• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 27 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Katanya Pemimpin ???

Abdillah MS Editor: Abdillah MS
17 Januari 2018
di Opini

OPINI — Otonomi dan kepemimpinan, dua kata yang memiliki makna yang sangat berbeda, dua kata ini kembali teringat ketika penulis sedang memandu program acara radio Suara Celebes Makassar, bersama DR. Syahrul Yasin Limpo,SH, MH, yang kini menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan, beberapa tahun yang silam.

Menurut orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini, jika kata otonomi dan kepemimpinan disatukan menjadi “otonomi kepemimpinan” maka maknanya akan jauh lebih berbeda.

Jika diartikan secara harafiah, otonomi kepemimpinan seakan mengarah pada otoritas pemimpin yang bisa saja menjadi otoriter. Pemimpin yang demikian memiliki hak otonomi yang diatur dan mengatur dirinya sendiri.

Makanya model pemimpin seperti itu, tentu sangat kita tidak harapkan, tapi adakah pemimpin seperti itu? Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang, seperti dalam syair lagu Ebiet G Ade. Pada prinsipnya otoritas yang dimiliki oleh pemimpin itu harus bersesuai dengan kemauan dan harapan dengan orang yang dipimpinnya.

Krisis terbesar saat ini adalah krisis keteladanan dari seorang pemimpin. Masalah moral menempati posisi yang sangat memprihatinkan, dan sikap arogansi yang berlebihan masih saja ada pada orang yang merasa dirinya pemimpin. Hal ini disebabkan absennya pemimpin yang visioner, kompeten, memiliki spiritual dan integritas yang baik.

Berita Terkait

Kapolres Parepare Ajak Jurnalis Berkumpul Jelang Pilkada

Seorang yang dibesarkan dalam lingkungan adat Bugis yang demokratis, harus memiliki kepekaan dan responsif dalam memahami dinamika perkembangan masyarakat. Sepereti ajaran lontara dengan satu sikap, bahwa “Kepemimpinan dari Pemimpinnya”.

Filosofi ini mengajarkan, Jati diri seorang pemimpin dengan yang dipimpinnya, bukan hubungan struktural yang mengandalkan hierarki jabatan yang mengandalkan kekuatan bahkan arogansi kepemimpinan.

Melainkan seorang pemimpin harus memiliki karakter yang arif dan bijaksana, memiliki kepekaan dan responsif dalam memahami dinamika masyarakat yang dipimpinnya, bukan selalu bangga dengan sikap ke-Akuannya.

Banyak pemimpin di kekinian yang gagal move on, dirinya merasa lebih bisa memimpin dari pada orang lain. Pemimpin gagal move on seperti ini lebih banyak merusak dari pada membangun. Dalam kaca matanya semua orang adalah anak kecil yang harus dituntun, dia lupa kalau kini dia telah tua dan perlu dituntun dengan tongkat. Tepok Jidat, “saya bukan anak kecil lagi paman”.

Memang berada pada zona nyaman atau bahasa kerennya “comfort zone” itu nyaman sekali, dielu-elukan, dipuja-puja, dihormati itu suatu makanan terlezat yang tidak bisa ditanggalkan oleh pemimpin tipe ini. Coba lihat betapa banyak disekeliling kita yang selalu tampil bak raja walaupun dirinya bukan raja.

Butuh sungkeman dan penghormatan untuk merasa nyaman dan masih mau dianggap pemimpin. Alangkah sedihnya.

Terkait: Otonomi dan kepemimpinanPerhimpunan Jurnalis Ajatappareng

TerkaitBerita

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Berita Terkini

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan