• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Budaya dan Sastra

Nenek Deleng; Dulu Melawan Penjajah, Kini Melawan Kemiskinan

Editor: Alfiansyah Anwar
10 Juni 2017
di Budaya dan Sastra, Sulselbar
Nenek Deleng; Dulu Melawan Penjajah, Kini Melawan Kemiskinan

M Haris Syah
Parepare, Sulsel

Tidak begitu sulit menemukan rumah itu. Sebenarnya lebih pantas disebut gubuk. Berdiri ringkih dipinggir jalan Lingkar Lemoe Kota Parepare, Sulsel. Penulis mengunjunginya beberapa waktu lalu, sekira pertengahan bulan Ramadan.

Ada rasa khawatir saat menaiki anak tangganya yang keropos. Bisa ambruk sewaktu-waktu. Gubuk itu doyong ke kanan. Tiga batang potongan pohon menyangganya, sementara sisi kiri diikat tambang pada tiang listrik.  Didalamnya tinggal nenek Deleng, orangtua berusia 70 tahun.

Dia sedang mengeringkan jagung saat penulis menyapa dengan salam. Ia tetap menjawab takzim. ‘waalaikumsalam’ katanya. Meski kemudian penulis baru tahu, ia penganut Tolotang. Kepercayaan turun temurun sebagian warga di kawasan Ajatappareng, utamanya di Kabupaten Sidrap. Karena tidak terdaftar resmi sebagai agama, sebagian besar penganut kepercayaan ini menuliskan agama Hindu di KTP-nya.

BeritaTerkait

Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

21 September 2026
Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

20 September 2026
Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

16 September 2026
Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026

Belakangan penulis juga tahu, jagung kering yang sedang sibuk ia keringkan itu, nantinya dia masak untuk dimakan layaknya nasi. “Ini untuk dimakan nak, kalau ada beras kita syukur, kalau tidak ada kita makan jagung lagi,” katanya. Kami berbincang diteras.

Disamping gubuknya memang ada sawah tadah hujan. Tidak begitu luas. Kira-kira setengah ukuran lapangan tenis. Sawah itu dia garap sendiri, tentu dengan dibantu tetangga sesama petani yang berbaik hati membajak sawahnya. Dipematang sawah itu ditanaminya dengan jagung. Sisanya ditanami sayuran, yang saat panen dia jual ke tetangga.

Pelik masalah buat Nenek Deleng. Dia tidak mengantongi KTP Kota Parepare. Dia warga Kabupaten Sidrap. Sehingga bantuan raskin di Parepare tidak pernah mampir di gubuknya. Padahal, dia sudah 20 tahun tinggal disana.

Nenek Deleng juga ternyata berasal dari keluarga pejuang perang. Sebuah pin emas tanda veteran disimpannya baik-baik dilemari satu-satunya yang ada didalam gubuk itu. “Bapakku namanya Kallolo’, dia dulu pejuang. Saat kita diserbu Belanda, mereka lari masuk hutan. Biasa saya dari Lakessi keluar masuk hutan, mengantar makanan yang disembunyi dalam tumpukan garam,” kenangnya.

Sungguh bukan pilihan Nenek Deleng untuk hidup miskin. Namun dia berprinsip, soal rezeki itu tuhan yang atur. Mungkin karena itulah dia bisa bertahan hidup meski dengan kondisi amat miris.

“Rezeki selalu ada nak, biar sekadar untuk makan saja. Dulu waktu pu’ Zain (Zain Katoe, Walikota Parepare 2008-2010, red), itu beras biasa dia antar sendiri, betah lama duduk disini cerita-cerita apa saja,” kenangnya, sembari mengaduk jagung kering itu.

Meski bukan seorang muslimah, ia kebagian berkah Ramadan. Beberapa aktivis HMI yang membaca berita yang dibuat penulis, menyumbang alakadarnya. Sehari berikutnya, seorang Legislator Sulsel juga berkenan menyambangi gubuknya, menyalurkan bantuan sembako. (*)

Terkait: KeberagamanKemiskinanKemiskinan ParepareKemiskinan Sidrap

BeritaTerkait

Kemiskinan Terendah, Parepare Raih Penghargaan

Editor: Tohir Muhammad
20 Agustus 2025

...

Terobosan Pemkot Parepare Hapus Kemiskinan Ekstrem

Editor: Tohir Muhammad
19 Juli 2024

...

Pj Bupati Takalar Puji Pj Wali Kota Parepare

Editor: Tohir Muhammad
20 Juni 2024

...

Berita Populer

  • Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi