• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 25 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Pedagang Ikan di Pinrang Dipaksa Setor Rp3 Juta per Tahun, Tak Bayar Meja Jualan Dibongkar

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026
di Ajatappareng
Pria yang diduga preman Pasar Pekkabata (blur) cekcok dengan Penjual Ikan, Sabarudin Wahab. Foto: Ist.

Pria yang diduga preman Pasar Pekkabata (blur) cekcok dengan Penjual Ikan, Sabarudin Wahab. Foto: Ist.

PINRANG, PIJARNEWS.COM – Seorang pedagang ikan di Pasar Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sabaruddin Wahab, mengaku menjadi korban aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Tak hanya diperas hingga jutaan rupiah, pedagang juga diancam menggunakan senjata tajam jenis parang.
Sabaruddin mengungkapkan bahwa oknum preman tersebut mematok biaya sewa los secara ilegal dengan tarif yang bervariasi, mulai dari Rp 600.000 hingga Rp 3 juta per tahun.

Bahkan, pelaku kerap memaksa pedagang untuk membayar sewa di muka untuk jangka waktu dua tahun. “Ada yang (diminta) 600 ribu, ada 800 ribu. Kalau saya Rp 3 juta satu tahun,” ujar Sabaruddin dalam keterangannya kepada PijarNews.com, Jumat (13/3/2026).

Selain biaya sewa los, pedagang juga dibebani pungutan rutin untuk biaya lampu sebesar Rp 5.000 dan kebersihan Rp 5.000 per bulan. Aksi premanisme ini tidak jarang disertai dengan kekerasan.

Sabaruddin menceritakan momen mengerikan saat oknum tersebut mendatangi lapaknya sambil membawa parang dan mengamuk. Pelaku dilaporkan mencoba membongkar meja jualan dan nyaris menampar istri Sabaruddin.

Berita Terkait

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Video: Razia Preman di Pinrang

“Datang mengamuk ke tempatku, bawa parang. Mau tampar istriku, langsung lompat saya dorong,” kenangnya.
Ia menyebut tindakan membawa parang tersebut memang disengaja untuk menakut-nakuti para pedagang di pasar.

Merasa terdesak, Sabaruddin akhirnya memberanikan diri untuk menempuh jalur hukum. Ia telah melaporkan kasus dugaan pengancaman ini ke pihak kepolisian serta melaporkan praktik pungutan liar ke Kejaksaan Negeri (Kajari).

Sabaruddin menduga aksi premanisme ini bisa bertahan lama karena adanya pihak yang membekingi pelaku. Ia menyebut selama 12 tahun berjualan, dirinya baru kali ini benar-benar berani melawan karena tindakan pelaku sudah sangat melampaui batas.

Ia juga menyayangkan lemahnya pengamanan di pasar selama ini. Menurutnya, laporan-laporan pedagang di masa lalu sering kali hanya berakhir dengan perdamaian tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang. (*)

Reporter: Faizal Lupphy

Terkait: Preman

TerkaitBerita

Guru dan santri Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an saat mengikuti upacara bendera di halaman sekolah

Profil Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an: Membangun Generasi Qur’ani dengan Fondasi Akhlak dan Ilmu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

...

Dari Pesantren ke Podium Juara: Santri MTs Tassbeh Baitul Qur’an Tunjukkan Aksi Nyata di Lomba PMR

Dari Pesantren ke Podium Juara: Santri MTs Tassbeh Baitul Qur’an Tunjukkan Aksi Nyata di Lomba PMR

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

...

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

...

1.300 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama Tikus-Kresek, Ini Kata Bupati

Editor: Muhammad Tohir
15 April 2026

...

BeritaTerkini

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Guru dan santri Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an saat mengikuti upacara bendera di halaman sekolah

Profil Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an: Membangun Generasi Qur’ani dengan Fondasi Akhlak dan Ilmu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Dari Pesantren ke Podium Juara: Santri MTs Tassbeh Baitul Qur’an Tunjukkan Aksi Nyata di Lomba PMR

Dari Pesantren ke Podium Juara: Santri MTs Tassbeh Baitul Qur’an Tunjukkan Aksi Nyata di Lomba PMR

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Dukung Program Jumat Peduli, Imigrasi Parepare Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Dukung Program Jumat Peduli, Imigrasi Parepare Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Editor: Muhammad Tohir
24 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan