• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Khazanah

Kado Istimewa di Bulan Istimewa

Editor: Alfiansyah Anwar
21 Mei 2018
di Khazanah, Sulselbar
Ramadan

--int--

PIJARNEWS.COM — Apa yang menyebabkan puasa, atau shaum menjadi begitu istimewa di mata Allah Ta’ala? Apa sebenarnya tujuan puasa?

Al-Qur’an menyebutkan bahwa tujuan puasa adalah agar bertakwa (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183), ini tentu benar. Itu tujuan akhir. Tapi, bagaimana hubungannya, bagaimana penjelasannya, sehingga puasa bisa membuat seseorang menjadi ber-taqwa?

Puasa pada hakikatnya adalah salah satu bentuk pengosongan diri. Insan, dalam berpuasa, sebenarnya sedang menafikan kehendak syahwat dan hawa nafsunya. Lapar dan haus diabaikan.

Syahwat tak dipedulikan. Ia singkirkan bangga diri, amarah, dan tidak melawan jika harga diri direndahkan—ingat hadits riwayat Bukhari, ‘jika kau dicaci, katakan bahwa engkau sedang berpuasa’.

BeritaTerkait

AMSI Publik Forum Bahas Perlindungan Anak, dari Penegakan Hukum hingga Pemulihan Korban

AMSI Publik Forum Bahas Perlindungan Anak, dari Penegakan Hukum hingga Pemulihan Korban

6 November 2026
Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo

Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo

30 Oktober 2026
ESAI : Raga Sehat, Jiwa Kuat

ESAI : Raga Sehat, Jiwa Kuat

30 Oktober 2026
Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

25 Oktober 2026

Jika seorang hamba berusaha menentang dan mengendalikan syahwat dan hawa nafsu, dan berupaya untuk lepas dari keinginan-keinginan diri yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, artinya seorang hamba sedang ‘meniadakan diri’. Ia menafikan segala keinginan yang ada dalam dirinya, selain yang sesuai dengan kehendak Allah.

Ia berupaya agar dalam dirinya tidak ada apapun selain apa-apa yang Allah kehendaki atau Allah ridhoi. Dengan kata lain, ia sedang berupaya untuk ‘mengosongkan dirinya’ dari selain Allah.

Upaya-upaya untuk melepaskan diri dari dominasi syahwat dan hawa nafsu, dan dari keinginan diri yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, sebenarnya adalah upaya meniadakan diri. Puasa pun sebenarnya adalah salah satu upaya yang sesuai syari’at untuk meniadakan diri dari selain-Nya.

Sekarang, kalau kita mencermati ayat-ayat kauniyah di alam semesta, kita akan melihat natur tertentu. Misalnya, natur keberpasangan. Gelap berpasangan dengan terang. Siang dan malam akan saling mengisi.

Dingin akan menarik panas, dan sebaliknya. Pria berjodoh dengan wanita. Positif dan negatif akan saling mengunci. Semua berpasangan.

Hidup dan mati, lapang dan sempit. Ada dan tiada. Sama.

Nah, Allah itu Maha Wujud. Maha Ada. Sesuai natur keberpasangan tadi, pasangan sifat Wujud justru adalah ‘ketiadaan’. Fana.

Itulah sebabnya, hamba-hamba yang ‘kosong’ dan telah ‘tiada’ tadi, yang telah lenyap dari dirinya sendiri dan hawa nafsunya, jadi sangat berharga di mata-Nya.

Puasa, adalah sebentuk upaya mengosongkan diri, meniadakan diri. Itulah sebabnya Dia akan memperlakukan upaya-upaya pengosongan diri dan peniadaan diri si hamba tersebut jadi hal yang personal bagi-Nya. Yang Maha Wujud tentu akan mencari kekosongan.

Dia memiliki segalanya. Maha Kaya, tidak butuh pada sesuatu pun. Tidak ada lagi yang bernilai dan berharga bagi-Nya, karena Dia memiliki segalanya. Nah, sebagai seorang hamba, apa yang bisa kita persembahkan kepada-Nya, jika Dia telah memiliki segalanya? Apa yang mungkin masih cukup berharga bagi-Nya?

Kita mempersembahkan dari diri kita apa-apa yang mustahil Dia miliki, yaitu ketiadaan, kekosongan, kefakiran, kebutuhan dan kelemahan. Persembahan-persembahan inilah yang bisa kita buat, kita susun, kita bentuk dan kita ukir perlahan-lahan melalui puasa. Puasa adalah salah satu bentuk upaya dalam membangun kekosongan dan ketiadaan diri, agar diisi oleh-Nya.

Maka di sini, barulah terlihat hubungan yang jelas antara puasa dengan pembentukan ke-taqwa-an. Sebab pengertian hamba yang taqwa(Al-Muttaqin), ditataran batin adalah hamba yang sudah sepenuhnya berisi kehendak Allah, sudah sesuai dengan kehendak Allah, dan telah sepenuhnya Allah jaga agar senantiasa ada di atas petunjuk dan tuntunan Allah—tidak melenceng sejengkal pun. Ia sudah terlepas dari kendali hawa nafsu dan syahwat. Dengan kata lain, hamba yang taqwa adalah hamba yang telah ‘kosong’ dari selain Allah.

Sungguh bahagianya orang-orang yang mendapatkan predikat Taqwa setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. (int/fai/alf)

Terkait: Bulan PuasaPuasa

Berita Terkait

RSUD Andi Makkasau Parepare Tambah Kamar Isolasi, Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

RSUD Andi Makkasau Beberkan Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Editor: Tim Redaksi
25 Maret 2024

...

Lindungi Masyarakat, Dinkes Parepare Awasi Penjualan Takjil

Lindungi Masyarakat, Dinkes Parepare Awasi Penjualan Takjil

Editor: Tohir Muhammad
28 April 2023

...

Penanggung Jawab Gizi RSUD Andi Makkasau Berbagi Tips Asupan Agar Stamina Terjaga Saat Puasa

Penanggung Jawab Gizi RSUD Andi Makkasau Berbagi Tips Asupan Agar Stamina Terjaga Saat Puasa

Editor: Tohir Muhammad
29 Maret 2023

...

Berita Populer

  • PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan Lorong Amparita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PGRI Bacukiki Barat Gelar Konkercab I 2026 di SMAN 5 Parepare, Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keberpihakan Negara Diuji dalam Sengketa Warga VS Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi