MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Harapan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) meresmikan proyek kereta api yang digagasnya, sebelum masa periodenya habis, disebut tidak akan tercapai.
SYL harus merelakan proyek kereta api Trans Sulawesi diresmikan oleh Gubernur Sulsel yang akan menggantikannya. Jabatan SYL sebagai Gubernur Sulsel dua periode sendiri akan berakhir 2018 mendatang.
Plt Bupati Barru, Suardi Saleh menegaskan proyek kereta api belum bisa dimanfaatkan hingga 2018. Karena masih belum rampung dan masih banyak kendala yang harus diselesaikan.
“Gubernur mengharapkan 2018 proyek kereta api sudah bisa dimanfaatkan sampai Parepare, tapi itu tidak bisa tercapai. Karena sulit selesai sampai di Parepare,” ujar Suardi Saleh, dilansir Rakyatku.
Suardi Saleh mengatakan, progres pengerjaan proyek kereta api tersebut hingga saat ini masih jauh dari target penyelesaian. Untuk badan jalan baru 16 kilometer sementara rel yang sudah terpasang sekitar 14 kilometer.
“Yang belum dikerjakan, jalur yang akan menembus gunung sepanjang 2 kilometer dan jalur yang melewati laut juga sepanjang 2 kilometer. Itu yang baru akan dikerjakan pada 2018 mendatang, makanya sulit selesai,” katanya.
Terpisah, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, perampungan proyek kereta api Trans Sulawesi masih menemui banyak kendala. Salah satunya pembebasan lahan yang belum rampung hingga saat ini.
“Kendalanya mulai dari perubahan jalur yang akan dibuatkan terowongan menembus gunung, hingga pembebasan lahan yang masih belum rampung hingga saat ini,” imbuhnya.
Untuk 2017 saja, pembabasan lahan tahap kedua akan dilakukan untuk 623 bidang dari 1.411 bidang yang harus dibebaskan.
“Untuk itu tahun ini kita fokus ke pembebasan lahan. Termasuk perencanaan dua terminal di Parepare. Kita hanya bisa bangun satu terminal saja, karena kita fokuskan untuk pembebasan lahan dulu,” kata Agus.
Adapun lahan yang akan dibebaskan tahun ini ada di wilayah Maros, Pangkep, dan di Makassar sebagian. Untuk arah dari Barru ke Parepare, masih menunggu anggaran yang cukup besar.
“Makanya anggaran tahun ini akan dialihkan ke pembebasan lahan, termasuk anggaran tambahan sebesar Rp1,2 triliun dari anggaran awal hanya Rp500 miliar,” jelas Agus.
Yang melegakan, bagian-bagian pendukung pembangunan rel kereta api seperti tiga jembatan, dan jalan layang diketahui sudah dibangun dan ada yang sudah selesai. “Kecuali terowongan yang baru akan dikerjakan 2018 mendatang.” tandasnya. (*)
















