• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Politik, Untuk Siapa ?

Oleh: Nur Aini Riswan (Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Parepare)

Amrihani Editor: Amrihani
16 Mei 2023
di Opini
Politik, Untuk Siapa ?

Foto : Nur Aini Riswan (Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Parepare)

OPINI-Situasi politik Indonesia sedang memasuki tahapan yang seru, momentum politik menuju pemilihan umum 2024 sudah tinggal menghitung bulan.

Sejauh ini, ada banyak hal yang menarik pada kontestasi politik menuju 2024. Peta persaingan partai politik, fenomena calon Presiden-Wakil Presiden, hingga konfigurasi Kepala Daerah pada level Gubernur, serta Bupati-Walikota, semuanya dipengaruhi oleh persaingan politik saat ini, dan juga berimbas pada warna politik dimasa depan.

Sejatinya politik adalah tentang proposal ide dan gagasan. Politik itu adalah tentang narasi, bukan tentang bagi-bagi nasi. Momentum politik itu adalah tentang keluhuran akal, kesucian niat, budi pekerti yang baik, dan tentang pengabdian. Bukan tentang adu logistik. Politik itu bukan tentang jumlah saldo dan tentang isi dompet. Tapi, politik itu tentang isi otak. Politik itu memang keras, walau sebenarnya banyak juga kelembutan. Perlu mental yang tangguh dengan kesabaran ekstra dan itu bisa ditempa dengan terjun ke dalamnya.

Seperti yang kita lihat, banyak aktivis dari berbagai partai politik berlomba-lomba memanfaatkan momentum tersebut. Mereka memaksimalkan situasi dengan melakukan aktivitas kampanye yang dikemas sebagai sosialisasi. Seperti yang terjadi pada saat bulan ramadan kemarin. Dalam sosialisasi tersebut mereka memang tidak menjanjikan apapun, akan tetapi momentum Ramadan mereka gunakan untuk mencari dukungan  suara pada masa yang akan datang dengan melakukan kegiatan positif.

Berita Terkait

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Padahal, sejak jauh hari Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) sudah mengingatkan, Partai Politik (Parpol) tidak boleh melanggar aturan kampanye, termasuk memanfaatkan momen Ramadan. Tidak boleh ada kampanye terselubung, seperti berbuat kebaikan atas nama Ramadan, apalagi yang berpotensi politisasi identitas  yang menggunakan bulan suci Ramadan.

Bagi kalangan elit parpol, menang tentu menjadi sebuah kemestian. Parpol penguasa akan berusaha agar kekuasaannya tetap ada di tangan. Sedangkan parpol lainnya benar-benar harus cermat berhitung, apakah akan tetap berada di pihak oposan, atau merapat pada parpol yang terbukti sudah menang. Semua resiko dan pengorbanan pun benar-benar harus mereka ukur agar kelak tetap mendapat  kekuasaan.

Namun, tidak demikian halnya jika sebelum hari ini muncul manuver dan daya tarik politik. Politik elit sangat berfokus pada konsolidasi internal selain komunikasi eksternal antar individu. Karena sarat dengan ketegangan dan persaingan posenya tampak cukup cair.

Apa Arti Dari Nasib Rakyat?

Faktanya, pada hari yang sama, individu tersebut mungkin telah bangkit dihadapan harta terpendam yang belum diketahui. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran Indonesia menembus 8,42 juta, dan yang bekerjapun mayoritas berpenghasilan rendah. Harga kebutuhan pokok makin tidak terjangkau ditengah kebijakan impor yang jor-joran. Sementara, pada saat yang sama, arus masuk tenaga kerja asing diberi pintu selebar-lebarnya.

Generasi muda pun dalam kondisi terbajak potensinya. Sebagian mereka bahkan terjerumus dalam pergaulan bebas yang mengancam masa depannya. Kriminalitas merajalela, tanpa bisa dicegah dengan sistem hukum yang ada. Bahkan, mirisnya, kejahatan yang dilakukan elit berdasi makin lama makin marak saja.

Dengan demikian, kondisi rakyat benar-benar seperti tanpa pengurusan negara. Kebijakan penguasa selama ini banyak yang menyusahkan mereka. Pembangunan seakan berjalan, tetapi tidak didedikasikan untuk rakyat, malah membuat negara makin tenggelam dalam utang berbunga. Ditengah suasana itulah, berbagai mantra indah kembali dibacakan para pelaku politik. Mimpi kesejahteraan ditebar dengan berbagai cara. Rakyat benar-benar dibuat lupa bahwa janji-janji politik para politisi di pemilu-pemilu sebelumnya belum lunas dibayarkan. Bahkan mereka lupa bahwa mereka dalam posisi dimanfaatkan. Habis manis sepah dibuang.

Masalahnya, kemanfaatan bagi siapa? Sebagaimana diketahui, ongkos politik yang harus dipertaruhkan diajang lima tahunan ini sangatlah besar. Bukan hanya biaya ekonomi untuk iklan atau kampanye saja, melainkan juga biaya sosial. Mau tidak mau, mereka yang terlibat harus berjuang mati-matian untuk menang. Setelah menang, mereka dipastikan akan balik modal, plus dengan keuntungan besar.

Wajar jika ada yang mengatakan, politik itu kotor. Para pelaku memang kerap berbicara kepentingan bangsa dan negara, tetapi realitasnya semua hanya berujung pada ikhtiar melanggengkan kepentingan partai, elit partai, serta kelompok pendukung dan para pemodal. Kedaulatan rakyat yang terus digadang-gadang, nyatanya hanya khayalan. Yang berdaulat nyatanya adalah para pemilik modal.

Berharap kebaikan pada sistem politik, hanya membuang energi saja. Tidak ada jaminan yang pasti selain janji-janji manis politisi yang berulang kali dikhianati. Sudah saatnya kita kembali pada habitat kita sendiri, yakni sistem politik yang mewujudkan ketaatan hakiki sekaligus menjamin kemuliaan sejati. (*)

Opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Terkait: OpiniPolitik

TerkaitBerita

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan