PINRANG, PIJARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang, Sulawesi Selatan, memaksimalkan upaya antisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Salah satu langkah yang didorong yakni mengoptimalkan program pompanisasi untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi saat memimpin rapat koordinasi di ruang rapat Wakil Bupati Pinrang, Senin (24/08/2026).
Sudirman mengatakan, kemarau panjang yang disertai keterbatasan pasokan air irigasi berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pihak terkait diminta mengambil langkah maksimal untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, program pompanisasi yang selama ini telah berjalan perlu terus dioptimalkan, terutama untuk membantu lahan pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan air irigasi.
“Upaya yang selama ini dilakukan melalui pompanisasi harus terus kita maksimalkan. Kita juga perlu mencari langkah-langkah lain dengan melibatkan seluruh sektor agar dampak kekeringan terhadap produktivitas petani dapat ditekan,” ujar Sudirman.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Seluruh sumber daya yang dimiliki Pemkab Pinrang, kata dia, perlu dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat, khususnya petani yang terdampak keterbatasan air.
Sudirman menegaskan pemerintah daerah harus memastikan petani tetap mendapatkan dukungan di tengah kondisi sulit tersebut.
“Jangan sampai petani merasa ditinggalkan ketika menghadapi kondisi seperti ini. Pemerintah harus hadir dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada agar masyarakat tetap mendapatkan dukungan,” tegasnya.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Pinrang dalam menjaga produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Pemkab Pinrang berharap optimalisasi pompanisasi dan kerja sama lintas sektor dapat membantu petani tetap menjalankan aktivitas pertanian, sekaligus menekan potensi kerugian akibat terganggunya ketersediaan air.
Selain itu, masyarakat diharapkan turut mendukung upaya penanganan dampak kemarau dengan menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kepentingan bersama agar kebutuhan masyarakat serta keberlangsungan sektor pertanian tetap terjaga.












