• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 30 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: The New Normal, Rekayasa Sosial Melalui Kebijakan

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
4 Juni 2020
di Opini
agus

Oleh : Dr Agus Muchsin MA, Dosen IAIN Parepare

OPINI–Pakar Epidemiologi umumnya mengatakan bahwa penanganan pandemi Covid 19 hingga sekarang ini belum membuahkan hasil maksimal. Kendati pun demikian, pemerintah dalam kurung waktu dekat ini akan mengeluarkan kebijakan solutif tentang sikap hidup akur berdampingan dengan virus Covid 19.

Paradigma ini muncul pasca memuncaknya phobia dengan sikap konfrontatif. Melalui jargon “lawan Corona” diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk melakukan social distance, phisical distance, stay at home dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Psikologi medisnya, paling tidak bermanfaat bagi masyarakat untuk menghindari adanya kesenjangan antara pikiran dan perilaku, aga mereka bertindak lebih efektif dalam menekan dan membatasi pandemi covid 19 hingga ditemukannya vaksin tepat.

Rentetan kebijakan tersebut diakui berefek pada tidak stabilnya interaksi sosial, ekonomi, budaya, dan agama, yang menjadi full power dalam stabilitas politik di suatu negara. Isu-isu tersebut akan rentang melahirkan konflik atas tuduhan kegagalan penanganan oleh pemerintah, hingga profokasi tuntutan mundur melalui media sosial.

Strategi selanjutnya adalah sikap kooperatif dengan jargon “the new normal” yakni lebih menekankan kepada kesiapan individu terhadap aktivitas di luar rumah meski persebaran virus covid 19 belum terkendali. Terma ini kedengarannya sederhana namun sangat mempengaruhi psikologi masyarakat yang awalnya tercekam rasa takut dan khawatir, berubah drastis dengan terkonstruknya keberanian dan semangat hidup.

Berita Terkait

VIDEO : New Normal, Jasa Service AC Kembali Bangkit

Video : Tatanan Baru, Ini Skenario Urus Layanan Keimigrasian di Kantor Imigrasi Parepare

Ini Dia Skema IAIN Parepare Jika Terapkan Kuliah New Normal

OPINI : The New Normal, Alasan Pembatalan Keberangkatan Haji Abu Yazid

Perubahan kebijakan tersebut menuai kecurigaan akan sebuah konspirasi yang secara sengaja dilakukan oleh kelompok tertentu, bekerja secara terorganisir, melakukan perekayasaan sosial dengan cara memperdayai dan mengaburkan fakta, dan dilaksanakan oleh sekelompok rahasia dari orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa dan berpengaruh.

Klaim ini sepenuhnya tidak benar namun ketika dikaitkan dengan teori kebijakan hukum oleh Satjipto Rahardjo disebutkan bahwa hukum merupakan sarana rekayasa sosial (social engineering) yang memiliki kekuatan untuk memaksa, sehingga masyarakat akan terbentuk sesuai dengan tujuan dan manfaat dilegislasikannya hukum

Artinya, kebijakan hukum bukan hanya mengukuhkan norma atau kaidah kebiasaan dan tingkah laku masyarakat, melainkan merekayasa dan menginovasi sosial untuk mengarahkan pada tujuan-tujuan yang dikehendaki, menghapuskan kebiasaan-kebiasaan yang dianggap tidak patut, dan menciptakan pola-pola kelakuan baru.

Karena itu, histori kepemimpinan di saat melakukan perubahan, umumnya disertai dengan pemberian simbol nama atas arah perubahan. Di Indonesia diperkenalkan dengan era atau orde dengan karakter perubahan berbeda, sehingga klaim kesuksesan dan kegagalan biasanya disimbolkan dengan era atau orde tanpa menyebut pelakon.

Era new normal merupakan fase pemerintahan yang akan menerapkan tatanan normal baru dengan ketentuan standar oprasional kesehatan saat beraktivitas di tempat yang ramai dikunjungi. Imbauan ini dituangkan dalam bentuk yuridis formal dengan sanksi atas pelanggaran kebijakan new normal. Delik ini adalah bagian dari pidana, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB No. 58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru.

Unsur pidana di pertegas pada poin c tentang sanksi atas pelanggaran ASN mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Tujuan kebijakan dalam peraturan pemerintah ini adalah untuk mengaktifkan dan meningkatkan kualitas layanan di tengah pandemi Covid 19.

Dengan demikian rekayasa sosial (social engineering) oleh penguasa tidak boleh di giring pada prasangka buruk dengan menganggap sebagai bentuk konspirasi terhadap komunitas, suku dan agama, karena putusan kebijakan dilakukan dengan alasan ilmiah untuk menopang eksistensi politik negara untuk kepentingan rakyat.(*)

Terkait: New Normal

TerkaitBerita

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 April 2026

...

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Berita Terkini

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 April 2026

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan