• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 16 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

19 WNI Dikarantina di Pinrang Bisa Dijenguk Keluarga, Ini Syaratnya

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
17 Mei 2020
di Sulselbar
wni karantina

Kadis Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi (pakai baju merah) saat memberikan penjelasan kepada WNI yang sedang menjalani masa karantina.

PINRANG, PIJARNEWS.COM — Sebanyak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Malaysia yang tiba di Kabupaten Pinrang harus menjalani karantina selama 14 hari. Meski dikarantina, namun bisa dijenguk keluarganya.

Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi saat memberikan arahan kepada para WNI yang baru tiba di Gedung Aisyiyah Boarding School (ABS) yang merupakan tempat karantina.

Ia mengatakan, keluarga yang berkeinginan berkunjung diperbolehkan, namun harus mengikuti protokol kesehatan dari tim medis.

Sementara itu, kata Dewi, saat ini warga yang dikarantina itu tidak diperbolehkan untuk kembali ke rumahnya. Sebab dikhawatirkan membuka peluang penyebaran Covid-19.

Dewi mengungkap, kondisi terkini para warga karantina dalam kondisi baik dan sehat. Hanya saja, ungkap Dewi, ada salah seorang yang mengalami demam namun secara keseluruhan telah mengikuti rapid test dan hasilnya non reaktif.

Berita Terkait

Imigrasi Rilis ‘Global Citizen of Indonesia’, Eks WNI Bisa Tinggal Selamanya Tanpa Pindah Paspor

Maret 2024, Imigrasi Parepare Layani 1.802 Penerbitan Paspor

Kantor Imigrasi Parepare Layani Pemulangan Ratusan WNI Pekerja Migran

Karantina Pertanian Makassar Musnahkan 22 Jenis Tanaman

“Tapi bisa saja mereka pembawa virus atau carier istilahnya dan kalau mereka ketemu keluarganya dengan imunitas yang rendah atau lansia atau keluarga dengan penyakit penyerta, ya.. bisa saja mereka yang akan menularkan virusnya ke keluarganya,” jelasnya.

“Makanya kenapa sebenarnya isolasi mandiri dilakukan 14 hari, kan masa inkubasinya virus corona 2 sampai 14 hari,” lanjut Dewi saya dikonfirmasi lewat Via WhatsApp, baru-baru ini.

“Kami tidak ingin penularan tidak terkendali dengan kedatangan pemudik dari Malaysia,” ungkapnya.

Terkait pemulangan untuk lebaran, Dewi belum bisa memastikan hal itu sebab akan dibahas terlebih dahulu bersama ketua gugus sambil melihat perkembangan warga yang dikarantina selama dua sampai tiga hari ke depan.

Ia juga menyampaikan, selama karantina, WNI dari Malaysia itu akan dijamin oleh pemerintah daerah Kabupaten Pinrang.

Disamping itu WNI yang dikarantina dianjurkan mengikuti protokol kesehatan dan akan diajarkan pola hidup sehat seperti makanan teratur, olahraga serta berjemur.

19 orang tersebut merupakan warga asli Pinrang. Mereka berasal dari enam kecamatan yakni enam orang dari Kecamatan Wattang Sawitto, empat warga Kecamatan Duampanua, empat Kecamatan Patampanua, tiga Kecamatan Suppa dan dua warga Kecamatan Paleteang.

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin

Editor : Alfiansyah Anwar

Terkait: KarantinaWNIWNI asal Malaysia

TerkaitBerita

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

...

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Berita Terkini

Wali Kota Parepare Antar Langsung Rastra dan Kursi Roda ke Rumah Warga

Wali Kota Parepare Antar Langsung Rastra dan Kursi Roda ke Rumah Warga

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

Imigrasi Parepare Layani 38 Pemohon Paspor di CFD Lewat Program PASPORIA

Imigrasi Parepare Layani 38 Pemohon Paspor di CFD Lewat Program PASPORIA

Editor: Muhammad Tohir
14 Juni 2026

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan