• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Advertorial IAIN Parepare

Pascasarjana IAIN Parepare Gelar Simposium Ekoteologi: Prof. Hannani Singgung Krisis Lingkungan Global

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
17 November 2025
di IAIN Parepare

PAREPARE, PIJARNEWS.COM–Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menyelenggarakan Simposium Lecturer Series I bertajuk “Hukum Islam sebagai Fondasi Ekoteologi dan Fiqih Lingkungan” secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Live, Sabtu malam (15/11). Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa dan dosen ini menjadi ruang diskusi akademik untuk menguatkan kajian ekoteologi Islam di tengah krisis lingkungan global.

Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Parepare, Dr. Agus Mushin, M.Ag., membuka acara dengan menegaskan pentingnya forum diskusi ilmiah yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa simposium ini merupakan bagian dari rancangan seri diskusi bersama 10 profesor dan dosen, dengan target menghasilkan rekomendasi ilmiah hingga buku kompilasi. “Kegiatan ini berawal dari obrolan sederhana dengan Forum Mahasiswa Pascasarjana. Kami ingin tradisi keilmuan yang kritis tetap terjaga,” ujarnya.

Narasumber utama sekaligus Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani Labir, M.Ag., menghadirkan pemaparan mendalam selama hampir satu jam. Akademisi asal Pangkep ini dikenal sebagai sosok tegar, visioner, dan humanis dengan motto hidup “Membahagiakan orang lain adalah bagian dari kebahagiaan kita.” Jejak akademiknya tercatat kuat dengan lebih dari 520 kutipan di Google Scholar melalui berbagai publikasi internasional bereputasi.

Dalam materinya, Prof. Hannani menyoroti urgensi ekoteologi Islam dalam merespons krisis lingkungan. Ia memaparkan data global: hilangnya 517 juta hektare hutan sejak tahun 2000, kehilangan 29 juta hektare pada 2024, kenaikan suhu global 1,55°C—tahun terpanas sepanjang sejarah (WMO), hingga pencairan es Antartika yang mencapai 266 miliar ton per tahun. “Kerusakan lingkungan ini seperti lingkaran setan yang saling terkait,” katanya. Ia juga menyinggung fenomena lokal seperti hilangnya burung walet di Parepare akibat suhu ekstrem.

Berita Terkait

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

Tim PKK Parepare Berbagi Takjil, Khatam Qur’an hingga Tarawih Bersama

Parepare Tuan Rumah Rakor Antarinstansi, Pemkot Perkuat Kolaborasi Pelestarian Bahasa Daerah

Soal Pengelolaan Sampah, Parepare Terbaik di Sulsel dan Masuk Enam Besar Nasional

Dari perspektif Islam, ia menegaskan bahwa manusia adalah khalifah yang memikul amanah menjaga alam, bukan menguasainya. Ia mengulas etika ekologis Islam seperti prinsip la darara wa la dirar, sedekah jariyah melalui penanaman pohon, hingga kasih sayang terhadap hewan. Menurutnya, pelestarian lingkungan selaras dengan seluruh aspek maqasid syariah.

Sesi diskusi interaktif semakin menguatkan substansi simposium. Peserta seperti Ibu Utari mengangkat isu pola makan alami dan peran generasi Z/Alpha dalam gerakan back to nature, sementara Pak Andi menyoroti hubungan ekologi dan hak asasi manusia. Prof. Hannani menegaskan bahwa Islam mendorong pengelolaan alam secara bertanggung jawab tanpa ekstrem, seraya mengkritik pandangan “wahabi lingkungan” yang menolak pemanfaatan sumber daya sama sekali.

Simposium yang dimoderatori Muhammad Ahsan berjalan lancar meskipun sempat terkendala jaringan. Menutup acara, Prof. Hannani memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa, sementara Dr. Agus Mushin menekankan bahwa tradisi lokal seperti akikah dengan menanam 40 tunas kelapa dapat menjadi model ekoteologi berbasis budaya.

Kegiatan ini sejalan dengan program strategis Kementerian Agama mengenai ekoteologi dan menegaskan komitmen lembaga pendidikan Islam dalam mitigasi krisis iklim. Pascasarjana IAIN Parepare menargetkan seri simposium berikutnya menghadirkan profesor lain dengan harapan melahirkan karya ilmiah yang berdampak serta mendorong gerakan seperti wakaf hijau, ekopesantren, dan kampung iklim syariah.

Terkait: IAINPareparePascasarjanasimposium

TerkaitBerita

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Editor: Muhammad Tohir
14 Februari 2026

...

Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

Editor: Muhammad Tohir
11 Februari 2026

...

Wakili Kaum Muda, Dr Islamul Haq Daftar Calon Rektor IAIN Parepare

Editor: Muhammad Tohir
13 Januari 2026

...

Prof. Darmawati, Perempuan Pertama Daftar Calon Rektor IAIN Parepare 2026–2030

Editor: Muhammad Tohir
12 Januari 2026

...

BeritaTerkini

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan