• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 6 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Puluhan Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Benarkah Kakek Ini Tak Dapat Bantuan Pemerintah?

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
2 Februari 2019
di Sulselbar
Kakek Hakim sedang berada di Gubuk Reyotnya.

Kakek Hakim sedang berada di Gubuk Reyotnya. --foto amiruddin/pijarnews--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Malang nian nasib Hakim (72), warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Meski sudah puluhan tahun tinggal di gubuk reyot di Kota Parepare, namun hingga kini ia mengaku tak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Benarkah?

Hakim yang telah berusia senja tinggal di sebuah gubuk reyot berukuran 2×3 meter. Itu pun hanya menumpang di atas lahan milik warga. Rumah Kakek Hakim ini beralaskan papan seadanya serta dinding gamacca –anyaman bambu– bekas pembuangan bongkaran rumah.

Kakek Hakim yang akrab disapa Haking ini tinggal digubuk seorang diri. Ia tidak memilki pekerjaan tetap. Terlebih lagi usianya sudah usur, sehingga tak mampu lagi bekerja. Selama ini, ia hanya bisa berharap bantuan dermawan untuk bisa menyambung hidup.

Haking yang ditemui PIJARNEWS mengungkapkan, sudah 30 tahun tinggal sendiri di gubuk, tanpa kasur, dan tanpa lampu. “Ya disyukuir saja apa yang ada, meskipun saya menumpang di sini,” kata Haking saat ditemui PIJARNEWS, Sabtu (2/2/2019).

Haking berkisah, dulu ia merantau ke Kalimantan dan bekerja di sebuah perusahaan. Namun setelah diputus kontrak, Haking menjadi pengangguran hingga saat ini.

Berita Terkait

Usai Ramai Diberitakan, Kakek Hakim yang Tinggal di Gubuk Reyot Dapat Bantuan

Menurut pengakuannya, Haking memiliki keluarga di Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Ia mengaku ingin sekali kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan kerabat di sana.

“Tapi tidak tahu, mau dapat uang dari mana untuk pulang ke sana. Saya juga sudah tidak tahu apakah mereka masih ada atau telah meninggal dunia,” ujar Haking.

Ironisnya, sejak tinggal dan menjadi warga Kota Parepare, Haking mengaku belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Jangankan seliter, sebiji beras pun tidak pernah dapat dari pemerintah. Begitu pula bantuan lain. Saya juga tidak pernah terima,” katanya sambil memperlihatkan KTP berdomisili Parepare.

Kini untuk makan sehari-hari, Haking mengaku hanya berharap belas kasih warga di sekitar tempat tinggalnya. Karena dia sudah tak kuat lagi bekerja.
“Tadi juga ada pelajar yang membawakan saya nasi bungkus dan air botol,” terang Haking sambil berharap pemerintah dan para dermawan bisa memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-harinya.

Hingga berita ini diterbitkan, PIJARNEWS berupaya mengkonfirmasi pemerintah setempat mengenai apakah benar Kakek Haking tak pernah diberi bantuan. Padahal, kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan. (*)

Reporter : Amiruddin
Editor : Alfiansyah Anwar

Terkait: Gubuk ReyotKakek Hakim

TerkaitBerita

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Berita Terkini

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

ASN Pemkab Sidrap Terima Gaji ke-13, Total Anggaran Rp28 Miliar

ASN Pemkab Sidrap Terima Gaji ke-13, Total Anggaran Rp28 Miliar

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Wawali Parepare Paparkan Success Story Pengelolaan Sampah di Raker APEKSI Komwil VI Kendari

Wawali Parepare Paparkan Success Story Pengelolaan Sampah di Raker APEKSI Komwil VI Kendari

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan