PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kota Parepare bersama pengurus menggelar pertemuan di Ruang Rapat Rektorat Institut Teknologi B.J. Habibie (ITH) Parepare, Kamis malam, 1 Oktober 2026.
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 19.45 hingga 23.00 Wita itu menjadi ruang bagi Dewan Pakar dan pengurus ICMI Parepare untuk membahas sejumlah agenda organisasi, termasuk penguatan ekonomi, pengkaderan mahasiswa lintas organisasi extra kampus, dan keberlanjutan forum intelektual.
Sekretaris Dewan Pakar ICMI Orda Parepare, Dr. H. Ibrahim Fattah, SH, MH mengatakan pertemuan tersebut digelar setelah pihaknya meminta restu kepada Ketua ICMI Orda Parepare, Prof. Dr. KH. Mahsyar Idris.

Menurut Ibrahim, komunikasi dengan Ketua ICMI Orda Parepare dilakukan sebagai bagian dari koordinasi organisasi sebelum Dewan Pakar menggelar pertemuan dan menyusun agenda kerja.
“Sudah kami minta restu kepada Ketua ICMI Orda Parepare, Prof. Dr. H. Mahsyar Idris, untuk menggelar pertemuan ini,” ujar Ibrahim.
Ketua Dewan Pakar ICMI Orda Parepare, Prof. Dr. Ir. Ansar Suyuti, M.T., S.H., IPU., ASEAN.Eng, mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting.
Salah satunya ialah pemaparan mengenai bisnis digital yang dikembangkan salah seorang anggota Dewan Pakar ICMI Parepare, H. Amran Ambar. H Amran telah mempresentasikan keunggulan aplikasi digital, AJPAR.
Ansar mengatakan, program tersebut saat ini masih dalam tahap sosialisasi sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi.
Agenda lain yang dibahas, kata Prof Ansar, adalah rencana pengkaderan mahasiswa lintas organisasi ekstra kampus. Program ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan generasi muda dari berbagai organisasi untuk memperluas wawasan, jejaring, dan pengalaman kepemimpinan.
ICMI Parepare juga sepakat melanjutkan Diskusi Cendekia secara rutin. Forum tersebut akan menjadi ruang bertukar gagasan mengenai persoalan keislaman, kebangsaan, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, hingga berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat.
“Diskusi Cendekia akan terus kita agendakan secara rutin, minimal satu atau dua bulan sekali,” ujar Prof Ansar yang juga Rektor Institute Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare.
Pertemuan berlangsung dalam suasana cair. Para peserta duduk mengitari meja rapat sambil menyeruput kopi, teh dan sarebba dipadu kue tradisional. Mereka silih berganti menyampaikan gagasan, dan menanggapi berbagai isu yang dibahas. Forum itu tidak sekadar menjadi rapat organisasi, tetapi juga ruang bertemunya beragam latar keilmuan.

Sejumlah anggota Dewan Pakar dan pengurus ICMI Orda Parepare hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Dr. H. Ibrahim Fattah, H. Nur Azis Thalib, H. Andi Abd Rahman Saleh, S.E., H Amran Ambar, Rahmat Sjamsu Alam, MH, Dr. H. Sarifuddin, Dr. Asram A.T. Jadda, Dr. H. Muhammad Saleh, Dr. Alfiansyah Anwar, Dr. Abdullah Tahir, Hj Saenab, Dr Ade Astuty, serta sejumlah anggota Dewan Pakar dan pengurus lainnya. Hadir pula Wakil Rektor ITH bidang Akademik.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Dewan Pakar ICMI Orda Parepare mengambil peran dalam menggerakkan program kerja organisasi. Forum-forum semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi melahirkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata.
Bagi ICMI Parepare, tantangannya bukan hanya menjaga tradisi intelektual. Ada pekerjaan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat: membangun jejaring pemuda, membuka ruang diskusi, serta ikut mencari jalan bagi penguatan ekonomi di tengah perubahan digital yang bergerak cepat. (*)
Penulis : Alfiansyah Anwar











