• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 31 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Berbagai Kesalahan Penulisan yang Tidak Sesuai Aturan, Ini Penjelasan Akademisi Bahasa IAIN Parepare

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 April 2024
di Pendidikan
Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

PAREPARE, PIJARNEWS.COM –Bagi kalangan akademisi (dosen dan mahasiswa), peneliti mau pun praktisi jurnalistik berhadapan dengan tulisan melalui untaian kata-kata merupakan kegiatan rutinitas kesehariannya.

Untuk itu, mereka dianggap memiliki kemampuan dan penguasaan dalam penulisan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar yang merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diserap dari aturan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang sekarang diganti ke Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) edisi V.

Beda halnya dengan masyarakat awam, yang tidak pernah dan bahkan asing terhadap penggunaan kata dan kalimat baku sesuai aturan yang berlaku di EYD tadi. Sehingga, sebagian dari kita yang mengerti dan paham Bahasa Indonesia yang baik dan benar sering menjumpai penggunaan kata yang keliru, namun tetap digunakan.

Dosen Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare Suhartina, mengungkapkan beberapa kata yang keliru tapi tetap digunakan baik di kalangan akademisi mau pun masyarakat awam di antaranya, kata (Sivitas Akademika), (Tridharma), (In Syaa Allah atau insya Allah), (Aamiin) dan seterusnya.

Menurut Suhartina hal itu lantaran keseringan seseorang menjumpai kata yang sama itu juga digunakan di banyak tulisan bahkan di kalangan akademisi dan nonakademisi.

Berita Terkait

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Jurnal Banco IAIN Parepare Resmi Terindeks Scopus

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

Dia mencontohkan, kata (Sivitas Akademika), meskipun sudah jelas tertera di KBBI bahwa kata yang benar adalah civitas academica, banyak orang berdalih bahwa kata sivitas akademika juga benar.

Hal tersebut, kata dia, didasarkan oleh seringnya kaum akademisi menggunakan istilah tersebut, baik dalam suasana akademik, maupun nonakademik. Selain itu, mereka berdalih bahwa istilah sivitas akademika juga telah digunakan di UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Kota Parepare itu menjelaskan istilah sivitas bahkan tidak memiliki makna dalam bahasa Indonesia, begitu pun dengan kata akademika.

“Bagaimana dengan istilah civitas akademik? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata akademik bermakna akademis (1 berhubungan dengan akademi, 2 bersifat ilmiah; bersifat ilmu pengetahuan; bersifat teori, tanpa arti praktis yang langsung),” urainya kepada Pijarnews.com, Rabu (17/4/2024).

Sementara, lanjutnya, kata civitas berasal dari bahasa latin yang artinya kewarganegaraan. Penggabungan kata civitas dengan kata akademik dalam kebahasaan disebut campur kode (kesalahan berbahasa).

“Bukankah kata civitas sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia? Tidak. Kata yang diserap adalah gabungan kata civitas academica. Gabungan kata civitas academica dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya kelompok (warga) masyarakat akademik yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dengan perwakilannya yang terbentuk melalui senat masing-masing. Kata tersebut, dalam lema KBBI dinyatakan sebagai ukp.lt. Gabungan kata tersebut diserap secara utuh dari bahasa asing tanpa perubahan ejaan dan lafal. Dalam Ejaan Bahasa Indonesia (pengganti PUEBI) dijelaskan bahwa serapan berdasarkan integrasinya dibedakan menjadi dua bagian,” bebernya.

Dia menambahkan, bagian pertama adalah unsur bahasa sumber yang tidak yang tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti ad hoc, de facto, de jure. Hal yang sama juga pada kata civitas academica. Kata tersebut, digunakan dalam konteks bahasa Indonesia (penulisan dan pengucapannya masih sesuai dengan aslinya/bahasa asal). Bagian kedua adalah kelompok kata yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia, seperti kata amin, akulturasi, sekadar, takwa, dan sejenisnya.

Contoh lain, lanjutnya, tridarma, yang selalu ditulis tridharma, insyaallah yang selalu ditulis insya Allah, amin yang selalu ditulis aamiin, silakan yang selalu ditulis silahkan.

Suhartina pun memberikan tips untuk bisa terbiasa dan menghindari penggunaan kata yang salah tersebut. “Tipsnya, banyak membaca, harus terbuka menerima informasi/pengetahuan baru, dan bisa pakai aplikasi sipebi untuk mengoreksi kesalahan penulisan minor,” jelasnya. (adv/why)

Terkait: IAIN Parepare

TerkaitBerita

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

Editor: Muhammad Tohir
1 Maret 2026

...

Magang ke Taiwan, Mahasiswa UMS Rappang Bisa Kantongi Uang Saku Rp.7 Juta Perbulan

Editor: Muhammad Tohir
27 Februari 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Jelang Porsenijar Sulsel, Pemkab Sidrap Matangkan Akomodasi hingga Kesiapan Atlet

Editor: Muhammad Tohir
31 Maret 2026

Bupati Pinrang Pimpin Upacara Perdana Usai Lebaran, Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Editor: Muhammad Tohir
31 Maret 2026

Pemkot Parepare Mulai Susun Strategi Pembangunan 2027

Editor: Muhammad Tohir
30 Maret 2026

Penurunan Kemiskinan dan Raihan Sertifikat Menuju Kota Bersih Pemkot Parepare Diapresiasi Pemprov

Editor: Muhammad Tohir
30 Maret 2026

Mobil Bantuan Pusat Dipakai Sekda Sidrap, Bupati Sidrap Sebut Demi Efisiensi Anggaran Daerah

Mobil Bantuan Pusat Dipakai Sekda Sidrap, Bupati Sidrap Sebut Demi Efisiensi Anggaran Daerah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
30 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan