• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 18 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sejarah

Wisata Sejarah Makam Raja-raja Banggae di Sulawesi Barat

Editor: Tim Redaksi
12 Oktober 2023
di Sejarah
Makam Raja-raja Banggae (Foto : Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan).

Makam Raja-raja Banggae (Foto : Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan).

MAJENE,PIJARNEWS.COM-Majene merupakan wilayah yang terletak di Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, memiliki sebuah situs bersejarah bernama Makam Para Raja. Kompleks ini bukan hanya merupakan tempat peristirahatan terakhir para penguasa setempat, atau mara’dia, serta anggota masyarakat Banggae, tetapi juga mengusung nilai budaya dan sejarah yang sangat penting.

Kompleks Makam Raja-raja Hadat Banggae Mandar.
Kompleks Makam Raja-raja Hadat Banggae Mandar.

Makam Para Raja bukan sekadar tempat penghormatan, melainkan juga menjadi tujuan wisata yang memikat, menarik pengunjung dari Majene dan sekitarnya. Keindahan situs ini tidak hanya berakar pada makna sejarahnya, melainkan juga pada lokasinya yang memukau sepanjang garis pantai, menawarkan pemandangan yang memukau dan menjadikannya tempat yang sempurna untuk bersantai serta berkumpul bersama keluarga.

Dalam keseluruhannya, kompleks ini mencakup area seluas 1,6 hektar dan merupakan kuburan tradisional terbesar di Sulawesi Barat, dengan total 471 makam yang terdapat di dalamnya. Keberadaan area warisan budaya yang begitu luas ini membentangkan karpet kaya akan wawasan sejarah, terutama mengenai sejarah tanah Mandar.

Bagi para pelancong, destinasi ini merupakan pilihan yang menggoda. Keelokan dan nilai edukatifnya yang Instagramable, terutama terkait dengan sejarah kawasan Mandar, menjadikannya sebagai situs yang memikat untuk dieksplorasi. Permata ini diberi nama “Makam Para Raja dan Hadat Banggae” dan terletak di puncak Bukit Ondongan di Desa Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

BeritaTerkait

Ini Penjelasan UAH Soal Duka Keluarga Rasulullah Sebelum Peristiwa Isra Mi’raj

Ini Penjelasan UAH Soal Duka Keluarga Rasulullah Sebelum Peristiwa Isra Mi’raj

27 Januari 2025
Sumber: yamanitography

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani

2 Januari 2024
Mengenal Prof Baharuddin Lopa, Jaksa Pemberani Kepercayaan Gus Dur

Mengenal Prof Baharuddin Lopa, Jaksa Pemberani Kepercayaan Gus Dur

10 November 2023
Bujung Lapakkita Pinrang

Kisah Dibalik Bujung Manurung Lapakkita di Pinrang 

20 Oktober 2023

Sesuai dengan namanya, destinasi wisata ini menampilkan sekitar 471 makam yang dibuat dari berbagai bahan, termasuk batu lava, batu tanah, dan kayu, dengan masing-masing memiliki ukiran dan bentuk yang unik dan rumit, serta memiliki makna simbolis yang tersendiri.

Makam Raja-raja Banggae (Foto : Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulsel).

Pengunjung Makam Para Raja tidak hanya dapat menikmati keindahan estetika makam-makam kerajaan Banggae, tetapi juga disuguhi pemandangan panoramik pantai serta keindahan kota Majene. Situs ini menyediakan gazebo yang nyaman untuk bersantai dan tanaman hijau subur yang melengkapi suasana yang menyegarkan.

Yang lebih menggembirakan adalah Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menikmati tempat wisata ini. Hanya dengan membayar Rp 5.000, Anda sudah bisa mengabadikan kenangan, belajar tentang sejarah, atau sekadar menikmati udara pegunungan yang segar. Situs ini selalu terbuka untuk tamu setiap hari selama jam kerja reguler, mulai pukul 08:00 hingga 17:00 Wita.

Akses ke lokasi ini juga sangat mudah; jaraknya hanya sekitar 2,5 kilometer dari Kota Majene, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau untuk berkumpul bersama keluarga atau kunjungan dengan teman sesuai keinginan Anda.

Jadi, apakah Anda sudah siap untuk memulai perjalanan menjelajahi deretan batu nisan dan situs pemakaman ini, untuk sebuah pengalaman perjalanan yang tak terlupakan?.

Penulis : Rindiani (Mahasiswa PPL STAIN Majene)

Terkait: MajeneMakam Raja-RajaSulbar

BeritaTerkait

Komunitas Estuaria Indonesia Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Majene

Komunitas Estuaria Indonesia Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Majene

Editor: Tim Redaksi
10 Mei 2025

...

Dokter Helmiyadi Tutup Usia, RSUD Andi Makkasau Sampaikan Bela Sungkawa

Editor: Tohir Muhammad
12 Juli 2024

...

Kalibiru, Destinasi Wisata Alam Favorit Saat Musim Buah

Kalibiru, Destinasi Wisata Alam Favorit Saat Musim Buah

Editor: Tohir Muhammad
29 Januari 2024

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi