• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 29 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Bangun Ekosistem Laut, Yayasan Bumi Budaya Lestari Ajak Masyarakat Tanam Mangrove

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 April 2024
di Ajatappareng
Sejumlah warga akan melakukan penanaman mangrove  di Dusun Labuangnge, Desa Kupa, Kabupaten Barru, pada hari Senin (22/4/2024)

Sejumlah warga akan melakukan penanaman mangrove di Dusun Labuangnge, Desa Kupa, Kabupaten Barru, pada hari Senin (22/4/2024)

BARRU, PIJARNEWS.COM-– Memperingati Hari Bumi, Yayasan Bumi Budaya Lestari mengajak masyarakat menanam mangrove. Penanaman dilakukan di Dusun Labuangnge, Desa Kupa, Kabupaten Barru, pada hari Senin (22/4/2024).

Sebelum berangkat menuju lokasi penanaman, partisipan berkumpul di Sekretariat Bumi Lestari, Jalan Sulawesi No. 28 Parepare. Dari titik kumpul menuju lokasi berjarak 16 km, membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan roda dua.

Mangrove menjadi pilihan jenis tanaman yang dipilih untuk ditanami karena pertimbangan isu utama yang dikawal Bumi Lestari yaitu ekosistem laut. Selain itu, pertimbangan sumber daya dan lokasi, seperti yang dijelaskan oleh Syahrani (31) yang merupakan ketua Yayasan Bumi Budaya Lestari.

“Pemilihan mangrove untuk ditanam karena ada sumber daya yang memadai yaitu bibit, terus lokasi juga yang tidak terlalu sulit dijangkau dan mangrove mrupakan syarat utama untuk membangun ekosistem laut kembali, selain itu ekosistem laut merupakan salah satu isu yang perlu dan dipertahankan,” ucap Syahrani (31) yang ditemui wartawan Pijar News di lokasi penanaman.

Membangun kembali ekosistem laut memiliki syarat yang harus dilakukan, salah satunya  penanaman mangrove sebagai upaya konservasi perairan pesisir. Jenis mangrove yang ditanam adalah jenis mangrove rhizophora yang telah dibibit bersama warga.

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

“Pola yang kami bangun dengan warga merupakan pemberdayaan, seperti dari awal pembibitan. Warga mengumpulkan propagul dari pulau-pulau sekitar dan dari kami menyiapkan segala keperluan seperti tanah dan polybag. Kemudian bibit yang tumbuh kami beli kembali dari warga agar memiliki nilai pemberdayaan dan kami menanam di lahan pesisir warga sehingga dampaknya akan kembali lagi ke mereka,” jelas Syahrani (31).

Kegiatan penanaman mangrove ini disambut baik oleh warga, karena memberikan dampak baik untuk kehidupan dan alam.

“Sebagai warga lokal yang wilayahnya dijadikan sebagai lahan penanaman mangrove merasa sangat terbantu karena seperti yang kita ketahui mangrove memiliki banyak manfaat, seperti menahan abrasi agar gelombang pasang tidak langsung menghantam pemukiman, sebagai sarang ikan, udang, dan hewan-hewan laut yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Sehingga, saya merasa bersyukur dan semoga kedepannya lebih banyak kegiatan seperti ini,” jelas Kurniawan (27) warga lokal Dusun Labuangnge.

Pada peringatan hari bumi ini Syahrani (31) mengajak dan berharap agar masyarakat bisa lebih menghargai hidupnya dengan berperilaku baik secara personal untuk memulai menjaga lingkungan.

“Harapan saya di hari bumi ini adalah harapan yang sudah berulang kali diucapkan yaitu agar masyarakat bisa lebih mengharga dirinya sendiri dengan berperilaku baik secara personal. Berperilaku dengan menjaga lingkungan dimulai dari diri hal-hal kecil dan sesederhana apapun seperti jangan membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik dan menggunakan peralatan yang dapat digunakan berulang kali—seperti tumbler dan tas belanja,” ucap Syahrani. (rm 1)

 

 

 

Terkait: tanam mangrove

TerkaitBerita

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

...

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan