• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Esai

ESAI : Kampung Kopi Tak Senikmat Kopinya

Editor: Alfiansyah Anwar
23 November 2018
di Esai
Fauzan Mahmud (Penulis) menggendong anak-anak sambil bercengkrama di kampung penghasil kopi, Desa Basseang.

Fauzan Mahmud, menggendong anak-anak sambil bercengkrama di kampung penghasil kopi, Desa Basseang.

Oleh : Fauzan Mahmud

ESAI — Memanfaatkan waktu libur, saya mencoba tour ke kampung kopi asal Kopi Arabica yang dikenal dengan nama Kobass (Kopi Basseang).

Melihat di google map, Kampung Patte Doang, Dusun Kalosi, Desa Basseang, Kabupaten Pinrang berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.100 mdpl.

Menggunakan motor trail, saya mencoba menuju asal kopi Kobass yang terkenal itu. Saat itu, saya bersama 4 orang teman berpacu melawati medan terjal, jurang dalam, dan tanjakan lincin. Sebab jalan baru dibuka, sehingga batu kecil membuat ban motor sesekali slip. Kondisi ini ditambah ruas jalan hanya selebar 1 meter. Sisi kiri tebing, sisi kanan jurang.

BeritaTerkait

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026
Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

25 April 2026
ESAI: Komunikasi Digital sebagai Pembawa Harapan bagi Generasi Z

ESAI: Komunikasi Digital sebagai Pembawa Harapan bagi Generasi Z

9 Juli 2024
ESAI: Balla Barakka Polrestabes Makassar (Dari Makassar Mengedukasi Generasi Muda Indonesia)

ESAI: Balla Barakka Polrestabes Makassar (Dari Makassar Mengedukasi Generasi Muda Indonesia)

30 Juni 2024

Perjalanan menempuh 6 jam lamanya membuat jantung serasa mau copot. Mungkin karena baru melewati medan seperti itu. Ucapan bismillah tak henti-hentinya keluar dari mulut. Soalnya, jika terjatuh jurang dengan kedalaman ratusan meter menanti.

Empat jam perjalanan, kami tiba di Desa Basseang. Kami kemudian istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Dusun Kalaosi. Masih ada sekitar 2 jam perjalanan dengan medan lebih menantang lagi.

Perjalanan kami lanjutkan. Konsentrasi tinggi melewati jalur setapak dan terjal. Dua jam kami tempuh perjalanan hingga tiba di Dusun yang dituju.

Suasana di Desa Basseang Pinrang.
Suasana di Pegununan Desa Basseang Pinrang.

Sejauh mata memandang hanya kebun Kopi Arabica terlihat dengan batang pohon yang besar menandakan kopi di sana usianya ratusan tahun.

Hanya ada delapan rumah di kampung tersebut dan sebuah pendopo atap berbentuk tongkonan mulai lapuk dimakan usia.

Kami disambut ramah warga dengan suguhan kopi menjadi pengganti dahaga kami yang telah uji nyali selama perjalanan.

Sambil bercerita bersama warga, hawa dingin mulai menusuk tubuh dan riuh pohon pinus ditiup angin menambah nikmatnya kopi.

Saya mencoba menggali kehidupan warga selain kopi. Ternyata mereka hidup serba kekurangan. Mulai akses jalan yang ekstrem, layanan pendidikan dan kesehatan juga tidak ada.

Mau sekolah, anak-anak di sana harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer. Sama seperti pelayanan kesehatan, mereka juga harus turun ke desa yang jarahnya cukup jauh.

Tak heran, puluhan anak di desa tersebut tak mengeyam pendidikan di daerah penghasil kopi terkenal itu. Padahal kopi dari desa ini tiap pagi, siang dan malam di minum para elit politik, pejabat, PNS, pengusaha,kontraktor dan para pecandu kopi di kota kabupaten.

Suasana pegunungan Basseang Pinrang, Sulsel.
Suasana pegunungan Basseang Pinrang, Sulsel.

Membayangkan warga setempat membawa kopi untuk dijual ke kota desa tak sebanding dengan harga kopi dan resiko selama perjalanan.

Yah.. mau diapa. Itulah kehidupan warga Kampung Patte Doang, Desa Basseang. Ternyata kampung kopi tak senikmat kopinya. (*)

Terkait: Kopi Basseang

BeritaTerkait

Kemenkumham

Produk Kopi Basseang dan Karasa Cempa Telah Didaftarkan di Kemenkumham

Editor: Tim Redaksi
15 Juli 2020

...

Minum Kopi Gratis, Cara Warkop Kobass Turut Meriahkan HUT Bhayangkara ke-74

Minum Kopi Gratis, Cara Warkop Kobass Turut Meriahkan HUT Bhayangkara ke-74

Editor: Mulyadi Ma'ruf
30 Juni 2020

...

Nurmina, Roaster Cewek dari Basseang Pinrang Siap Beraksi di International Coffee Day 2018

Nurmina, Roaster Cewek dari Basseang Pinrang Siap Beraksi di International Coffee Day 2018

Editor: Ibrah La Iman
10 September 2018

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi