• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Tiba di Parepare, Dua Pengungsi Tsunami Palu Disambut Tangis Keluarganya

Editor: Alfiansyah Anwar
6 Oktober 2018
di Sulselbar
Korban Tsunami Palu

Nurmila dan Herlina, dua bersaudara korban gempa dan tsunami di Palu tiba di Kota Parepare, Jumat malam 5 Oktober 2018. --alfiansyah anwar/pijarnews--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Keluarga korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah terharu saat menyambut kedatangan dua anggota keluarganya saat tiba di Tonrangeng, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat malam 5 Oktober 2018.

Soalnya, satu dari dua anggota keluarganya ini menyaksikan rumahnya dilanda gempa kemudian dihempas tsunami setinggi tujuh meter di Pantai Silae, Palu.

Sebelum tiba di Parepare, dua bersaudara Nurmila (21 tahun) dan Herlina (19 tahun) menumpangi pesawat gratis Hercules milik TNI dari Palu ke Kota Makassar.

Dua bersaudara
Dua korban tsunami Palu saat berkumpul bersama keluarganya di Tonrangeng, Kota Parepare. –alfiansyah anwar/pijarnews–

Selanjutnya, dua pengungsi ini menumpangi mobil angkutan umum menuju Parepare sejauh 150 kilometer. Saat tiba di Parepare, ibunya bernama Enny menunggunya di pinggir jalan kemudian membayarkan ongkos mobil kepada sang sopir. Sebab, kedua anaknya ini tidak memiliki lagi uang akibat rumahnya tersapu gelombang tsunami di Pantai Silae, Kota Palu. Ibunya kebetulan tidak berada di Palu saat gempa dan tsunami lantaran menghadiri pesta perkawinan keluarganya di Kota Parepare.

BeritaTerkait

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026
Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

20 September 2026
Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

16 September 2026
Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026

Dari dua korban pengungsi ini, satu diantaranya yakni Herlina mengaku melihat langsung air tsunami menghantam rumah orang tuanya. “Saat gelombang air pertama datang, saya naik ke pondasi rumah. Setelah itu, saya bersama ayahku Rahman Dolo berlari ke luar rumah dan mencari tempat yang tinggi,” ujar Herlina menceritakan kisah perjuangannya saat Palu digoyang gempa dan terjangan Tsunami.

Menurut Herlina, ayahnya sempat terbawa air tsunami sebelum akhirnya bisa menyelamatkan diri.

Herlina mengaku air tsunami menerjang perkampungan Pantai Silae setinggi tujuh meter. Akibatnya, sebagian besar rumah rusak.”Termasuk rumah orang tua kami retak akibat gempa dan seluruh perabotan rumah tangga hancur diterjang tsunami,” kata Herlina.  

Usai gempa dan tsunami, Herlina bersama anggota keluarganya tetap bertahan dan tidur di jalan depan rumahnya. Bila malam hari, suasana cukup gelap karena minim penerangan lampu. Karena trauma, dua bersaudara ini kemudian memilih pulang ke rumah neneknya di Tonrangeng, Kota Parepare. Sedangkan ayahnya Rahman Dolo dan tiga saudara Herlina masih bertahan di Kota Palu.

Data Tagana Kota Parepare menyebutkan, saat ini terdapat 52 pengungsi korban Gempa dan Tsunami Sulteng berada di rumah keluarganya di Kota Parepare. Itu berarti jumlah tersebut bertambah menjadi 54 orang, setelah dua orang pengungsi yakni Nurmila dan Herlina tiba di Parepare Jumat malam.  (*)

Penulis : Alfiansyah Anwar

 

Terkait: Tsunami Palu

Berita Terkait

Nur Nahdiyah

Pengungsi Bertambah, KPU Parepare Akan Koordinasi KPU Sulteng soal Data Pemilih

Editor: Alfiansyah Anwar
14 Oktober 2018

...

LazisMu

Muhammadiyah Pinrang Siapkan Sarana Pendidikan untuk Pengungsi Sulteng

Editor: Alfiansyah Anwar
6 Oktober 2018

...

Genpa Palu

Belasan Mobil Bawa Logistik ke Palu, FAS Minta Relawan Siaga

Editor: Alfiansyah Anwar
6 Oktober 2018

...

Berita Populer

  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi