PAREPARE. PIJARNEWS.COM – Wali Kota Parepare Tasming Hamid merespons keluhan warga terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Pemadaman tersebut disebabkan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto.
Tasming menggelar pertemuan dengan pihak PLN ULP Mattirotasi, para camat, dan Direktur PAM Tirta Karajae untuk membahas persoalan tersebut. Pertemuan berlangsung di Lounge TSM, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Rabu (02/09/2026).
Tasming mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, pemeliharaan infrastruktur di PLTU Jeneponto berdampak terhadap sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Parepare.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN ULP Mattirotasi. Informasinya bahwa ada pemeliharaan jaringan listrik di PLTU Jeneponto, dampaknya memang ke seluruh wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk kita di Parepare,” kata Tasming.
Dia berharap masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa selama pemadaman bergilir berlangsung. Pemerintah Kota Parepare, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan PLN agar kondisi kelistrikan segera kembali normal.
“Kita sudah dengar tadi dari pihak PLN bahwa secepatnya pemadaman bergilir ini segera terselesaikan. Kita tentu berharap kepada masyarakat agar tetap tenang menyikapi kondisi ini dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Karena bukan kali ini saja, tapi hampir setiap tahun terjadi dan dapat diselesaikan,” ujarnya.
Tasming juga meminta PLN mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pemeliharaan agar dampak pemadaman terhadap aktivitas masyarakat dapat segera berakhir.
Sementara itu, Manager PLN ULP Mattirotasi, Adryani, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik yang telah berlangsung sekitar tiga hari di Kota Parepare.
Dia menjelaskan, pemadaman bergilir dilakukan sebagai upaya pengaturan beban selama proses pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto. Langkah tersebut diambil untuk mencegah dampak gangguan yang lebih luas.
“Jadi penyebab dari pemadaman bergilir ini adalah adanya kegiatan pemeliharaan salah satu infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto. Kami sedang melakukan kegiatan pemeliharaan berkala. Maka dari itu, kami dari Parepare melakukan pengaturan beban dalam rangka menghindari dampak yang lebih meluas,” jelas Adryani.
Adryani menyebut pekerjaan pemeliharaan tersebut diperkirakan berlangsung hingga 5 September 2026. Meski demikian, PLN berupaya menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.
“Estimasi pekerjaan pemeliharaan ini berlangsung sekitar sampai tanggal 5 September nanti, namun kami upayakan tim kami berusaha maksimal bisa selesai lebih cepat. Jadi kami harap dukungan, doa dari masyarakat,” tuturnya.
Adryani juga membantah isu yang menyebut pemadaman listrik di Parepare disebabkan kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae.
“Jadi tidak benar isu-isu diakibatkan oleh kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae. Tapi ini murni karena adanya pemeliharaan infrastruktur di PLTU Jeneponto,” tegasnya.












