• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 15 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Budaya dan Sastra

KFM Lestarikan Budaya Macera Manurung Lewat Motret on The Spot di Enrekang

Editor: Tim Redaksi
12 Oktober 2024
di Budaya dan Sastra
Enrekang

Foto: -ist-

ENREKANG, PIJARNEWS.COM – Dalam upaya melestarikan tradisi Macera Manurung Komunitas Fotografi Maiwa (KFM) melaksanakan Motret on The Spot di dua titik lokasi pelaksanaan Pesta Adat Macera Manurung di Desa Limbuang dan Desa Matajang.

Kegiatan yang memadukan pemotretan berbagai ritual-ritual dan upacara dalam tradisi Macera Manurung tersebut terlebih dahulu dilaksanakan di Desa Limbuang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Kamis (10/10/2024).

Sementara, untuk pelaksanaan kedua akan berlangsung di Desa Matajang, Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang pada Kamis, (17/10/2024).

Executive Director KFM Galank saat dikonfirmasi Pijarnews.com, Sabtu (12/10/2024) menguraikan tujuannya untuk mengenalkan tradisi Macera Manurung kepada masyarakat luas. Selain itu, kata dia, bagian dari upaya mempromosikan kebudayaan dan potensi wisata budaya Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Enrekang.

BeritaTerkait

Lestarikan Budaya, Tim dosen UMS Rappang Latih Tari Tradisi dan Kreasi Sanggar Seni Aiyra di Soppeng

28 Oktober 2025
Kerabat Arung Batulappa Bentuk Dewan Adat, Bakal Godok Nama untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kerabat Arung Batulappa Bentuk Dewan Adat, Bakal Godok Nama untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

7 Agustus 2025
“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

2 Juli 2025
Juli, SSB BSF IAIN Bone-Dinas Kebudayaan Gelar SEBAYA FEST 2025 Antar Pelajar

Juli, SSB BSF IAIN Bone-Dinas Kebudayaan Gelar SEBAYA FEST 2025 Antar Pelajar

21 Juni 2025

“Untuk tujuan khususnya, kami ingin menghasilkan dokumentasi visual berkaitan dengan pelaksanaan Pesta Adat Macera Manurung dengan melibatkan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya lokal,” jelas Galank.

Dia juga menjelaskan selain sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal, kegiatan ini juga membuka peluang bagi para penggiat fotografi dan videografi untuk mengeksplorasi keindahan budaya, seni, dan tradisi masyarakat.

“Dengan adanya dokumentasi yang baik, diharapkan acara budaya ini dapat menjadi bagian dari promosi pariwisata Kabupaten Enrekang, yang pada gilirannya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya,” ungkapnya.

Galank menceritakan berdasarkan pengamatan di lapangan pesta adat maccera tomanurung cukup meriah, banyak sanak saudara yang kembali ke kampung halaman untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Selain itu, civitas akademik UIN Alauddin Makassar dan balai pelestarian kebudayaan juga hadir untuk melakukan riset pesta maccera tomanurung.

Tim KFM sendri beranggotakan 4 orang, selain Galank sebagai Executive Director, ia juga dibantu rekan-rekannya, yaitu Andika (Executive Manager), Fadel (Member Group), dan Acil Cino (Member Group) untuk menyukseskan program tersebut. Kegiatan itu sendiri mendapat support dari berbagai kalangan mulai dari komunitas fotografi dan media.

Sebagai informasi tambahan, Macera Manurung sendiri merupakan tradisi upacara adat kuno yang dilaksanakan satu kali selama delapan tahun, ada juga 1 kali dalam 4 tahun, 1 kali dalam 5 tahun dan 1 kali dalam 2 tahun upacara ini telah dilaksanakan beratus tahun yang lalu oleh nenek moyang orang Enrekang. Dalam rangkaian acara macera manurung tersebut ada berbagai ritual diantaranya:

Massajo: Tetua adat menyampaikan pesan- pesan leluhur kepada masyarakat.

• Tari pa’jaga: Tarian yang ditampilkan dalam acara Maccera Manurung.

• Mappadendang: Acara yang ditampilkan dalam Maccera Manurung.

• Mendoa (Ayunan): Atraksi yang dilakukan dengan menggunakan tiang kayu setinggi 20 meter dan tali ayunan dari rotan. Biasanya, satu orang diayunkan dan dua orang yang “Maddere”.(A/why)

Terkait: BudayaEnrekangKFGMacera Manurung

BeritaTerkait

Festival Nene Mallomo III Dibuka, Bupati Sidrap: Ini Membentuk Mental Juara

Festival Nene Mallomo III Dibuka, Bupati Sidrap: Ini Membentuk Mental Juara

Editor: Tohir Muhammad
4 April 2026

...

8 Negara Lintas Benua ‘Goyang’ Pinrang, Bupati Sebut Festival Budaya Internasional Peluang Emas

Editor: Tohir Muhammad
22 November 2025

...

Lestarikan Budaya, Tim dosen UMS Rappang Latih Tari Tradisi dan Kreasi Sanggar Seni Aiyra di Soppeng

Editor: Tim Redaksi
28 Oktober 2025

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi