SIDRAP, PIJARNEWS.COM — Berawal dari benang rajut, tiga mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), mengembangkan berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus potensi ekonomi.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni St. Nuraizah, Mahira, dan Aidil. Mereka memanfaatkan keterampilan mengolah benang rajut untuk menghasilkan beragam produk, mulai dari tas rajut, cap holder rajut, hingga berbagai aksesori lainnya.
Produk-produk tersebut dibuat dengan memadukan kreativitas, fungsi, dan nilai estetika. Selain dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, kerajinan rajut ini juga berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha yang memiliki daya saing di pasar.
Pengembangan produk tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kreativitas mahasiswa dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang bisnis. Bahan sederhana seperti benang rajut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah melalui keterampilan, ketekunan, serta kemampuan melihat peluang pasar.
Ketua Program Studi Kewirausahaan UMS Rappang, Bahtiar Herman, S.E., M.M., melalui dosen Kewirausahaan, Erwin Irnandi As, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pengembangan produk kreatif mahasiswa menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan kampus.
Erwin berharap, kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan produk rajut tersebut dapat terus dikembangkan, tidak hanya sebagai karya keterampilan, tetapi juga menjadi rintisan usaha yang mampu memberikan nilai ekonomi.
“Kami berharap kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk rajut ini tidak berhenti sebatas menghasilkan karya, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi. Mahasiswa perlu berani berinovasi, melihat peluang pasar, dan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk menciptakan produk yang bermanfaat serta memiliki nilai jual,” ujar Erwin Irnandi As, saat dikonfirmasi Senin (21/10/2026).
Ia menambahkan, pengembangan produk kreatif seperti kerajinan rajut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar membangun usaha sejak di bangku kuliah.
Ia juga berharap mahasiswa semakin berani mengeksplorasi ide-ide kreatif, memanfaatkan potensi yang ada, serta mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen.
Menurutnya, kemampuan menghasilkan produk yang menarik perlu diiringi dengan pemahaman mengenai strategi pemasaran, pengelolaan usaha, dan pengembangan kualitas produk agar peluang bisnis dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan, mulai dari proses menciptakan produk, menjaga kualitas, hingga memikirkan strategi pemasaran. Dengan begitu, kreativitas yang dimiliki dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” tuturnya.
Karya St. Nuraizah, Mahira, dan Aidil sekaligus menunjukkan bahwa peluang berwirausaha dapat dimulai dari hal sederhana. Dengan kreativitas dan kemauan untuk terus berinovasi, mahasiswa berpeluang menciptakan produk yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai jual.
Pengembangan produk rajut ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat ekonomi kreatif di kalangan mahasiswa UMS Rappang serta menjadi langkah awal dalam membangun usaha mandiri sejak di bangku kuliah.












