• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 8 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Ada Surga Tersembunyi di Perut Bumi Lasinrang

Editor: Tim Redaksi
2 Januari 2018
di Sulselbar
Siapa sangka gugusan  kawasan karst yang membentang mulai dari Dusun Kassa hingga Dusun Tarokko Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan menyimpan panorama alam yang sangat eksotis. Apalagi, karya Tuhan itu tersimpan di perut bumi

PINRANG, PIJARNEWS.COM — Siapa sangka gugusan  kawasan karst yang membentang mulai dari Dusun Kassa hingga Dusun Tarokko Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan menyimpan panorama alam yang sangat eksotis. Apalagi, karya Tuhan itu tersimpan di perut bumi.

Kawasan karst ini mempunyai gua-gua yang sangat indah yang tak kalah dengan kawasan karst Maros dan Pangkep yang terkenal di dunia. Penulis mulai menelusuri gua yang oleh orang Batulappa menyebutnya gua tau (loko tau) loko berarti lubang dan tau berarti manusia. Untuk sampai ke sana, butuh tiga  jam dari Kota Pinrang. Akses jalan lumayan bagus hingga ke mulut gua, hamparan sawah tadah hujan milik warga juga hutan tropis yang masih alami, menjadi pemandangan awal kita jumpai saat ke sana.

Dari desa butuh waktu 15 menit hingga ke mulut gua. Mendekati mulut gua, bau  kotoran kelelawar sudah menyengat hidung. Gua tau (loko tau)  merupakan gua berair. Aliran sungai yang keluar dari mulut gua merupakan sumber kehidupan yang mengairi persawahan warga.

Di depan mulut gua, ornamen-ornamen indah telah menyambut kami. Gemercik air di sela-sela batu, menambah rasa penasaran bagi penelusur gua. Stalaktit, stalagmit, pilar serta gordam menjadi pemandangan menakjubkan yang terbentuk dari tetesan air. Butuh ratusan tahun bisa terbentuk endapan batu kapur menjadi ornamen gua seperti ini. Hawa dingin aliran sungai tidak menyurutkan penulis menelusuri lebih dalam di keheningan loko tau. Sesekali kepak kalelawar menyambar kami. Dengan berteman cahaya headlamp, satu persatu ornamen terlihat mata. Seakan membius penulis bahwa gelap itu indah.

BeritaTerkait

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026
Siapa sangka gugusan  kawasan karst yang membentang mulai dari Dusun Kassa hingga Dusun Tarokko Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan menyimpan panorama alam yang sangat eksotis. Apalagi, karya Tuhan itu tersimpan di perut bumi

Penelusuran hingga ke lorong-lorong utama gua saja sudah sangat indah, bagaimana jika ke lorong-lorong gua yang lain, pasti masih banyak keindahan perut bumi yang belum di-explore. Loko tau merupakan satu dari tujuh gua yang ada di Batulappa. Sehingga Penulis berharap, kawasan karst di wilayah Batulappa harus dijaga dan dilindungi biar tidak di rusak oleh tangan-tangan jahil. Bagi para penelusur gua, ada beberapa etika masuk gua yang disepakati. Yakni, dilarang mengambil sesuatu kecuali gambar, dilarang membunuh sesuatu kecuali waktu, dan dilarang meninggalkan sesuatu kecuali jejak. (oc/asw)

Terkait: Pariwisata PinrangPinrang

BeritaTerkait

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

...

Bupati Pinrang Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Dukung Pendataan

Bupati Pinrang Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Dukung Pendataan

Editor: Muhammad Tohir
17 Juni 2026

...

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi