• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 8 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI; “Aisyah & “aisyah”

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
6 April 2020
di Opini
Budiman

Oleh: Budiman Sulaeman

OPINI — Saat ini lagi viral lagu aisyah. Judul di atas sengaja ditulis seperti itu sebagai bentuk penghormatan penulis kepada sosok pendamping Rasulullah Saw., yang masyhur dengan Ummul Mukminiin (ibunya para laki-laki beriman), bukan Ummul Mukminaat (ibunya para perempuan beriman). Ini dikarenakan sepeninggal Rasulullah, salah satu alasan gelar itu dilekatkan kepada beliau karena haram hukumnya seorang wali menikahkan putranya dengan ‘Aisyah. Beliau istri Rasulullah Saw yang dicintai karena kecerdasan intelektual, kemuliaan dan kesuciannya.

Kecerdasan intelektual beliau menjadikannya sebagai rujukan cabang ilmu yang patut diteladani bukan saja oleh seorang muslimah, tapi juga seorang muslim sekalipun.

Beliau lahir pada bulan Syawal tahun ke-9 sebelum hijrah atau bulan Juli 614 M. Kecerdasan beliau sudah terlihat sejak kecil, antara lain: kemampuan memori beliau untuk mengingat dengan baik apa yang terjadi pada masa kecilnya, termasuk hadis-hadis yang didengarnya dari Rasulullah Saw; kemampuan memahami, meriwayatkan, menyimpulkan sekaligus menjelaskan secara detail hukum fiqhi yang terkandung di dalam hadis; acapkali menjelaskan hikmah-hikmah dari peristiwa yang dialaminya pada masa kecil; dan kemampuan mengingat dan memahami rahasia-rahasia hijrah secara terperinci hingga ke detail peristiwanya.

Beliau ditinggal wafat oleh Rasulullah Saw ketika berusia 18 tahun. Walau demikian, beliau telah menguasai berbagai masalah agama sedemikian luas. Bahkan dikatakan bahwa segala sabda dan perbuatan Rasulullah saw dapat diingatnya tanpa batas.

Berita Terkait

Sahabat Al-Ma’un, Nasyiatul Aisyiyah, IPM, IMM dan LazisMu Parepare Kolaborasi Bantu Korban Bencana

Hal lain yang sangat mengagumkan, di kalangan para perawi hadis beliau menempati posisi ke-4 dalam jumlah hadis yang diriwayatkan, yaitu sebanyak 2210 (dua ribu dua ratus sepuluh) hadis. Dahsyat kan…?! Jumlah tersebut mengalahkan jumlah hadis yang diriwayatkan sahabat lain yang usianya jauh lebih tua dari beliau.

Fakta historis menunjukkan bahwa di dalam upaya meng-up grade keilmuan umat Islam, beliau mewakafkan dirinya dengan mendirikan sebuah madrasah (sekolah). Madrasah beliau adalah madrasah ilmu yang paling diminati setelah wafatnya Rasulullah.

Beliau mendidik secara langsung setiap orang yang meminta pengajaran darinya tanpa pandang bulu. Orang-orang yang meminta fatwa hukum dan menanyakan berbagai persoalan, beliau menyimaknya dengan saksama lalu memberikan jawaban yang sebaik-baiknya yang beliau ketahui.

Dari madrasah yang diasuh oleh beliau itu, lahir banyak ulama terutama dari kalangan tabi’in. Terdapat banyak bukti dalam literatur Islam yang menunjukkan hal itu. Bahkan Qosim, salah satu ahli fiqhi terkemuka di Madinah berkata, “beliau memberikan fatwa secara independent pada masa kekhalifahan Sayyidina Abu Bakr Ash-Shiddiq, Sayyidina Umar bin Khaththab, Sayyidina Utsman bin Affan, dan seterusnya hingga akhir hayatnya.

Meskipun beliau seorang perempuan, tapi kapasitas keilmuannya tidak kalah dari sahabat Rasulullah yang laki-laki.

Dari fakta sejarah itu, baik dari sudut pandang agama, syariat, akhlak, kemuliaan maupun kesucian, beliau tidak bisa dibandingkan dengan perempuan terkenal mana pun pada masa kini dan masa-masa sebelumnya.

