• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 22 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

KAHMI Makassar Diskusi Cara Tangkal Radikalisme

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
2 Agustus 2019
di Sulselbar

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Akhir-akhir ini, isu radikalisme sering menjadi pembahasan publik di Indonesia. Banyaknya kejadian dengan mengatasnamakan jalan jihad, seperti tindakan pengeboman, bom bunuh diri, dan teror lainnya, diduga terjadi karena adanya paham-paham radikal atau radikalisme.

Banyaknya ormas Islam yang dianggap melakukan kaderisasi untuk melakoni jalan “jihad”, banyaknya masjid yang dianggap sudah terpapar oleh paham radikalisme, dan penceramah yang disinyalir menyebarkan paham-paham radikal melalui mimbar masjid.

Terakhir, adanya hasil riset yang di rilis oleh Badan Intelejen Negara (BIN), mengungkapkan data, bahwa ada 39% mahasiswa di 15 Provinsi yang sudah terpapar radikalisme, nilai presentasi yang sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan fenomena tersebut, pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Makassar melakukan kegiatan diskusi untuk mengenali paham-paham radikal, dan bagaimana mencari solusinya.

Kegiatan diskusi dengan Ketua Panitia Sahman AT, dilaksanakan di Ruangan Ortopedi RS Unhas, menghadirkan Nara Sumber Guru Besar Kedokteran Unhas sekaligus mantan Rektor Unhas dua periode, Prof. Dr. dr. A. Idrus Paturusi, Sp. BO., FICS. , dan Ketua MD KAHMI Kota Makassar sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Unhas Prof. Dr. A. Pangerang Moentha, SH. MH. DFM. dengan Moderator Dosen Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Palembang dan Pengurus KAHMI Sulsel Dr. Bastian Jabir Pattara, S. Kom., M. Si.

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Dalam diskusi tesebut, A. Pangerang, menjelaskan bahwa radikalisme lahir dari respon terhadap kondisi yang sedang berlangsung, tidak sejalan dengan harapan.

“Radikalisme sebenarnya istilah baru, zaman orba kita lebih kenal dengan istilah fundamentalis, sama-sama lahir dari respon terhadap kondisi yang sedang berlangsung yang tidak sejalan dengan harapan”, tutur Pangerang.

Sedangkan Idrus Paturusi menjelaskan bahwa radikalisme lahir karena adanya kebuntuan atau hambatan dalam menyampaikan respon terhadap peristiwa yang terjadi.

Idrus menjelaskan, “Orang radikal biasanya karena terhambat, makanya mereka mencari cara untuk mengatasi jalan buntu”.

Lanjut Idrus, “untuk mengantisipasi radikalisme di kalangan mahasiswa, perlu mengawal Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di lingkungan kampus”.

Dengan diterbitkannya Permenristekdikti tersebut, organisasi ekstra kampus seperti organisasi cipayung plus, sudah resmi diakui keberadaanya di kampus.

Organisasi ekstra seperti HMI, PMII, GMNI, IMM, KAMMI, GMKI, dan yang lainnya sudah diperbolehkan masuk kampus, dan menjadi organisasi intra kampus.

“Permenristekdikti ini adalah solusi untuk membina ideologi mahasiswa, agar terhindar dari radikalisme”, tutup Idrus. (rls/alf)

Terkait: Kahmi Makassar

TerkaitBerita

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

Editor: Muhammad Tohir
16 Juni 2026

...

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

...

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Berita Terkini

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan