PAREPARE, PIJARNEWS.COM–Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga penyandang disabilitas melalui program Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Disabilitas. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak, mulai dari BUMN, BUMD, pihak swasta hingga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepar pada Senin malam (17/08/2026),
PAM Tirta Karajae memberikan bantuan berupa satu unit kursi roda, dua pasang tongkat, serta satu paket peralatan servis elektronik. Sementara itu, BAZNAS Parepare menyalurkan satu unit kursi roda, dua pasang tongkat, dan 10 paket sembako.
Selain bantuan tersebut, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan kartu program gratis BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah penerima manfaat. Santunan BPJS Ketenagakerjaan juga diberikan kepada ahli waris kader Posyandu yang meninggal dunia.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wali Kota Parepare turut menyerahkan buku nikah gratis kepada 15 pasangan yang mengikuti nikah massal.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah PNS atas pengabdian selama 10 dan 20 tahun. Selain itu, Wali Kota memberikan penghargaan kepada anggota Paskibraka Parepare yang sukses menjalankan tugas dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini.
Suasana malam ramah tamah semakin meriah dengan penampilan peragaan busana (fashion show) yang melibatkan tujuh pelajar Parepare. Para peserta berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 1 Parepare, SMPN 1 Parepare, dan SMAN 2 Parepare.
Secara terpisah, Kepala Bappeda Kota Parepare, Zulkarnaen Nasrun, mengatakan pelaksanaan Musrenbang Disabilitas tahun ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya musrenbang digelar dengan mengumpulkan peserta di satu lokasi, kali ini tim justru mendatangi rumah warga penyandang disabilitas satu per satu untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan mereka secara langsung.
Menurut Zulkarnaen, metode jemput bola tersebut merupakan terobosan untuk memastikan seluruh penyandang disabilitas, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik berat, tetap mendapatkan kesempatan menyampaikan usulan pembangunan.
“Atas arahan Bapak Wali Kota, melalui Musrenbang Disabilitas kita menjemput bola dengan turun ke rumah setiap warga disabilitas untuk mendengar aspirasi mereka. Pak Wali juga menginginkan agar usulan warga disabilitas dapat direalisasikan secepatnya,” kata Zulkarnaen.
Dia menjelaskan, realisasi sejumlah usulan tersebut dapat dilakukan tanpa melalui APBD. Hal itu berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMD, swasta hingga BAZNAS yang berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Alhamdulillah, tanpa melalui APBD, teman-teman dari BUMN, BUMD, swasta dan BAZNAS menunjukkan kepeduliannya dengan berpartisipasi memberikan bantuan melalui dana CSR untuk warga disabilitas,” ujarnya.
Musrenbang Disabilitas Kota Parepare dilaksanakan melalui pendekatan jemput bola dengan mengunjungi rumah setiap peserta. Inisiatif ini merupakan inovasi Bappeda Kota Parepare yang diberi nama SIGAP Disabilitas, singkatan dari Sinergi Inklusif Gagasan Aspirasi Pembangunan Disabilitas.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan penyandang disabilitas tetap memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi, tanpa terkendala kondisi fisik maupun keterbatasan mobilitas.
Tim yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Bappeda, Dinas Sosial, Diskominfo, unsur kecamatan dan kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha, serta media.
Dengan pendekatan ini, aspirasi penyandang disabilitas diharapkan dapat teridentifikasi secara langsung dan ditindaklanjuti menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.