Kemuliaan dan kesucian beliau tidak hanya diakui makhluk di bumi, tapi juga diamini di langit. Kemuliaan dan kesuciannya pernah mengalami ujian berat yang dikenal di dalam sejarah dengan “hadiitsul ifki”, kabar dusta atau berita hoax karena beliau dikabarkan telah berselingkuh dengan Shafwan ibn Muaththal yang merusak dan menodai kesucian dan kehormatan beliau.

Tuduhan tak berdasar ini membuat Sayyidina Abu Bakar sebagai ayah, Rasulullah sebagai suami dan ‘Aisyah sendiri dibuat menderita dengan tuduhan dan fitnah keji ini. Sebulan lamanya fitnah keji ini menjadi perbincangan hangat dan menjadi ‘gorengan sedap’ oleh para penentang Islam untuk meruntuhkan kemuliaan Islam, Allah baru menurunkan wahyu mengklarifikasi fitnah tersebut dengan turunnya ayat 11-20 surah an-Nur.

Bahkan dengan turunnya ayat ini, Sayyidina Abu Bakar sebagai ayah mendapat angin segar dan bersumpah akan memboikot orang-orang yang menyebar fitnah keji terhadap putri kesayanganya itu, tapi kemudian ditegur oleh Allah secara halus melalui ayat 22 di surah an-Nur yang turun beriringan dengan ayat yang mengklarifikasi ketidakbenaran fitnah keji tersebut agar sebagai ayah, SayyidinaAbu Bakar bersedia memaafkan dan berlapang dada menyikapi soal tuduhan keji itu.

Itulah ‘Aisyah, sosok dengan sifat-sifat paripurna yang telah menghadirkan teladan ideal bagi ratusan juta kaum perempuan di dunia. Semoga kita dapat bercermin dan terus berusaha untuk meneladani kecerdasan, kemuliaan dan kesuciannya.

Tulisan ini sejujurnya dihadirkan untuk membendung viral atau boomingnya lagu “Aisyah” di medsos yang amat digandrungi generasi millenial, yang menurut hemat kami, lirik-liriknya, langsung atau tidak, mereduksi (untuk tidak mengatakan merendahkan) kapasitas intelektual dan spiritual Sayyidatunaa ‘AISYAH Radhiyaallahu ‘Anhaa, Ummul Mukminiin, karena yang lebih banyak ditonjolkan hanya SISI LUAR dan ROMANTISME PHYSICAL beliau terhadap Rasul Saw. Lirik yang dimaksud antara lain, misalnya: Nabi Saw. minum di gelas bekas bibir dan mencubit hidung Aisyah, serta berlari-lari bersama Nabi).

Patut disyukuri bahwa dengan viralnya lagu Aisyah di dunia maya ini memang di satu sisi “menggembirakan”, namun di sisi lain “mengkhawatirkan”. Disebut “menggembirakan” karena menjadi media mengenalkan dan mendekatkan sosok pejuang Islam ke netizen: fesbuker’ dan youtuber’s. Namun juga “mengkhawatirkan” karena, langsung atau tidak langsung, telah mereduksi profil paripurna sosok yang diviralkan itu. Ini yang bahaya, dapat menggiring kesan parsial ke pikiran dan hati “aisyah” millenial mengenai sosok yang diviralkan. Ini yang beresiko. Mengapa? Karena dapat menggiring kesan parsial ke pikiran dan hari “aisyah-aisyah” millenial mengenai sosok’ Sayyidatina ‘Aisyah. Yang diviralkan hanya romantisme physical- dan pertimbangan komersialnya, bukan kapasitas intelektual, kemuliaan dan kesucian Ummul Mukminiin, ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa, semoga keridhaan Allah tercurah kepada beliau. Wallahu a’lam. (*)

Parepare, 5 April 2020
09.30.27 PM

Terkait: AisyahLagu Aisyah

TerkaitBerita

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Wali Kota Parepare dan Kapolres Jajal Lapangan Padel Royal Metro Sky

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Resmikan Masjid Anas Bin Malik dan SIT An Naas, Tasming Hamid Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan