaitu ketiadaan, kekosongan, kefakiran, kebutuhan dan kelemahan. Persembahan-persembahan inilah yang bisa kita buat, kita susun, kita bentuk dan kita ukir perlahan-lahan melalui puasa. Puasa adalah salah satu bentuk upaya dalam membangun kekosongan dan ketiadaan diri, agar diisi oleh-Nya.

Maka di sini, barulah terlihat hubungan yang jelas antara puasa dengan pembentukan ke-taqwa-an. Sebab pengertian hamba yang taqwa(Al-Muttaqin), ditataran batin adalah hamba yang sudah sepenuhnya berisi kehendak Allah, sudah sesuai dengan kehendak Allah, dan telah sepenuhnya Allah jaga agar senantiasa ada di atas petunjuk dan tuntunan Allah—tidak melenceng sejengkal pun. Ia sudah terlepas dari kendali hawa nafsu dan syahwat. Dengan kata lain, hamba yang taqwa adalah hamba yang telah ‘kosong’ dari selain Allah.

Sungguh bahagianya orang-orang yang mendapatkan predikat Taqwa setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. (int/fai/alf)

Terkait: Bulan PuasaPuasa

TerkaitBerita

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Berita Terkini

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Editor: Muhammad Tohir
8 Juni 2026

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

ASN Pemkab Sidrap Terima Gaji ke-13, Total Anggaran Rp28 Miliar

ASN Pemkab Sidrap Terima Gaji ke-13, Total Anggaran Rp28 Miliar

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan