• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

KAHMI Makassar Diskusi Cara Tangkal Radikalisme

Editor: Alfiansyah Anwar
2 Agustus 2019
di Sulselbar

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Akhir-akhir ini, isu radikalisme sering menjadi pembahasan publik di Indonesia. Banyaknya kejadian dengan mengatasnamakan jalan jihad, seperti tindakan pengeboman, bom bunuh diri, dan teror lainnya, diduga terjadi karena adanya paham-paham radikal atau radikalisme.

Banyaknya ormas Islam yang dianggap melakukan kaderisasi untuk melakoni jalan “jihad”, banyaknya masjid yang dianggap sudah terpapar oleh paham radikalisme, dan penceramah yang disinyalir menyebarkan paham-paham radikal melalui mimbar masjid.

Terakhir, adanya hasil riset yang di rilis oleh Badan Intelejen Negara (BIN), mengungkapkan data, bahwa ada 39% mahasiswa di 15 Provinsi yang sudah terpapar radikalisme, nilai presentasi yang sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan fenomena tersebut, pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Makassar melakukan kegiatan diskusi untuk mengenali paham-paham radikal, dan bagaimana mencari solusinya.

BeritaTerkait

Penuh Energik dan Percaya Diri, Tim Swara Drumband SMAN 4 Jeneponto Tampil di Panggung Phinisi Marching Competition VII

Penuh Energik dan Percaya Diri, Tim Swara Drumband SMAN 4 Jeneponto Tampil di Panggung Phinisi Marching Competition VII

23 Oktober 2026
Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

22 Oktober 2026
Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

19 Oktober 2026

Kegiatan diskusi dengan Ketua Panitia Sahman AT, dilaksanakan di Ruangan Ortopedi RS Unhas, menghadirkan Nara Sumber Guru Besar Kedokteran Unhas sekaligus mantan Rektor Unhas dua periode, Prof. Dr. dr. A. Idrus Paturusi, Sp. BO., FICS. , dan Ketua MD KAHMI Kota Makassar sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Unhas Prof. Dr. A. Pangerang Moentha, SH. MH. DFM. dengan Moderator Dosen Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Palembang dan Pengurus KAHMI Sulsel Dr. Bastian Jabir Pattara, S. Kom., M. Si.

Dalam diskusi tesebut, A. Pangerang, menjelaskan bahwa radikalisme lahir dari respon terhadap kondisi yang sedang berlangsung, tidak sejalan dengan harapan.

“Radikalisme sebenarnya istilah baru, zaman orba kita lebih kenal dengan istilah fundamentalis, sama-sama lahir dari respon terhadap kondisi yang sedang berlangsung yang tidak sejalan dengan harapan”, tutur Pangerang.

Sedangkan Idrus Paturusi menjelaskan bahwa radikalisme lahir karena adanya kebuntuan atau hambatan dalam menyampaikan respon terhadap peristiwa yang terjadi.

Idrus menjelaskan, “Orang radikal biasanya karena terhambat, makanya mereka mencari cara untuk mengatasi jalan buntu”.

Lanjut Idrus, “untuk mengantisipasi radikalisme di kalangan mahasiswa, perlu mengawal Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di lingkungan kampus”.

Dengan diterbitkannya Permenristekdikti tersebut, organisasi ekstra kampus seperti organisasi cipayung plus, sudah resmi diakui keberadaanya di kampus.

Organisasi ekstra seperti HMI, PMII, GMNI, IMM, KAMMI, GMKI, dan yang lainnya sudah diperbolehkan masuk kampus, dan menjadi organisasi intra kampus.

“Permenristekdikti ini adalah solusi untuk membina ideologi mahasiswa, agar terhindar dari radikalisme”, tutup Idrus. (rls/alf)

Terkait: Kahmi Makassar

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Berita Populer

  • Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Santri di Pentas Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kenal Lelah, Kakek 70 Tahun di Parepare Tetap Kayuh Becak demi Nafkah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi