• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 12 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

PT. MHA Investasi Rp200 Miliar Bangun Pabrik Pengelolaan Limbah Medis di Barru

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
22 Februari 2021
di Ajatappareng, Kesehatan

BARRU, PIJARNEWS.COM — Salah satu masalah besar saat ini adalah tingginya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk penanganan limbah industri atau limbah medis rumah sakit. Biaya tersebut terutama mencakup biaya transportasi dimana semua limbah harus dikirim dan dimusnahkan di Jawa.

Hal itu diungkapkan Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK saat melakukan peletakan batu pertama pabrik PT Mitra Hijau Asia (MHA) di Barru, Sabtu (20/2/2021).

“Dengan adanya tempat pengelolaan limbah B3 yang dibangun PT Mitra Hijau Asia ini, industri dan rumah sakit di kawasan timur khususnya akan lebih efisien. Ini adalah proyek penting yang sangat membantu pemerintah dalam penanganan limbah B3 yang selama ini masih menjadi beban industri dan rumah sakit,” kata

Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, investasi PT Mitra Hijau Asia sebagai sebuah investasi langka. Karena, diantara 12 ribu industri yang menyesaki Indonesia, hanya 20 Industri saja yang bergerak di bidang Pengelolaan Sampah, Limbah.

“Saya percaya perusahaan ini akan bergerak secara profesional dan beroperasi sesuai arahan dan pengawasan pemerintah,” kata Vivien.

Berita Terkait

Aktivitas Investasi Menguat, Ekonomi Parepare Tumbuh 4,46 Persen Triwulan II-2025

Pantai Selayang Pandang Dipadati Warga, Saksikan Musik Sayang-sayang

Warga Desa Bojo Berburu Kebutuhan Pokok dengan Harga Subsidi

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Mencapai Rp14 Ribu Triliun hingga 2029

Direktur utama PT Mitra Hijau Asia, Riory Rivandy Ilyas mengatakan, PT Mitra Hijau Asia telah berkontribusi selama 7 tahun dengan komitmen kuat membantu pemerintah menyelamatkan lingkungan dengan motto “protect the environment”.

“Total investasi di pembangunan ini kurang lebih Rp200 miliar dan dibangun di atas lahan seluas 42 hektare,” kata Riory.

PT Mitra Hijau Asia, lanjutnya didirikan pada 2014 atas dorongan ibu Dirjen Rosa Vivien Ratnawati. Semangatnya adalah bahwa perlu membantu pemerintah dengan membangun pengelolaan limbah B3, karena seharusnya limbah B3 dari Sulawesi Selatan tidak dikirim ke Pulau Jawa untuk dimusnahkan.

“Sejak itu kami mencanangkan pembangunan pengelolan limbah B3 dan hari ini dapat terwujud. Sebagai tahap pertama yaitu pembangunan insenerator sebanyak 2 unit dengan kapasitas 12 ton/hari untuk limbah medis dan limbah industri serta pengumpulan 193 jenis limbah B3  pada luas lahan 2,3 ha,” tambahnya.

Untuk tahap kedua, PT Mitra Hijau Asia akan mengembangkan pemanfaatan limbah B3 menjadi bata merah dan bata putih serta pengelolaan oli bekas. Dan pada tahap ketiga akan dikembangkan landfill dengan luas  39,7 ha  sehingga luas seluruhnya mencapai 42 ha dengan  investasi sedikitnya mencapai Rp150-Rp200 miliar.

“Perlu kami laporkan bahwa bisnis kami selama ini adalah pengangkutan/transportasi  limbah B3 sejak tahun 2014, dengan jumah armada truk dan mobil box sebanyak 62 unit dengan kantor cabang di 16 provinsi masing-masing di Kalimantan, Sulawesi,  Maluku, Papua, NTT, Surabaya dan Jakarta,” jelas Riory.

Riory menegaskan bahwa yang paling sulit sejauh ini adalah pengangkutan dari pulau-pulau terluar seperti Pulau Saumlaki yang berbatasan dengan Australia dan Pulau Wetar yang berbatasan dengan Timor Timur. Dimana trasporter bahkan perlu mencarter kapal khusus mengangkut truk paling sedikit 2 hari baru ke Ambon, untuk selanjutnya dari Ambon ke Makassar. Kemudian dari Makassar ke Surabaya/Jakarta. Sehingga seluruhnya dibutuhkan waktu 14 hari.

“Sebenarnya lebih dekat ke General Santos Filipina di banding ke Manado yang bukan hanya sulit dijangkau juga menunggu cuaca bagus serta kedatangan kapal, pernah sampai 21 hari dibutuhkan untuk mengangkut satu kontainer.  Hal yang sama juga dengan Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia atau bahkan kabupaten Sekadau Kalimantan Barat yang jaraknya hanya 200 meter dari Malaysia,” tambah Rio.

Begitupula dengan Pulau Tahuna yang berbatasan dengan Filipina, ditempuh dengan kapal selama 2 hari dari Manado. “Dengan adanya tempat pengelolaan limbah B3 di Barru, tentu akan berdampak terhadap efisiensi industri dan rumah sakit khususnya di Kawasan Timur Indonesia,” pungkasnya.

Selain pemusnahan limbah B3, perusahaan ini juga akan mengelola limbah industri spesifik yang akan menghasilkan produk seperti batako dan batu merah. Produk hasil olahan ini nantinya akan dikontribusikan pada masyarakat di Barru dan sekitarnya sebagai bentuk CSR perusahaan. (pp/mtr)

Terkait: BarruInvestasiLimbah MedisPabrikPT MHA

TerkaitBerita

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

...

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

...

Meski Belum Rampung, Warga Desa Benteng Senang Jalan Indoapping-Rajang Balla Kini Diperbaiki

Meski Belum Rampung, Warga Desa Benteng Senang Jalan Indoapping-Rajang Balla Kini Diperbaiki

Editor: Muhammad Tohir
31 Mei 2026

...

Abrasi di Dusun Celallang, Bupati Pinrang Tinjau Lokasi

Abrasi di Dusun Celallang, Bupati Pinrang Tinjau Lokasi

Editor: Muhammad Tohir
25 Mei 2026

...

Berita Terkini

Perdana Digelar Terpusat di UMS Rappang, 496 Murid TK ABA se-Sidrap Ikuti Penamatan

Perdana Digelar Terpusat di UMS Rappang, 496 Murid TK ABA se-Sidrap Ikuti Penamatan

Editor: Muhammad Tohir
11 Juni 2026

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Editor: Muhammad Tohir
11 Juni 2026

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Editor: Muhammad Tohir
8 Juni 2026

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan