• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 27 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Jangan Terbuai Rayuan Pulau Politik !!!

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
11 Januari 2018
di Opini
Penulis : Abdillah Ms,
Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar)

Penulis : Abdillah Ms, Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar)

OPINI – Pasangan calon (paslon) peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) dan para pengurus partai politik (parpol) sudah menabuh ‘genderang perang’ pasca mereka mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kelihatannya mereka berseteru, dan bisa jadi mereka tersenyum manis atau bahkan tertawa terbahak-bahak melihat para pendukungnya saling puji dan saling bully seperti yang terlihat di media sosial akhir-akhir ini.

Paslon dan orang-orang parpol tentu sangat paham jika politik itu kepentingan, pastilah mereka selalu berhitung untung-rugi. Apapun partainya, kepentinganlah yang utama.

Partai-partai yang selama ini kelihatannya bersebrangan, misalnya yang mengusung ideologi nasionalis, partai yang berbasis Islam, partai sekuler, dan lain sebagainya. Mereka memilih berkompromi untuk memilih calon Gubernur, Wali Kota, dan Bupati. Lihat saja PKS yang berkoalisi dengan PDIP mengusung calon yang sama pada pemilihan Gubernur di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Di Kota Parepare misalnya, partai besutan Prabowo (Gerindra) dan partai besutan Megawati (PDIP) memilih bersatu mengusung paslon yang sama, padahal pada momentum Pilpres mereka selalu bermusuhan.

Politik itu tetaplah ajang meraih kekuasaan dengan segala cara. Di dalamnya terdapat immortal interest (bunga abadi) yang menjadi ruh abadinya baik untuk kepentingan kelompok (partai) maupun individu (pribadi). Para politisi dari partai politik siap melakukan kompromi politik apa saja, dengan siapapun, dan melalui langkah apapun, tak peduli apapun hingga akhirnya harus mengorbankan nilai-nilai agama, etika dan idiologi partai sekalipun.

Jadi jangan heran seorang politikus, hari ini mengatakan A, namun dalam hitungan jam mengatakan B. Hal itu dianggap wajar dalam dunia politik.

Sebagai anak bangsa, tidak salah mungkin jika penulis mengajak untuk kita saling ingat mengingatkan santai atau rileks sajalah melihat politik di negeri ini. Ukurlah parpol, calon Gubernur, Wali Kota atau Bupati. Mari kita nilai mereka dari karakter dan kinerjanya selama ini, apakah mereka berpihak ke rakyat atau hanya mengatas namakan rakyat. Jangan ragu mengkritik mereka bila salah dalam kebijakan publiknya. Dengan begitu kita tidak terjebak dalam glorifikasi parpol dan personal.

Berita Terkait

OPINI : Perspektif Hadis Politik terhadap Perilaku Pemilih Golput 

Ke DPP NasDem, Syaharuddin Alrif Laporkan Hasil Pilkada Serentak 2024 Sulsel

Konvoi Kemenangan, Tasming Hamid: Jadi Energi Bagi Kami untuk Bekerja Lebih Keras

Rekapitulasi Suara Pilwalkot Rampung, KPU Parepare Siap Hadapi Paslon Jika Ada Gugatan ke MK

Janji politik yang bersahut-sahutan di tahun politik bukanlah sebuah jaminan melainkan hanya sebuah sarana hipnotis agar memilih bukan karena hati nurani, melainkan karena mulut manisnya. Nah jangan gampang percaya pada janji manis yang didengung-dengungkan. Diantara seribu janji bahkan kadang tiada satu janji yang akan ditunaikan. Ini bukan bualan melainkan sudah menjadi budaya dan umumnya pejabat kita punya satu penyakit lupa atas apa yang dia ucapkan. Penyakit itu akan datang seusai apa yang diinginkan telah didapatkan. Tak sedikit pula para calon bermodal dirinya dalam posisi teraniaya, dan jika terpilih nanti, bukan jaminan jika dia juga akan menganiaya.

Jadikan diri kita anti janji-janji politik ‘seandainya saya terpilih nanti saya akan ini dan itu’, ‘jika saya terpilih nanti semuanya akan gratis’, dan mulailah memilih dengan hati nurani kita. Memilih bukan karena terpengaruh perkataan, karena uang, karena hal lain melainkan kita menimbang, mengenali dan memilih siapa yang kita pilih dengan hati. Jadilah pemilih yang cerdas mencerahkan. (*)

Terkait: Partai PolitikPilkadaPilwalkot

TerkaitBerita

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Berita Terkini

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan