• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 25 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026
di Ajatappareng
Pria yang diduga preman Pasar Pekkabata (blur) beberapa waktu lalu. Foto: ist

Pria yang diduga preman Pasar Pekkabata (blur) beberapa waktu lalu. Foto: ist

PINRANG, PIJARNEWS.COM – Pihak pengelola Pasar Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, angkat bicara terkait tuduhan adanya pungutan liar (pungli) dan intimidasi senjata tajam yang menimpa salah satu pedagang ikan. Pengelola menegaskan bahwa operasional pasar berjalan sesuai kesepakatan dan bebas dari unsur premanisme.

Fatihah, perwakilan pengelola Pasar Pekkabata, menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi sebenarnya berkaitan dengan komitmen pembayaran sewa lapak. Menurutnya, metode pembayaran di pasar tersebut bersifat fleksibel, bisa harian, bulanan, maupun tahunan, bergantung kesepakatan awal dengan pedagang.

“Ini permasalahan bayar sewa, kan dia tidak mau bayar per hari pasar. Jadi kita ada metode pembayarannya per tahun atau per hari pasar. Itu kan memang sebelum menjual ada kesepakatannya,” ujar Fatihah saat dikonfirmasi PijarNews.com, Selasa (17/3/2026).

Fatihah membantah adanya ancaman pembongkaran meja terhadap pedagang yang menunggak. Ia menyebut sejauh ini pihak pengelola sangat persuasif, bahkan terhadap pedagang yang terlambat membayar.

“Disitu dibilang kalau tidak dibayar dibongkar mejanya, tidak ada begitu. Bahkan ada orang yang telat pembayarannya tidak dibongkar,” tegasnya.

Berita Terkait

Pedagang Ikan di Pinrang Dipaksa Setor Rp3 Juta per Tahun, Tak Bayar Meja Jualan Dibongkar

Video: Razia Preman di Pinrang

Terkait iuran yang dipungut, Fatihah menjelaskan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan fasilitas dan kebersihan pasar yang sangat intensif. Ia mengklaim los ikan di Pasar Pekkabata adalah salah satu yang paling bersih karena dibersihkan secara total setiap usai hari pasar.

“Pasar ikan itu dicuci pakai sabun, dipel tiga kali. Itu kerjanya sampai lima jam. Orang kebersihan kami gaji, ada yang 120 ribu sampai 170 ribu. Bisa dicek sendiri setelah hari pasar, tehelnya bersih sekali,” tambahnya.

Mengenai isu adanya senjata tajam (parang) yang sempat meresahkan pedagang, Fatihah memberikan klarifikasi. Ia menyebut ayahnya (pengelola pasar) memang membawa parang karena hendak pergi ke sawah, bukan untuk mengintimidasi.

“Soal parang itu, papi (pengelola pasar) saya mau ke sawah, makanya bawa parang. Namanya orang tani pasti ditahu. Kami tegaskan tidak ada unsur pungli, kami tidak memukul atau mengancam, kami hanya senyum,” jelas Fatihah sembari menjamin keamanan pasar 100 persen tanpa adanya bekingan pihak luar.

Secara terpisah, Kapolsek Duampanua AKP Muslimin membenarkan adanya laporan dari pihak pedagang atas nama Sabarudin. Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan dan ditangani oleh tingkat Polres.

“Soal laporan Pak Sabarudin sudah ditangani dan diproses di Polres,” kata AKP Muslimin.

Meski demikian, AKP Muslimin memastikan pihak kepolisian tetap melakukan langkah preventif guna menjaga kondusivitas di area pasar tradisional agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu.

“Terkait keamanan, kami selalu melakukan patroli di pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah Kecamatan Duampanua, khususnya di Pekkabata untuk menjaga situasi Kamtibmas,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang pedagang ikan di Pasar Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sabaruddin Wahab, mengaku menjadi korban aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Tak hanya diperas hingga jutaan rupiah, pedagang juga diancam menggunakan senjata tajam jenis parang.

Sabaruddin mengungkapkan bahwa oknum preman tersebut mematok biaya sewa los secara ilegal dengan tarif yang bervariasi, mulai dari Rp 600.000 hingga Rp 3 juta per tahun.

Bahkan, pelaku kerap memaksa pedagang untuk membayar sewa di muka untuk jangka waktu dua tahun. “Ada yang (diminta) 600 ribu, ada 800 ribu. Kalau saya Rp 3 juta satu tahun,” ujar Sabaruddin dalam keterangannya kepada PijarNews.com, Jumat (13/3/2026).

Selain biaya sewa los, pedagang juga dibebani pungutan rutin untuk biaya lampu sebesar Rp 5.000 dan kebersihan Rp 5.000 per bulan. (*)

Reporter: Faizal Lupphy

Terkait: Preman

TerkaitBerita

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

...

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

...

PAREPARE, PIJARNEWS.COM--Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) melaksanakan Buka Bersama (Bukber), di Kafe Lagota, Jalan Ahmad Yani, Parepare

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

...

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

Wali Kota Ungkap Munculnya Ide Pertemuan Saudagar di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
24 Maret 2026

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan