• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Ada Surga Tersembunyi di Perut Bumi Lasinrang

Editor: Tim Redaksi
2 Januari 2018
di Sulselbar
Siapa sangka gugusan  kawasan karst yang membentang mulai dari Dusun Kassa hingga Dusun Tarokko Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan menyimpan panorama alam yang sangat eksotis. Apalagi, karya Tuhan itu tersimpan di perut bumi

PINRANG, PIJARNEWS.COM — Siapa sangka gugusan  kawasan karst yang membentang mulai dari Dusun Kassa hingga Dusun Tarokko Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan menyimpan panorama alam yang sangat eksotis. Apalagi, karya Tuhan itu tersimpan di perut bumi.

Kawasan karst ini mempunyai gua-gua yang sangat indah yang tak kalah dengan kawasan karst Maros dan Pangkep yang terkenal di dunia. Penulis mulai menelusuri gua yang oleh orang Batulappa menyebutnya gua tau (loko tau) loko berarti lubang dan tau berarti manusia. Untuk sampai ke sana, butuh tiga  jam dari Kota Pinrang. Akses jalan lumayan bagus hingga ke mulut gua, hamparan sawah tadah hujan milik warga juga hutan tropis yang masih alami, menjadi pemandangan awal kita jumpai saat ke sana.

Dari desa butuh waktu 15 menit hingga ke mulut gua. Mendekati mulut gua, bau  kotoran kelelawar sudah menyengat hidung. Gua tau (loko tau)  merupakan gua berair. Aliran sungai yang keluar dari mulut gua merupakan sumber kehidupan yang mengairi persawahan warga.

Di depan mulut gua, ornamen-ornamen indah telah menyambut kami. Gemercik air di sela-sela batu, menambah rasa penasaran bagi penelusur gua. Stalaktit, stalagmit, pilar serta gordam menjadi pemandangan menakjubkan yang terbentuk dari tetesan air. Butuh ratusan tahun bisa terbentuk endapan batu kapur menjadi ornamen gua seperti ini. Hawa dingin aliran sungai tidak menyurutkan penulis menelusuri lebih dalam di keheningan loko tau. Sesekali kepak kalelawar menyambar kami. Dengan berteman cahaya headlamp, satu persatu ornamen terlihat mata. Seakan membius penulis bahwa gelap itu indah.

BeritaTerkait

ICMI Parepare Bahas Bisnis Digital dan Pengkaderan Pemuda

ICMI Parepare Bahas Bisnis Digital dan Pengkaderan Pemuda

2 Oktober 2026
KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026
Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

20 September 2026
Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

16 September 2026
Siapa sangka gugusan  kawasan karst yang membentang mulai dari Dusun Kassa hingga Dusun Tarokko Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan menyimpan panorama alam yang sangat eksotis. Apalagi, karya Tuhan itu tersimpan di perut bumi

Penelusuran hingga ke lorong-lorong utama gua saja sudah sangat indah, bagaimana jika ke lorong-lorong gua yang lain, pasti masih banyak keindahan perut bumi yang belum di-explore. Loko tau merupakan satu dari tujuh gua yang ada di Batulappa. Sehingga Penulis berharap, kawasan karst di wilayah Batulappa harus dijaga dan dilindungi biar tidak di rusak oleh tangan-tangan jahil. Bagi para penelusur gua, ada beberapa etika masuk gua yang disepakati. Yakni, dilarang mengambil sesuatu kecuali gambar, dilarang membunuh sesuatu kecuali waktu, dan dilarang meninggalkan sesuatu kecuali jejak. (oc/asw)

Terkait: Pariwisata PinrangPinrang

Berita Terkait

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pinrang, Pemkab Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pinrang, Pemkab Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan

Editor: Tohir Muhammad
1 Oktober 2026

...

Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

Editor: Tohir Muhammad
24 September 2026

...

Terapkan Ganjil Genap Kurangi Antrean, Bupati Pinrang Pantau Pengisian BBM Subsidi

Terapkan Ganjil Genap Kurangi Antrean, Bupati Pinrang Pantau Pengisian BBM Subsidi

Editor: Tohir Muhammad
24 September 2026

...

Berita Populer

  • SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemarau Panjang, Pemkab Pinrang Suplai Air di Dua Desa yang Mulai Kesulitan Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pertama SEKSOS.COM 2026 SMA Negeri 5 Parepare, Ratusan Peserta dari Sulsel-Sulbar Ikuti Registrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi