MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Ada hal-hal yang tidak selalu bisa dipahami hanya dari ruang kelas. Rumus, diagram proses, istilah teknis, hingga gambaran tentang peralatan industri akan memiliki makna yang berbeda ketika mahasiswa melihatnya secara langsung di lapangan.
Hal inilah yang menjadi bagian dari pengalaman Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Bosowa melalui kegiatan kunjungan industri ke PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat bagaimana ilmu Teknik Kimia diterapkan dalam lingkungan industri, khususnya pada proses pengolahan nikel.
Kunjungan industri tersebut diarahkan untuk memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja sekaligus mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik industri. Selama perkuliahan, mahasiswa lebih banyak berhadapan dengan teori dan konsep. Melalui kunjungan ini, mereka memperoleh kesempatan untuk melihat bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam proses kerja yang sesungguhnya.
Lebih dari sekadar menambah wawasan, pengalaman ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami karakter lingkungan kerja industri, proses pengolahan sumber daya alam, hingga pentingnya aspek keselamatan dan pengelolaan lingkungan dalam kegiatan operasional.
Selama berada di PT Vale Indonesia Tbk, mahasiswa mendapatkan materi mengenai Process Plant yang disampaikan oleh Alfie Ria Rusdiyanto. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai proses pengolahan bijih nikel hingga menghasilkan produk berupa nickel matte, sekaligus memperkenalkan berbagai tahapan dan istilah teknis yang digunakan dalam proses pengolahan, seperti calcine, furnace, slag, matte, dan converter.
Bagi mahasiswa Teknik Kimia, materi tersebut menjadi semakin bermakna karena tidak berhenti pada penjelasan teoritis. Setelah mendapatkan pemaparan mengenai proses Process Plant, mahasiswa diajak mengikuti plant site tour untuk melihat langsung area operasional PT Vale Indonesia Tbk.
Di area tersebut, mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung berbagai peralatan industri yang selama ini mereka kenal melalui pembelajaran di kampus. Aktivitas para pekerja di dalam plant site juga memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah industri beroperasi dengan sistem, prosedur, dan standar kerja yang harus dijalankan secara konsisten.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya melihat bentuk fisik peralatan industri, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai bagaimana setiap bagian dalam proses memiliki keterkaitan dengan pengetahuan yang dipelajari di bangku perkuliahan.
Selain plant site tour, rangkaian kunjungan juga mencakup nursery tour dan Sorowako tour. Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami proses produksi, tetapi juga melihat sisi lain dari pengelolaan lingkungan dan kawasan di sekitar operasional perusahaan.
Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pihak dari PT Vale Indonesia Tbk, di antaranya perwakilan External Relations, Andi Nurul, tim Process Plant, Alfie Ria Rusdiyanto, tim Nursery, serta tim terkait lainnya yang mendampingi rangkaian kunjungan mahasiswa.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman bahwa proses industri tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab terhadap lingkungan dan keselamatan kerja. Pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, efisiensi proses produksi, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang turut diperkenalkan kepada mahasiswa selama kegiatan.
Bagi mahasiswa Teknik Kimia Universitas Bosowa, pengalaman tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pembelajaran yang mereka dapatkan di kampus. Konsep mengenai proses pengolahan, peralatan industri, pengendalian proses, K3, hingga pengelolaan lingkungan yang sebelumnya dipelajari secara akademik dapat mereka lihat penerapannya dalam kondisi nyata.
Dengan demikian, kunjungan industri tidak hanya menjadi kegiatan observasi, tetapi juga menjadi proses pembelajaran kontekstual. Mahasiswa dapat memahami bahwa teori yang dipelajari di ruang kelas memiliki hubungan langsung dengan berbagai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi dunia industri.
Kolaborasi semacam ini juga menjadi bagian penting dalam mempertemukan dunia pendidikan dan industri. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai standar kerja, budaya industri, kompetensi yang dibutuhkan, serta tantangan yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
Pada akhirnya, kunjungan ke PT Vale Indonesia Tbk menjadi lebih dari sekadar perjalanan untuk melihat sebuah perusahaan dari dekat. Bagi mahasiswa Teknik Kimia Unibos, ini adalah kesempatan untuk melihat teori bekerja.
Dari ruang kelas menuju plant site, dari konsep menuju praktik, mahasiswa belajar bahwa kesiapan memasuki dunia industri tidak hanya dibangun dari seberapa banyak teori yang dikuasai, tetapi juga dari seberapa jauh mereka memahami bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata.
Pengalaman di PT Vale Indonesia Tbk pun diharapkan menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja—dengan pengetahuan yang lebih luas, keterampilan yang semakin terarah, serta pemahaman yang lebih nyata tentang profesionalisme di industri. Karena sebelum benar-benar terjun ke dunia industri, mahasiswa perlu terlebih dahulu melihat bagaimana dunia itu bekerja. (adv)












