• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ajatappareng

Peringati Hari Santri, Begini Uniknya Pakaian Dosen dan Mahasiswa IAIN Parepare

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
23 Oktober 2019
di Ajatappareng
Peringati Hari Santri, Begini Uniknya Pakaian Dosen dan Mahasiswa IAIN Parepare

Upacara bendera memperingati Hari Santri Nasional di Halaman Zona Akreditasi, IAIN Parepare, Selasa (22/10/2019).

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Hari Santri Nasional diperingati dengan upacara bendera di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (22/10/2019).

Namun upacara kali ini pakaiannya berbeda dari biasanya. Sebab, civitas akademik yang terdiri dari dosen, pegawai, dan mahasiswa seluruhnya berbusana muslim ala santri. Suasana hari santri bertema Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia ini kian semarak. 

Peserta upacara laki-laki memakai sarung, baju koko putih, dan penutup kepala songkok hitam. Prianya juga pakai sepatu. Sebagian diantaranya bahkan memakai sandal kulit. Sedangkan peserta upacara perempuan, semuanya memakai gamis dan kerudung serba putih. Suasana ini menjadikan kampus IAIN Parepare ini bak disulap seperti pesantren. Sebagian dosen dan mahasiswa yang beraktivitas di kampus IAIN Parepare ini merupakan jebolan pesantren. Bahkan tak sedikit dosen juga mengelola pondok pesantren.

Catatan penulis, dosen IAIN Parepare yang kini mengelola pesantren yakni Dr Ali Rusdi Bedong. Pesantrennya bernama Ar-Risalah, di Batetangnga, Polman, Sulbar. Ada juga pesantren yang kini dirintis Ustadz Dr Agus Muchsin bersama Ustadz Iqbal di Jalan Industri Kecil, Kota Parepare. Tak hanya itu, Dr Qadaruddin bersama keluarganya mengelola pesantren di Pangkep.    

Berita Terkait

Parepare dan Jejak “Kota Santri”: Warisan Religius dari Kepemimpinan Taufan Pawe

Semarak HSN Ponpes DDI Ujung Lare Parepare Gelar Berbagai Lomba 

Buka Expo Kemandirian Pesantren dan Festival Santri, Rektor IAIN Parepare Ungkap Ini

Santri PP Al Urwatul Wutsqaa Sidrap Nobar Film Syarat Pendidikan Politik

Penulis bersama Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan (pakai kacamata). –foto rahmat/pijarnews–

Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan mengatakan, penggunaan pakaian layaknya santri ini untuk memperingati dan memeriahkan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2019.

“Seluruh civitas akademika IAIN Parepare memperingati hari Santri Nasional secara semarak. Penggunaan pakaian santri ini membuat jiwa kita tenang,” ujar Ahmad.

Ahmad juga berharap, penggunaan baju koko dan sarung untuk pria dan gamis untuk perempuan layaknya pondok pesantren akan diberlakukan pada even-even tertentu. “Bisa saja di masa mendatang, ada event tertentu kita kembali berpakaian seperti ini,” ujar Ahmad.

Rusdianto Sudirman, Dosen IAIN Parepare yang mengajar pakai sarung ala santri.

Usai upacara, sejumlah dosen dan mahasiswa kembali ke kelasnya melakukan aktivitas belajar mengajar. Pakaian ala santri pun tetap dipakai hingga proses belajar mengajar usai.

Dikutip dari laman iainpare.ac.id, sehari sebelumnya, Senin (21/10/2019), IAIN Parepare juga menyemarakkan hari santri dengan Zikir Doa dan Tauziah. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al- Washilah IAIN Parepare.

Kegiatan ini diikuti secara hikmat ratusan civitas kampus. Baik pimpinan institut, fakultas, dosen, pegawai dan mahasiswa. Ada tiga rangkaian acara dalam kegiatan tersebut yaitu tauziah kebangsaan oleh Dr Agus Muchsin, sambutan Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.  

Kegiatan ditutup dengan acara zikir dan doa bersama yang dipandu Ustadz H Sudirman bersama tim zikir dari maha santri Ma’had al- Jamiyah IAIN Parepare.

Civitas Akademika Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam.

Rektor IAIN Parepare, Ahmad S. Rustan menyampaikan banyak pandangannya terkait eksistensi santri dan perkembangannya di Indonesia. Dalam arti yang sempit, Ahmad menyebutkan, istilah santri mula-mula digunakan orang hindu dengan istilah “sastri”. Namun perkembangan berikutnya, para ulama Islam mendirikan pondok pesantren, maka yang belajar di pesantren itulah yang disebut santri, yaitu orang yang belajar ilmu agama.

Ahmad menyebut pengertian di atas sangat sempit dan sudah saatnya memperluas makna santri yang sebenarnya. Yaitu orang yang haus belajar dan menuntut ilmu agama. Siapa pun yang menuntut ilmu agama, maka bisa disebut santri. Bahkan Ahmad optimis di masa mendatang, kata santri akan menjadi istilah umum yang dipergunakan di lembaga pendidikan, menggantikan kata pelajar, siswa, dan murid yang dikenal hari ini.

Rektor juga mengungkapkan bahwa hari santri adalah khas Indonesia. “Santri hanya ada di Indonesia, tidak ada di negara lain, termasuk di negara-negara Arab. Mengapa istilah santri dicetuskan? Itu karena santri yang menuntut ilmu di pesantren memiliki karakter yang sangat kuat dalam menuntut ilmu pengetahuan agama,” tandas Ahmad Sultra Rustan. (*)

Penulis : Alfiansyah Anwar

 

 

 

Terkait: HARI SANTRI NASIONALPakaian ala Santri

TerkaitBerita

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Brimob Parepare Ajak 200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama dan Doa untuk Negeri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Sinergi TNI-Polri, Petugas di Pinrang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong

Editor: Muhammad Tohir
2 Maret 2026

...

PKK Parepare Sebar Takjil di Empat Titik Strategis, Andi Arfiah: Momentum Perkuat Ukhuwah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
28 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan