• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 14 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Hukum

Belajar dari Kasus Nurdin Abdullah, Efek Politik Biaya Tinggi dan Peran Cukong Politik

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 Maret 2021
di Hukum, Pendidikan

 

PAREPARE, PIJARNEWS.COM –– Advokat Muda yang juga Akademisi Hukum IAIN Parepare, Rusdianto mengaku tidak terlalu kaget dengan peristiwa yang menimpa Prof Nurdin Abdullah yang terjaring operasi penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. 

Menurut hematnya, situasi ini sering kali terjadi lantaran efek samping dari biaya politik yang sangat tinggi di Indonesia. Rusdianto mengatakan, kasus-kasus semacam ini masih mungkin akan kembali terjadi. Apalagi peranan para cukong politik sangat berpengaruh dalam memberikan investasi politik kepada masing-masing calon kepala daerah dengan harapan investasi tersebut dapat dikembalikan dalam bentuk proyek ataupun pengadaan barang dan jasa. 

“Kita sangat prihatin, banyak korupsi kepala daerah akibat biaya politik yang tinggi. Ini bakal terus terjadi,” kata Rusdianto, Ahad (7/3/2021). 

Berita Terkait

PBI BPJS Tukang Es Dicabut, Dimana Keberpihakan Negara?

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

Karena biaya politik yang tinggi, lanjut Rusdianto, tak jarang mereka yang mau ikut berkontestasi politik harus meminta pinjaman uang atau menggandeng pengusaha tertentu.

Akibatnya, kata Dosen Hukum Tata Negara IAIN Parepare ini, mereka seperti tersandera dengan keadaan. Apalagi Cukong politik biasanya menggunakan standar ganda dengan memberikan dana kepada para kandidat kepala daerah yang akan bertarung. 

“Jadi siapapun yang terpilih, cukong politik tersebut akan tetap mendapatkan pengembalian dana yang sudah di investasikan melalui proyek yang mereka dapatkan,” ungkap Rusdianto.

Menurut Rusdianto, kondisi ini tentu tidak boleh didiamkan terlalu lama oleh Pembuat Undang-Undang.

“Sistem pilkada kita harus dievaluasi agar kondisi seperti ini tidak berlarut-larut. Sekarang ini pemerintah hanya sibuk menata jadwal pilkada, padahal substansi masalahnya bukan di situ. Akan tetapi bagaimana mewujudkan pilkada yang berkualitas dan mendapatkan pemenang pilkada yang berkualitas pula. Tolok ukurnya bukan cuma mampu membangun daerah, tapi yang lebih penting tidak melakukan korupsi,” ujar Rusdianto.

Jika terus menerus seperti ini, kata  Rusdianto, maka Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Daerah hanya menunggu antrean. “Karena yang lain bisa jadi karena belum ketahuan,” tutup Rusdianto. (rls/alf)

Terkait: Dosen IAIN ParepareIAIN ParepareNurdin Abdullah

TerkaitBerita

Magang ke Taiwan, Mahasiswa UMS Rappang Bisa Kantongi Uang Saku Rp.7 Juta Perbulan

Editor: Muhammad Tohir
27 Februari 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

UMPAR Peroleh Dana Hibah, Dukung Dua Skema Riset Strategis

UMPAR Peroleh Dana Hibah, Dukung Dua Skema Riset Strategis

Editor: Muhammad Tohir
20 Februari 2026

...

Siswi SMA Muhammadiyah Rappang Raih Emas di Olimpiade Ahmad Dahlan Nasional ke-8

Editor: Muhammad Tohir
15 Februari 2026

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

Meriahkan Syiar Islam, Pemkot Parepare Gelar Lomba Takbiran Keliling

Editor: Muhammad Tohir
13 Maret 2026

Pelayanan Publik 2025,Parepare Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan