SIDRAP, PIJARNEWS,COM – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, terus memperkuat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bahkan menargetkan penghimpunan 12 ribu penghafal Al-Qur’an dalam kegiatan berskala besar yang direncanakan berlangsung pada 2027.
Hal itu disampaikan Syaharuddin saat menghadiri Malam Puncak Hari Santri 2026 yang dirangkaikan dengan Kemah Kerukunan, Pentas Seni, dan Khatamul Quran di Lapangan Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Selasa malam (20/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan santri. Turut hadir Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bunyamin M. Yafid, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, serta sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hadir pula jajaran instansi vertikal, para asisten dan staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, ulama, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Syaharuddin mengapresiasi kolaborasi Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan pihak terkait dalam menyatukan berbagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan Hari Santri 2026.
Menurutnya, para santri merupakan modal penting bagi masa depan Sidrap, terutama dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama sekaligus menguasai ilmu pengetahuan umum.
Syaharuddin menyebut jumlah santri di pondok pesantren di Sidrap mencapai sekitar 4.600 orang. Sementara itu, jumlah santri di pondok tahfiz dan rumah tahfiz diperkirakan mencapai 7.000 orang.
“Dengan demikian, total santri di Sidrap diperkirakan mencapai 12.000 orang,” ungkapnya.
Dia pun memotivasi para santri agar menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai bekal untuk meraih cita-cita dan berkontribusi di berbagai bidang profesi, termasuk kepolisian, TNI, hingga kedokteran.
Syaharuddin juga berpesan agar para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi turut mengasah kemampuan komunikasi dan retorika. Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar ilmu yang dipelajari dapat disampaikan dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya pelajari ilmunya, tapi berusaha menguasai ilmu retorikanya, agar ilmu yang dipelajari, satu ayat bisa disampaikan secara umum. Ballighu Anni Walau Ayah. Kalau pemahaman agama kita bagus, saya yakin itu menjadi modal dunia akhirat,” pesannya.
Untuk memperkuat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an, Syaharuddin berencana menggelar kegiatan serupa dengan skala lebih besar pada 2027 di Kecamatan Panca Lautang.
Dia menargetkan kegiatan tersebut dapat menghimpun 12.000 penghafal Al-Qur’an. Agenda itu juga direncanakan dirangkaikan dengan pentas seni, Khatamul Quran, lomba dai, serta berbagai perlombaan lainnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap, Fitriadi, melaporkan rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 telah berlangsung sejak malam sebelumnya.
“Kegiatan meliputi kemah kerukunan dan pentas seni,” sebut Fitriadi.
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut turut melibatkan peserta nonmuslim sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Fitriadi juga menyampaikan sebanyak 1.022 santri dari pondok pesantren dan rumah tahfiz di Kabupaten Sidrap dijadwalkan mengikuti wisuda tahfiz Al-Qur’an dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Peringatan Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Sidrap masih berlanjut pada Rabu malam melalui pawai lampion. Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan upacara Hari Santri 2026.












